07. Did I Just Went To Another World?

379 112 9
                                        

Hai! Kejutan nggak aku up jam segini?😂 Padahal lebih suka malam aja, biar dapet feel-nya. Tapi gimana lagi, tanganku gatel banget pengen cepet-cepet update 🙂

Btw kalian voter ke berapa nih?

Happy reading 🌼

Happy reading 🌼

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Fajar pagi mulai menampakkan dirinya di ufuk timur. Belum sepenuhnya keluar, karena sinarnya belum mencapai seluruh area kompleks perumahan Miradi. Kompleks masih tidak terlampau ramai, karena ini masih sangat pagi. Para ibu-ibu sedang berbelanja sambil menggosip, memperbincangkan berita hangat untuk mengawali pagi hari. Bahkan para anak kos yang tinggal disana sedang olahraga di taman kompleks, tapi beda lagi dengan kos-kosan yang berada kompleks sebelah. Bukan masih ngebo, tapi ricuhnya seperti pasar pindah.

Seorang pemuda baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, dan handuk terlilit pada pinggangnya. "Woi, ada yang liat boxer gue gak?"

"Ngapain lo tanya sama gue?" Harun menyahut dengan malas, ia sudah menunggu di depan pintu selama hampir dua jam. Padahal lagi momen-momen krisisnya. Laki-laki bertubuh jangkung itu segera menerobos masuk. "Minggir sat! Gue udah diujung anjir."

"EITS, tidak semudah itu ferguso." Jiwo merentangkan tangan kanannya, berusaha memblokade jalan, "Bisa aja lagi lo yang pake." Sorot matanya menelisik penuh curiga.

"Dih, ogah banget gua makai boxer bolong kayak gitu. Udah bolong, murah lagi."

"Bolong? Mana ada anjir!" Jiwo mencak-mencak tidak terima. Bisa-bisanya boxer kesayangannya dibilang murah sama oknum bernama Harun itu.

"AH, GANGGU LO. Orang gue udah kebelet juga! Minggir," Harun dengan keras mendorong Jiwo dari pintu. Namun ternyata, teman sekelas ini masih juga tidak melepasnya.

Awan yang melihat perdebatan mereka berdua hanya bisa menghela napas panjang, "Anjir lah, NIH! Gue nemu, tadi nyangkut di motor lo."

Jiwo langsung menyambar kain biru itu dengan antusias, "AA! Makasih Wawan tersayang!" Jiwo memeluk boxer bergambar pinguin itu, bukan hanya memeluk tapi menghirupnya juga.

Awan tak menyangka akan mendapat pemandangan seperti itu di depannya, pemuda itu jadi merinding sebadan-badan. "Bau pantat anjir."

"Bau pantat pala lo! Ini wangi anjir!"

"Wangi apaan dah? Orang Bang Jiwo aja ganti seminggu sekali."

Oke, Harun yakin masalah boxer ini akan menghabiskan waktu yang banyak. Jadi, tanpa menunggu lama, ia segera melesat masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian membanting pintu dengan kencang. Setelah itu, bunyi kran dinyalakan keras, berharap bisa menimpa suara alam yang akan muncul akibat Harun sudah menahannya terlalu lama.

No Soul : Beyond The GateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang