Sejak pertengkaranku dengan Mild beberapa hari yang lalu, aku benar-benar tidak menghubungi Mild sama sekali. Ku rasa kami berdua memang membutuhkan waktu untuk merenung dan memikirkan kesalahan masing-masing. Merenggangnya hubunganku dengan Mild justru merekatkan hubunganku dengan Gun, apalagi setelah kejadian di hari ulang tahun Gun waktu itu. Tapi entah mengapa.. aku merasa ini tidak benar, aku sudah memiliki kekasih, lalu apa yang aku lakukan dengan Gun sekarang? Namun disisi lain tak bisa dipungkiri aku juga bahagia saat bersama Gun..
"Papii.." panggil Gun lembut, membuyarkan lamunanku.
"Hmm?"
"Kenapa melamun? Memikirkan apa?"
"Tidak ada." Aku menarik Gun kepangkuanku, tidak peduli dengan tatapan para staff di sekeliling kami.
Gun tersenyum, cantik sekali.
"Kita makan malam bersama nanti, ya?" Ajak Gun sambil melingkarkan tangannya di leherku.
Aku hanya mengangguk, mengiyakan keinginannya.
"Ohooo.. ini tempat kerja bukan tempat pacaran."
"Kami belum pacaran Krist!" Jawab Gun kesal.
"Belum? Wah wah, aku ketinggalan berita apa nih?"
Gun memerah, dia menyembunyikan wajah nya dicekuk leherku.
"Ada apa?" Tanya Singto
"Ini kata nya P'Off dan Gun BELUM pacaran."
"Berarti... Akan?" Tanya Singto menatap ke arah kami berdua.
"Jangan ikut-ikutan Sing, urus saja urusanmu sendiri, hubungan kau dan Krist saja belum jelas." Sindirku.
Singto dan Krist yang mendengar itu memberikan tatapan jutek, sedang aku hanya terkekeh.
"Wlee" ejek Gun
"Hoi.. kalau berani kemari turun, jangan bersembunyi di balik P'Off." Tantang Krist pada Gun.
Gun hanya mengangkat bahunya acuh, dan memelukku kembali.
.
.
.
Seluruh penjuru ruangan tertawa melihat tingkah Gun yang berhasil membuat Krist kesal. Semua orang yang ada di situ terlihat penuh tawa, kecuali dua orang yang hanya diam bahkan tidak tersenyum sama sekali.
"Sudah ku bilang kau terlalu lambat bergerak, lihat, Off selangkah lebih depan darimu." Ucap salah satu pria
"Maksudmu? Aku tak paham?" Jawab pria lainnya
"Aku tahu perasaanmu, jangan kau pikir aku bodoh. Mau sampai kapan kau sembunyi?"
Alih-alih menjawab, pria yang ditanya malah menatap OffGun yang sedang bermesraan dari kejauhan, lalu mengalihkan pandangannya tidak suka.
"Sakit kan? Salahmu sendiri, suruh siapa bukan nya maju malah mundur teratur."
"Aku tidak mundur, tapi tahu diri."
"Mereka belum pacaran, kau masih punya kesempatan."
"Tapi aku tahu bagaimana perasaan Gun, dia itu hanya mencintai Off, tidak yang lain."
"Yah.. Harusnya kau berjuang dulu lah, tidak ada yang tahu masa depan itu akan bagaimana kan? Kalaupun gagal, setidaknya kau sudah mencoba."
"Mudah untuk dikatakan, sulit untuk dilakukan. Aku.. aku tidak ingin kehilangan Gun sebagai teman. Melihatnya bahagia, walau bukan bersamaku, sudah cukup bagiku."
"Bullshit!"
"Aish.. Kenapa malah kau yang ribet sih?"
"Aku kesal saja melihatmu yang pesimis duluan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ending Scene [FINISH]
RomanceGun Atthaphan, 27 tahun, seorang aktor ternama asal Thailand. Jatuh cinta pada rekan kerjanya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Jika ia berhenti akankah semua menjadi lebih baik? Tidak. Bukan itu pertanyaan nya, tapi.. bisakah ia berhenti? J...
![Ending Scene [FINISH]](https://img.wattpad.com/cover/247569661-64-k155742.jpg)