06. More Riddle To Solve

393 118 19
                                        

Hai semuanya! Aku update nih, btw kalian voter ke berapa?

Happy reading 🌼

Hujan deras mengguyur pagi ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hujan deras mengguyur pagi ini. Untungnya, karena berangkat pagi lagi jadi Lintang saat ini sudah duduk manis di dalam kelas, sehingga ia bisa tetap kering dan nyaman. Gadis itu mengamati setiap murid yang berlarian masuk dari gerbang, juga banyaknya klakson berbunyi dari arah parkiran belakang halte. Masing-masing sibuk dengan diri mereka sendiri, merebut tempat orang lain, memotong jalan, dan juga tak mematuhi rambu-rambu. Akhirnya, timbul percekcokan, saling menyalahkan satu sama lain.

Lintang menghela napas.

"Mereka sendiri yang telat, tapi juga nggak mau kalah kalau sudah mepet. Manusia selalu pengen saling injak satu sama lain."

Pertengkaran itu semakin memanas. Beberapa orang yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi memilih untuk tetap tinggal dan menonton, daripada mendengarkan bel yang sudah meraung-raung.

Kepala gadis itu menggeleng perlahan, lantas ia kembali memfokuskan perhatian pada novel di tangannya. "Dasar, manusia egois selalu nggak pernah bisa sadar diri. Merepotkan banget."

Terkadang, keegoisan itu juga dapat membawa orang lain yang tidak terlibat ke dalam.

Dan Lintang benci itu, benar-benar benci.

Pada manusia yang selalu ingin dimengerti, namun tidak pernah mau memahami yang lainnya. Dikiranya memang ia penguasa bumi, kah?

Tiba-tiba, kelas yang semula sunyi mendadak mulai ramai. Lintang menoleh, alisnya menukik kala mendapati teman sebangkunya dalam kondisi lucu. Basah kuyup di bagian bawah saja, jadi kemejanya sampai ke atas tetap kering, "Widih, habis kecemplung dimana kamu? Bisa cuma separuh gitu ya yang basah."

"Kecemplung apaan anjir," pemuda itu melepaskan sepatunya. Lantas menenteng ke untuk diletakkan di jendela yang ada di sebelah Lintang. "Mobil siapa gitu tadi tiba-tiba ngebut pas gue mau nyebrang. Bangsat lah! Padahal gue udah bela-belain kalem biar gak nyiprat!"

Klarifikasi itu langsung disambut tawa kecil dari Lintang. "Kadang memang, walau kamu udah hati-hati banget, belum tentu orang lain juga."

"Bener banget." Setelahnya, Awan duduk. Ia tidak membawa celana olahraga hari ini, jadi, mau tak mau Awan harus mengikuti kegiatan pembelajaran dalam keadaan basah-basahan. Pemuda itu berulang kali mendumel sebal.

Lintang tak tahan mendengarnya, tangannya membuka loker. "Nih, kipas."

Awan yang tiba-tiba disodori pun hanya berkedip-kedip bingung. "Buat apa?"

"Ya buat ngipasin lah."

"Yang bener aja, malah bisa-bisa masuk angin gue." Lintang menjingkatkan bahunya, kalau temannya tidak mau, ya sudah. "Tapi, kalau ditawarin yang ada di kotak itu baru gue mau, hehe."

No Soul : Beyond The GateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang