Bab 14 REVISI

51.5K 671 5
                                        

Nelson Jong menepuk bahu Chris secara mendadak dan Chris menjerit ketakutan dengan suara nyaring. Lalu melihat ke arah Nelson Jong dan ke arah Lily yang sudah menjauh. Tanpa perduli pada Nelson Jong, Chris berlari beberapa langkah dan berpura-pura menerima panggilan masuk. Padahal ponselnya sudah drop sejak tadi.

Mata Chris masih mengunci sosok Lily yang berdiri di lobi. Nelson Jong yang awalnya curiga, kini merasa Chris sangat lucu. Dia berpikir jika Chris mungkin sedang menghindari seseorang. Tanpa ikut campur lagi, Nelson memilih pergi meningalkan Chris tanpa curiga lebih jauh.

Mobil James Holland berhenti di lobi perusahan SAG. Pintu mobil terbuka dari dalam dan Lily berjalan masuk ke dalam dan duduk di kursi samping driver. Dengan mata kepala sendiri, Chris melihat Lily masuk ke sebuah mobil mayback.

"Sialan," geram Chris kesal.

Chris berlari ke arah pakiran dan mengemudi mobil brand mayback hitam keluar untuk mengejar mobil mayback hitam tersebut. Di kota, mobil dengan brand mahal tidak sulit ditemukan karena jumlah yang sedikit dan hanya orang tertentu bisa memakai mobil brand kelas atas.

Dengan cara itulah, Chris menemukan mobil mayback hitam yang menarik perhatian. Mabil mayback hitam memasuki sebuah restoran mahal. Chris masih mengikuti dari belakang dengan jarak yang sedikit jauh. Melihat Lily keluar dari mobil bersama seorang pria barat yang mirip vampire, emosi Chris semakin meninggi dan membanting stir mobil.

"Tak akan kubiarkan kau menghiantiku, Lily!" oceh Chris dari dalam mobil.

Chris keluar dari mobil dan mengikuti kedua orang tersebut dengan langkah cepat, hingga Chris dihentikan seorang pelayan.

"Tuan, apa anda sudah oder meja?" tanya pelayan tersebut ramah.

"Belum," jawab Chris singkat dan padat.

"Kalau begitu, silakan ikut saya?" kata pelayan tersebut.

"Tidak perlu, saya bisa mencari tempat duduk sendiri!" jawab Chris cepat dengan suara lantangnya yang penuh perintah.

Chris mendorong pelayan tersebut dan mencari tempat duduk yang sedikit dekat dengan Lily. James Holland dan Lily duduk bersama di tempat yang dekat dengan jendela besar. Chris masih memperhatikan dengan tatapan tajam pada keduanya

"James, apa barang yang kuminta kau bawa?" tanya Lily setelah duduk dengan tenang.

"Tentu saja ada," jawab James Holland tersenyum dan mengeluarkan sebuah kotak yang indah.

"Untukku?" tanya Lily tak yakin.

"Iya, silakan dibuka?" ucap James yakin.

Lily sangat penasaran dan segera membuka isi kotak di hadapannya.

"Ini?" gumam Lily tak dilanjutkan.

James Holland membantu Lily mengeluarkan kue itu dan memasang lilin di atas serta menyalakan lilin dengan pematik rokok. Chris yang melihat dari tadi mendadak ternganga.

"Lily ulang tahun? kok aku tidak tahu!?" gumam Chris berbicara sendiri.

Takut ketahuan oleh Lily, Chris menundukkan kepala dan meminum air putih yang di sediahkan salah satu pelayan.

"Selamat ulang tahun, Lily," ucap James diiringi rentetan doa untuk Lily.

Berapa detik kemudian, James Holland bertepuk tangan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Lily. Kebahagiaan terpancar di wajah Lily dan tanpa Lily sadari, air mata berjatuhan dari kedua matanya yang sudah tidak ada tanda-tanda harapan untuk melanjutkan hidup lagi.

"Ayo tiup lilinnya!" ucap James Holland bersemangat.

