21. Uneasy Feeling, A Surprise Perhaps?

184 35 4
                                        

Disclaimer dulu guys, apa pun yang dilakukan Lintang pada saat menghadapi masalah mistis, 80% murni fiksi aja ya. Mungkin, ada beberapa yang berdasarkan kepercayaan orang tua zaman dulu, tapi tidak disarankan untuk dicontoh di dunia nyata ya. Kita kembalikan kepercayaan pada yang Kuasa. Author hanya menambahkan beberapa elemen kaya urban legend dan mitos untuk menambah kesan klasik dari cerita ini.

 Author hanya menambahkan beberapa elemen kaya urban legend dan mitos untuk menambah kesan klasik dari cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Yanto hari ini datang lagi ke kelas setelah beberapa waktu tidak terlihat. Meski bibirnya berbicara, tangannya tidak berhenti untuk mengocok kartu tarot yang juga tak akan dibacakan pada siapapun. Sebab, kondisi kelas seperti biasa, tersisa hanya lima orang pendiam yang tidak pernah berinteraksi satu sama lain. Lintang memang sempat menyapa sebentar, sebelum ia kembali fokus pada rangkuman yang belum selesai ditulisnya. Memang, setiap kali Yanto berkunjung, mendadak kelas memiliki suasana yang aneh. Ia tidak bisa mendeskripsikan, pasalnya Lintang sendiri tidak bisa melihat sesuatu.

"Ngomong-ngomong gue ada berita bagus, Lin. Mau denger?" Sahutan itu mengudara begitu saja dari arah belakang, reflek membuat Lintang menoleh lantaran membuncahnya rasa keingintahuan. Yanto menarik sedikit kedua sudut bibirnya. "Setelah ini, lo akan dapat kejutan," katanya sembari menunjukkan satu kartu ke atas yang tak bisa Lintang lihat dengan jelas. Jarak mereka terpaut jauh, juga berhubung ia memiliki miopi.

Jadi, Lintang tak terlalu memperhatikan apa yang tercetak pada benda itu. "Oh, beneran? Dari siapa?"

"Seseorang yang istimewa."

Sejujurnya, Lintang tak begitu tertarik. Bukan karena tidak percaya, hanya saja, sudah teralu banyak hal aneh terjadi dalam kehidupan yang cuma diberikan sekali. "Istimewa, ya." Mungkin sebaiknya, ia tak terlalu berharap lebih. Apalagi, Lintang yakin bahwa senyum manis Yanto menyiratkan makna lain dari yang dipikirkannya.

Suasana tenang ini, hidup Lintang yang selalu dipenuhi suara-suara aneh dihadapkan dengan kondisi senyap. Tidak pernah ada dalam bayangannya.

Dari sudut netra, Lintang mendapati suatu pemandangan yang tidak biasa.

Di ambang pintu, sebuah presensi muncul. Pemuda bertubuh jangkung, serta seragam pramuka yang sedikit amburadul, serta sorot mata tajam langsung mengarah padanya. Harun Defaris. Tak ada basa-basi, ia langsung mengutarakan maksud dari kedatangannya.

"Ada yang mau gue bahas sama lo."

Spontan Lintang kembali menubrukkan netra ke arah Yanto. Ini kah kejutan yang ia maksud?

Tak dipungkiri, memang, kehadiran Harun disini saja sudah cukup membuatnya terkejut. Ditambah lagi, permintaan aneh yang ia layangkan. Entah trik diluar nalar apalagi yang akan lelaki itu lakukan padanya. Kendati demikian, Lintang tetap bangun dan memutuskan untuk menghampiri. Keraguan terpampang jelas di wajahnya.

No Soul : Beyond The GateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang