Suara jepretan kamera memenuhi sebuah studio kecil buatan sendiri. Sang fotografer sibuk mengatur posisi serta pencahayaan dari kamera miliknya sambil memotret set kosong yang ada di depannya. Dia juga beberapa kali memperbaiki tirai serta peralatan lainnya yang sudah tertata rapih sejak tadi. Jam di tangannya juga diperiksanya seolah sedang mengatur waktu yang akan digunakan untuk kegiatannya hari ini. Suara sepatu hak tinggi yang mendekat membuatnya menoleh.
Chorong berjalan dengan canggung sambil memperbaiki tatanan rambutnya yang sudah dipotong sepanjang bahunya.
"Kau......."
Wanita itu memperhatikan pakaian yang dikenakannya lagi karena tatapan serius yang diberikan oleh Junmyeon.
"Aku memilih gaun yang tidak terlalu bagus hari ini....."
Junmyeon semakin terdiam saat Chorong berhenti tepat di hadapannya. Bahkan dia sesekali memeriksa hasil riasan wanita ini yang semakin rapih setiap harinya.
"Ka-katakanlah sesuatu.... Kau selalu menyuruhku untuk mengenakan yang ada di lemariku sejak satu bulan ini"
Junmyeon menghela nafasnya pelan. Dia hanya memberi isyarat pada Chorong untuk segera menempati set kecil di area dalam rumahnya sendiri.
"Pose apa yang kau ingin aku lakukan sekarang?"
"Natural..."
Chorong hanya berdiri tegak dengan tangannya sesekali memegang kursi yang disediakan di sebelahnya.
"Baiklah, aku akan memotretmu sekarang"
Wanita itu tidak berbicara apapun lagi. Sudah lebih dari beberapa minggu ini dia hanya bisa mengikuti instruksi Junmyeon saat melakukan pemotretan di kediaman ini.
"Sekarang, duduklah. Lakukan dengan formal dan tegakkan punggungmu. Benar begitu...."
Kilatan cahaya serta suara kamera sudah terasa biasa baginya.
"Gunakanlah peralatan apapun yang ada di sana. Aku sengaja menyiapkannya untukmu"
"Apa yang harus ku lakukan dengan ini? Kenapa kau menaruh payung juga di sini?"
Junmyeon tidak menanggapi lebih jauh namun kembali memotretnya selama beberapa kali.
"Katakan kapan aku harus mulai berpose"
Pria itu tidak memberikan hitungan dan kembali langsung menekan tombol kamera. Chorong berusaha menahan rasa kesalnya sampai satu jam berlalu dan kegiatan itu pun berakhir.
"Ganti bajumu sekarang. Kita akan pergi ke suatu tempat"
Chorong memilih untuk langsung berjalan ke kamarnya tanpa menanggapi apapun.
"Aishh menyebalkan sekali" Ucapnya saat menutup pintu itu dengan rapat.
Dia melepaskan sepatu hak tingginya dan juga mengganti gaun panjang yang dikenakannya dengan pakaian nyaman yang biasa dia gunakan di rumah.
Ponselnya berbunyi tanda ada yang melakukan panggilan padanya. Chorong meraihnya dan melihat nama seseorang di sana.
"Nde, Bomi'ah..."
"Eonnie, apa kau tidak bisa membantuku lagi untuk hari ini?"
"Maafkan aku. Aku sudah memutuskan untuk tidak bekerja pada siapapun lagi sejak bulan lalu"
"Aku benar-benar sedang mencari penata rias untuk para model yang akan melakukan pemotretan hari ini"
"Aku benar-benar minta maaf, Bomi'ah"
"Apa sebenarnya alasanmu untuk tidak ingin bekerja lagi, eonnie?"
"Aku sudah menjadi model untuk seseorang dan sedang menunggu bayaranku sampai saat ini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Made In You
Fanfiction[COMPLETED] Terinspirasi dari lagu solo Suho EXO yang berjudul sama. Karakter Kim Junmyeon di sini diceritakan sebagai seorang aktor musikal terkenal yang mempunyai saudara tiri bernama Park Chorong karena Ayah dan Ibu keduanya yang saling menikahi...