James Holland mendekatkan kue ke depan Lily. lalu Lily meniup lilin tersebut. Setelah itu membuat permohonan dan berharap Tuhan akan mengabulkan semua doanya. Setelah ia terlahir kembali. Karena berdoa untuk dirinya di tahun ini, pasti tidak akan di kabulkan oleh tuhan.

Perasaan Chris semakin pedih seperti luka disiram oleh garam karena melihat kedua orang di depan sangat mestra. Kue pertama yang dipotong oleh Lily diberikan untuk James Holland. lagi-lagi hati Chris hampir meloncat keluar karena emosi dan terkejut.

Ketika melihat Lily menyuapi James Holland dengan mesra, kedua tangan Chris dikepal dengan kuat. hampir saja, Chris membanting meja di depannya, tapi ada rasa penasaran juga dengan apa yang akan dilakukan oleh James Holland selanjutnya.

Chris memutuskan untuk menyaksikan lagi sambil menahan darah yang mendidih bersamaan dengan api cemburu yang kian berkobar dan siap meledak. James Holland meminta Lily menutup mata dan dengan cepat. Kemudian, James Holland melingkarkan sebuah kalung di leher Lily yang putih seperti salju.

"Silakan dibuka!" ucap James pelan.

'Degg'

Lily melihat sebuah kalung telah melingkar di leher dengan liotin bunga Lily.

"James, apa ini tidak kemahalan?" kata Lily tak percaya.

"Tidak dan sangat murah karena aku membelinya di pedagang kaki lima tempat biasa kulewati saat akan pulang kerja," bohong James Holland pada Lily.

"Benarkah?" gumam Lily tak yakin.

"Kok, aku kurang yakin kalau kau bisa belanja di tempat seperti itu?" sambung Lily lagi.

"Tentu bisa?" sahut James Holland sambil tersenyum renyah.

James Holland tidak berani bilang sejujurnya ke Lily karena takut ditolak oleh Lily, jadi mencari alasan untuk berbohong saja. Melihat prilaku James Holland kepada Lily, entah mengapa Chris merasa menjadi pria terburuk dalam sejarah manusia.

Untuk menyenangkan hati wanita saja, ia tidak pernah melakukannya apalagi memberi kejutan seperti yang dilakukan James Holland pada Lily. Saat Chris berdiri, seluruh ruangan menjadi gelap karena pemadaman lampu secara tiba-tiba.

James Holland tahu jika Lily tidak suka gelap dan dia pun menutup mata Lily dengan jas di kepala Lily, lalu membawa Lily pergi tanpa menunggu lampu dihidupkan. Tak sampai 3 menit, lampu kembali hidup. Chris melihat ke arah meja yang ada di dekat jendela tempat di mana James Holland dan Lily sudah menghilang.

"Sial," umpat Chris kasar.

Chris meletakkan uang di atas meja dan segera pulang ke apertemen dengan perasaan cemburu dan emosi bercampur aduk.

"Wanita sialan," Chris terus memaki-maki Lily dengan sumpah serapah.

Sedangkan James Holland telah mengantar Lily pulang sampai apertemen. yang di huni oleh Lily selama ini.

"James, terima kasih untuk makan malamnya. Aku sungguh senang," ucap Lily tersenyum bahagia.

"Sama-sama dan cepat istirahat sana. Sudah malam," kata James Holland yang selalu memerintahkan Lily agar tak bergadang.

"Iya," balas Lily dengan tersipu malu.

Lily menutup pintu mobil James Holland dengan pelan. James Holland tetap tersenyum sampai memastikan Lily masuk ke lobi dan barulah James menjalankan mobil meninggalkan gedung apertemen tersebut.

***

Keesokkan paginya, peraturan tidak masuk akal di perusahan yang menwajibkan para karyawan untuk sarapan pagi sudah diumumkan. Yang tidak mematuhi peraturan, gaji akan dipotong 50% dan bonus juga dihilangkan. Kepala Lily langsung nyut-nyutan ketika mendegar pengumuman dari speker di setiap ruangan.

***Cara top up wanita simpanan, silahkan hubungi admin di wa 085252055133. ketik top up koin wanita simpanan.

WANITA SIMPANAN (NOVELME)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang