4. PDKT BERLANJUT

752 61 28
                                        

Langsung saja yuk ngumpul dan baca part ini...

Oh iya, siapkan hati kalian para reader setiakuh 😂

Happy Reading and enjoying 🙌








"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi ,sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."

(HR.Thabrani dalam Mu'jam Al Kabir 20:211.Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih)

-----

Iza tertawa mendengar cerita dari Anisa.Wah,Anisa memang hebat sampai bisa membuat seorang Ararya Saguna Althaf sampai malu sendiri.Eh,tapi bukan begitu sih sebenarnya.Anisa pernah mengatakan kepadanya kalau Anisa memang sangat menjaga pandangannya dari yang bukan mahramnya.

Bersentuhan dengan lelaki saja tak pernah apalagi menatap mereka,kecuali dengan Pak Wahyu, ayah Anisa dan Haidar,adik Anisa.Iza bangga sih punya sahabat kayak Anisa, meski dirinya juga belum bisa sehebat Anisa.

"Aku gak tau maksud dia apa Za, ya akhirnya aku milih pergi aja,"ujar Anisa memasukkan buku fisikanya.

Yaps,kelas XI IPA 01 memang baru saja selesai pelajaran Fisika.Dan kini waktu istirahat Anisa menceritakan kejadian kemarin pada Iza, sahabat dekat semejanya itu. Iza tampak mengacungkan jempolnya ke Anisa,tanda bahwa ia sangat setuju dengan respon Anisa.

"Gue bangga sama lo Sa.Arya,si playboy itu jangan lo kasih jalan buat deketin lo."balas Iza.

"Maksud kamu,si Arya itu... "

"Iya, Sa. Dia memang raja playboy di sekolah ini.Hadeh,gue bukannya ghibah yah tapi tuh emang kenyataannya Sa,suka mainin cewek!"ujar Iza menerangkan.

"Jadi, lo harus hati-hati sama Arya."lanjut Iza memperingati.

Anisa tersenyum dan mengangguk saja.

"Anisa, lo mau ke kantin ikut gue atau ke mushollah dulu?"tanya Iza.

"Emm, aku ikut kamu ke kantin aja."balas Anisa.

Ya, Anisa memang sedang berhalangan jadi dia tidak ke musholla sekolah hari ini.Biasanya kalau tidak berhalangan Anisa selalu mengerjakan salat dhuha di musholla sekolah.Iza mengangguk saja dan berjalan keluar kelas bersama Anisa menuju kantin.

Namun, saat sampai di depan kelas satu objek membuat Iza menatapnya nyalang. Sedangkan Anisa sudah menunduk menatap sepatunya sendiri.

"Mau apa lo, buaya!!? "tanya Iza dengan galaknya.

Iza juga melihat keberadaan Eshan, Rayn, dan Sean yang tak jauh dari tempatnya saat ini pura-pura sibuk. Tapi, Iza tau cs Arya itu pasti tengah mengawasi dirinya, Anisa, dan Arya.

"Anisa, gue Arya yang kemarin. Lo kenapa main pergi gitu aja, urusan gue belum tersampaikan kemarin,"ujar Arya mengabaikan pertanyaan Iza.

"Anisa sibuk, males juga nanggepin buaya kayak lo!! "balas Iza masih setia dengan nada galaknya.

"Mulut lo bisa diem gak!? Apa perlu gue lakban!? "ancam Arya pada Iza yang asal menyaut ucapannya.

Assalamualaikum AnisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang