MIY 25

87 13 2
                                        

"Nde, aku sudah menerimanya. Apa yang kau inginkan sekarang?" Seorang pria paruh baya tampak sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang di dalam ruangan kerjanya. Dia berdiri di dekat jendela yang menunjukkan waktu malam hari sekarang. 

"Uang? Berapa yang kau minta kali ini?" Dia kembali berbicara sambil mengencangkan pegangannya pada tempat duduknya. 

"Mwo? Hanya karena hal itu kau ingin meminta sebanyak itu? Kau sudah membuat perusahaanku mengalami kerugian dalam jumlah yang banyak. Seharusnya aku melaporkanmu kepada polisi saat mengancamku untuk yang pertama kalinya waktu itu"

Orang di ujung telepon menanggapi sesuatu yang membuat pria paruh baya itu harus menundukkan kepalanya sambil menghela nafasnya pelan.

"Arasseo, tunggulah sampai besok pagi. Kau akan menerima keinginanmu itu sesuai jumlah yang kau bicarakan tadi"

Panggilan telepon pun di akhirinya. Tubuh tegap pria itu mulai membungkuk dan hampir kehilangan keseimbangannya namun dia berhasil mengatasinya dengan baik. Dia mulai berbalik dan menghadap ke arah meja kerjanya. Sebuah amplop coklat yang berada di bawah beberapa foto di sana menarik perhatiannya. Foto-foto sang anak perempuan yang sedang melakukan aktivitas di luar rumahnya terpotret dengan sangat jelas oleh orang yang menghubunginya tadi. 

"Park Chorong.....kenapa mereka selalu mengincarmu untuk melakukan ancaman padaku seperti ini?" Gumamnya pelan. 

Kemudian ponselnya berbunyi lagi dan kali ini sang istri yang menghubunginya. 

"Halo?"

"Kau masih berada di kantor sekarang? Jam berapa kau akan pulang?"

"Sebentar lagi. Tidurlah. Kau tidak perlu menungguku seperti kemarin"

"Chorong kembali menginap di rumah anakmu. Tidak ada siapapun di sini tapi sejak tadi aku selalu mendengar suara ketukan pelan dari arah pintu utama"

"Mwo? Benarkah? Arasseo... Jangan beranjak keluar kamar sebelum aku tiba di rumah"

"Nde..."

Panggilan berakhir. Pria paruh baya itu menghela nafasnya dengan cukup kasar kali ini. 

"Apa aku perlu menyewa jasa pengawal pribadi tambahan?" Dia kembali bergumam pelan. 

Kemudian dia melangkah keluar dari ruangan itu untuk segera menemui sang istri malam ini. Dia hanya tidak ingin ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya jadi langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah. 

Sementara itu di kediaman lain tampak Junmyeon sedang merasa gelisah akan sesuatu dan membuatnya tidak bisa tertidur dengan tenang. 

"Aishh.. Ada apa denganku? Kenapa aku merasa seperti ini sekarang?" Ucapnya saat sudah beranjak duduk dari posisi berbaringnya. 

"Seharusnya aku bisa langsung tertidur setelah makan malam tadi" Dia mulai turun dari tempat tidur untuk sekedar mengambil minum di area dapur. 

Namun pria itu justru mendapati sosok Chorong yang sedang duduk menempati sofa ruang tamu sendirian. Dia pun memilih untuk menghampirinya sekarang. 

"Kau belum tidur?"

Wanita itu menoleh ke arah sumber suara. 
"N-nde.. Ibuku selalu menghubungiku sejak tadi. Aku merasa khawatir dengan keadaannya"

"Ada apa? Apa dia sedang sakit?" Junmyeon mulai duduk di sebelahnya. 

"Tidak. Ayahmu belum pulang dan dia selalu merasa tidak tenang selama berada di rumah sendiri. Maka dari itu dia meneleponku hanya untuk berbicara singkat selama beberapa kali"

Made In YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang