22. rumah riski (dua)

49 28 4
                                        

Seperti biasa, sebelum membaca alangkah baiknya vote dulu, kalo udah di komen sekalian wk.

Happy reading gaess~

*****

Stelah kekacauan yang terjadi di dapur ini. Acca mulai membereskan semua kekacauan ini, sementara sang pelaku dia malah pergi duduk di meja makan sambil memainkan ponsel nya, entah apa yang sedang ia lakukan.

Acca mendengus, riski yang berbuat ulah, kenapa harus dirinya yang membersihkan semuanya?

"Ck!"ucap acca berdecak, berharap riski mendengar nya.

Dan ternyata riski hanya pokus ke ponsel nya dan tak mengubris keluhan acca, gak kedengeran kali ya?

"Ck!!"ucap acca lagi, kali ini sedikit keras. Namun tetap nihil riski tak melirik sekalipun ke arah acca.

"Brakkk" kali ini acca mulai kesal, dia menggebrak meja hingga riski menengok ke arah acca sebentar lalu fokus lagi ke ponsel nya.

"Lu kenapa diem mulu sih?"Tanya acca menatap riski jengkel. Riski menatap acca.

"Emang ngapa si? Ga boleh?"ujar riski balik nanya. Membuat acca naik pitam.

"Bukan gitu, masalah nya ini dapur masih berantakan bangke, gimana si lo!!"jawab acca. Sekarang riski yang heran.

"Terus kalo berantakan kenapa? Kok sangkut pautin ama gue si?"tanya riski heran.

"yang bikin ini dapur jadi kek gini kan elu ki"ucap acca berusaha sabar.

"Terus?"tanya riski lagi. Acca murka.

"YA BANTUIN GUE BANGSATTT"ucap acca berteriak, acca tak kuat menahan dirinya, ingin sekali ia mencakar wajah nya yang super ngeselin baginya.

"Bilang dong dari tadi"kata riski enteng, dia langsung beranjak dari tempat duduk nya, dan membereskan semuanya. Acca melongo tak percaya.

"Budak sinting" timpal acca.

..

Stelah se-jam lamanya mereka membereskan dapur. Tiba-tiba ada bunyi suara dari perut acca.

Kriyukk

Kriyukk

Suara itu terdengar sedikit keras, sehingga membuat riski ikut mendengar nya.

Riski menengok ke arah acca.

"Kenapa?"tanya acca yang melihat riski menatapnya.

"Lu laper?"tanya riski to the point.

"Udah tau nanya lagi, emang kalo gue laper kenapa? Mau beliin?"jawab acca balik nanya.

"Enggak, cuma nanya aja sih"balas riski cuek. Acca cemberut di tempat.

"Gak peka lu jadi temen" ucap acca mencibir. Riski terkekeh.

"Canda kali, udah sana lu beresin apa kek gue ke indojuni dulu"kata riski segera memakai jaket nya. Acca memutar matanya malas.

"Buat apa ke indomaret, kan di sini udah banyak bahan-bahan nya ki?"tanya acca heran.

"Gue mau beli bakso atau mie ayam di indojuni, kalo masak bakal lama, entar lu keburu koid,"jawab riski.

"Apaan!! Emang ada bakso di sana? Kaga ada geblek"kata acca.

''Maksud gue di deket indomart nya, hehe"ucap riski nyengir.

"Yaudah sana, keburu mati gue gegara kelaperan"balas acca.

"Yaudah"kata riski lalu melenggang pergi.

..

Kini riski sudah pulang, dan ia membawa dua bungkus bakso dan 2 minuman, untuk acca dan untuk nya.

Saat riski melangkah pergi ke dapur menghampiri acca, namun acca tidak ada di dapur.

"Mungkin di ruang tamu"gumam nya.

Lalu riski berjalan ke ruang tamu, namun tetap saja acca tidak ada.

"Atau... Si acca udah balik ya, gara-gara gue kelamaan beli makanan nya?"ucap nya lagi bergumam.

Riski mencari acca ke seluruh penjuru, namun nihil tak ada acca di sana.

Mungkin iya, acca sudah pulang. Dan riski meletak kan makanan nya di meja, dan melihat ke arah makanan itu tidak nafsu.

Stelah itu pergi melangkah ke kamar nya.

..

Sesampai nya di pintu kamar nya. Kini riski membuka pintu kamar nya.

Ceklekkk

Saat hendak memasuki kamar, riski menengok ke arah kasur, dan di sana sudah ada seseorang yang sedang terlelap tidur.

Riski tersenyum kecil.

"Gue kira lo udah pulang ca!"ujarnya bergumam.

Lalu riski mendekati acca yang masih terlelap dengan tidurnya.

Bila di lihat acca yang sedang tertidur, riski melihat mukanya teduh. Beda dengan biasanya, kalau biasanya dia selalu cerewet tak jelas maka ini beda, riski melihat acca seperti layaknya bak dewi.

Ia mendekat ke arah kening nya acca dan...

Cupp

Ya. Riski mencium kening acca secara diam-diam. Membuat sang empu menggeliat.

Riski panik, takutnya acca terbangun jadi riski memutuskan untuk sembunyi di bawah kasur nya.

1 menit..

2menit..

3menit..

Tidak ada gerakan acca terbangun sama sekali. Akhirnya riski memutuskan untuk melihat nya sendiri. Dan ternyata acca masih terlelap tidur saja.

Akhirnya riski menyelimuti Acca, sebenarnya riski ingin membangunkan nya, tapi ia tidak tega jadi membiarkan nya saja.

Riski pergi ke kursi panjang, dan duduk lalu mengambil ponsel nya. Karena bosan ia memainkan ponsel nya.

..

Acca mengerjap. Dia mengucek matanya, yang asalnya posisi terbaring kini mulai duduk, dan berusaha mengumpulkan raga-raga nya.

Acca mulai sadar, dan kini ia teringat kalau tadi ia tadi ketiduran di kamar riski. Ya riski!?!?

Acca melirik sekitar, dan sudah ada riski yang sedang bermain ponsel nya.

"Ki"ucapnya

"Hmm kenapa, udah bangun lo?"tanya riski menengok ke arah acca.

"Sekarang jam berapa?"tanya acca lagi.

"Sekarang jam 17.13, emang kenapa?"

"Hahh? Anjrot udah jam lima sore lebih?"ucapnya syok.

"Biasa aja kali reaksinya"balas riski enteng.

"Kok lu gak bangunin gue sih? Udah sore juga, entar kalo mak gue nyariin begimana?"tanya acca panik.

"Sans, tadi waktu lo tidur gue udah dm nyokap lo"jawab riski.

"Terus kata mak gue begimana?"tanya acca lagi.

"Katanya yaudah iya"jawab riski kelewat enteng.

"Oh"balas acca ber oh ria saja. Membuat riski berdecak.

"Ck! Malah diem, udah sana lu pulang"timpal riski.

"Ini juga mau pulang congekk"balas acca sewot.

"Yuadah gue tunggu di bawah"ujar riski segera berlalu dari acca. Acca hanya diam tak menanggapi.

******

Sumpah gajelas banget sih.

Jangan lupa vote+komen nya gaess~


Xixixi~

Myris [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang