#8

488 27 0
                                    

"Apa yang ingin kau lakukan ??" Riou menahan Jeha yang terus menepel ke tubuhnya

Saat keluar dari kamar mandi sehabis membersihkan diri,Riou dikejutkan dengan kedatangan Jeha yang sudah terduduk di tempat tidurnya dengan keadaan kacau karena anak itu tengah mabuk.Saat melihat Riou,Jeha langsung berlari dan mendorong Riou ketempat tidur dan menindihnya.

"Master,sepertinya kau mabuk ? Menyingkir dan pergilah ke kamarmu"

Jeha tidak memperdulika ucapan Riou dan malah mengusap dada Riou sensual yang terekspos.
Mengelus bahkan sesekali menjilatinya.

"Ma..Master" Riou terus berusaha menyadarkan Jeha namun nihil

"Kau pernah melakukan sex ? Mau melakukannya denganku ?"

"Ap..Apa ??"

"Oh apa kau belum pernah melakukannya dengan pria ? Kalau begitu mau aku yang menjadi pertama untukmu" Jeha masih menjilati dada Riou bahkan sesekali menggigitnya

Riou mengumpat dalam hati saat Jeha semakin berbuat lebih padanya bahkan sudah bernai menyentuh area pribadinya.Jeha melepaskan pakaiannya dan menampilkan hampir setengah tubuhnya,melihat itu Riou langsung panik dan mulai mendorong tubuh Jeha hingga berada dibawah kukungannya.

"Oh jadi kau mau diatas ? Baiklah..lets do it" Jeha menggesekkan kakinya diarea privasi Riou

"Master sadarlah,kau sedang mabuk jadi tidurlah supaya pusingmu hilang" Ucap Riou

"Kau menolakku lagi ?" Jeha mengerutkan dahinya tidak suka

"Maaf,Master.Aku tidak bisa,kau bisa pakai kamarku kalau mau.Aku akan tidur diluar" Riou menyingkir dari atas tubuh Jeha dan mengambil bajunya yang tergeletak di lantai

"Stop..."

Riou berhenti dan bisa Ia rasakan Jeha berjalan kearahnya.

"You bastard~" Ucap Jeha dingin lalu terjatuh pingsan karena efek mabuknya,Riou langsung tanggap menahan tubuh Jeha yang ambruk.
Menghela nafasnya lalu langsung membawa Jeha ke kamarnya.Membaringkan tubuh itu ditempat tidur tak lupa menyelimutinya.

"Jeha..Ini aku buka pintunya cepat" Teriak Jowoon

Mendengar suara diluar pintu,Riou berniat memeriksanya.

"Siapa kau ? Dan dimana Jeha ?"

"Oh..Master ada didalam,silahkan masuk"

Jowoon masuk dan melihat Jeha yang tengah bersantai dengan buku ditangannya.

"Jeha.."

"Bukankah aku bilang tidak ingin menerima tamu siapapun itu" Ucap Jeha dingin

"Maaf" Riou menudukkan kepalanya

"Ada hal yang ingin aku katakan padamu dan aku yakin Dongha sudah lebih dulu memberitahumu"

"Maksudmu kasus pembunuhan itu ?"

"Aku yakin bukan Ayah yang melakukannya,saat itu aku bersamanya seharian dan tidak mungkin dia pergi dan membunuh orang itu"

"Kau membelanya ??" Jeha menaikan sebelah alisnya

"Bukan begitu.Lagi pula di..."

"Ya terserah.Aku sudah membereskannya seperti yang kau katakan,jadi tidak perlu berbiacara omong kosong lagi dan pergilah"

"Jeha,aku tahu kau membenci Ayah aku pun juga sama.Tap..tapi bagaimana pun dia Ayah kita Jeha,darahnya juga mengalir ditubuhku dan juga dirimu"

"Secara tidak langsung dia mengibarkan bendera perang denganku dan aku pun tidak akan diam saja.
Meski dia seorang Ayah bagiku tidak lebih hanya seekor belalang yang hinggap di kehidupanku"

MaddogTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang