8. Possesed, But Why?

382 113 8
                                        

Kejutan update lagi!

Gimana tahun baru kalian? Btw selamat tahun baru yah!

Aku hari ini update spesial buat nemenin tahun baru nih!

Voter ke berapa nih?

Happy reading 🌼

Pagi ini, suara alarm membangunkan pribadi yang tengah tenggelam dalam selimut berwarna merah yang hangat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini, suara alarm membangunkan pribadi yang tengah tenggelam dalam selimut berwarna merah yang hangat. Tangannya mencoba meraih alarm yang berada di nakas sebelah, lalu memencet tombol dan suara alarm pun berhenti berbunyi. "Oh, sekarang hari minggu."

Lintang menatap benda itu sekilas, lalu kembali merebahkan tubuhnya ke kasur.

Belum ada sepuluh detik Lintang memejamkan mata, bunyi notifikasi lagi-lagi menganggu rencana ngebo-nya.

Gadis itu bahkan tak rela membuka seluruh kelopak netra itu, jadi ia hanya membacanya dengan kondisi sipit.

"Hal aneh di kosan, gangguan hantu?" ia bangun dengan mengucek matanya guna memirsa lebih jelas. Ternyata, ia tidak mengigau. Cukup mngejutkan, Awan tiba-tiba mengiriminya pesan seperti ini. Lintang menghela napasnya, "Dikiranya aku dukun gitu."

Tapi, ia juga penasaran dengan apa yang terjadi. Hantu model apa yang akan Lintang temui.

Setelah berpikir selama beberapa saat, ia kembali memungut ponselnya, lalu mengetikkan balasan. "Mungkin, aku coba cek aja nanti. Palingan ya cuma diisengin penunggu sekitar," Lintang bangun, langsung bergegas menuju ke kamar mandi.

Sempat ia mengirimkan pesan kepada Mega dan Alea, sebelum akhirnya tenggelam dibalik pintu.

Tidak ada salahnya coba melihat-lihat sebentar, kan? Toh, Lintang juga sebelumnya sudah banyak berhadapan dengan situasi seperti ini.

Lintang lantas turun ke bawah, melihat segelas susu dan sepiring omelet sudah tertata rapi di meja makan. Ternyata ibunya sudah menyiapkan sarapan pagi ini sebelum berangkat bekerja, padahal ini hari minggu. Lintang mendudukan dirinya di atas kursi dan mulai melahap apa yang ada di depan mata.

Di tengah keheningan, gadis itu menunduk, menatap kalung yang diberikan Mada kemarin. "Ternyata bener ya, dia bisa lihat juga."

Ningsih muncul dari langit-langit, duduk di kursi seberang sembari menyangga dagu pada meja. "Wah, kalung baru? Gak biasanya, aku kira kamu udah gak mau pakai sejak terakhir kali kalung dari nenekmu putus."

"Bukan, ini dikasih orang."

Sontak saja, perempuan berkebaya hijau itu melongo. "Dikasih orang? Siapa? Tiba-tiba banget, cie udah punya cowok!"

No Soul : Beyond The GateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang