Ending :)

122K 12K 17.2K
                                        

Chapter ini mungkin akan panjang banget, jadi dibacanya pas lagi senggang aja ya :)

Enjoy.

***

Now Playing | Charlie Burg - I Don't Wanna Be Okay Without You.

Selamat membaca bagian Ending.

Tak ada yang bisa membedakan antara benar dan salah, karena semua persepsi akan jelas berbeda dalam pandangan yang berbeda. Definisi bahagia itu seperti apa? Apakah selalu bersama atau ketika kita bisa menerima meskipun tak bersama. Yang jelas, definisi bahagia itu adalah ketika aku bisa tersenyum saat mengingat hal-hal yang sebelumnya sangat menyakitkan untukku.

***

Jika ditanya apa akhir dari sebuah hubungan atau sebuah pencapaian yang ada dihidupnya, Melody mungkin akan mudah menjawab pertanyaan pertama. Akhir dari sebuah hubungan ketika mereka sudah tidak saling berkomunikasi dan memutuskan untuk memberikan hati mereka ke pihak lain.

Tapi, jika pertanyaan kedua dia akan ragu saat menjawab jawabannya. Yang ada dipikirannya saat ini adalah ikhlas, bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya, bisa lebih menerima. Hanya saja itu masih menurutnya, pandangan orang lain belum tentu seperti itu.

Tentang Dylan, menurutnya takdir itu lucu. Melody sudah memutuskan enggan berhubungan kembali dengan pemuda itu, menutup pintu rapat-rapat, tapi skenario Tuhan membawanya kembali ke arah pemuda itu, seolah jalan buntu yang satu-satunya jalan hanya kembali pada Dylan.

Mereka mungkin pernah tersesat, bukan, bukan mencintai orang yang salah. Tetapi mereka pernah saling mencintai seseorang yang tak berujung kebersamaan.

Louis dan Alice bukan kesalahan dari perjalanan mereka, tetapi sebuah batu loncatan sehingga mereka bisa ada dititik sekarang.

Dari Louis Melody belajar, bahwa seberapapun dia menyayangi mahluk-Nya tidak akan pernah bisa menyaingi pencipta-Nya. Louis itu baik, pengertian, bisa mengimbangi sifat dia yang manja dan masih kekanak-kanakan, saat bersama dengan Louis dia pun lebih vokal terhadap apa yang dia inginkan, meskipun tidak banyak tapi setidaknya ada perubahan yang signifikan daripada saat bersama dengan Dylan dulu.

Mencintai dan dicintai. Rasanya dulu dia menganggap bahwa hanya dia yang mencintai Dylan, hanya dia yang berjuang, hanya dia yang menunggu. Namun nyatanya itu berdasarkan opini dirinya sendiri saja, meyakini bahwa saat itu dia benar-benar tersakiti. Tapi, ketika dibahas saat ini semua itu hal yang lucu.

Melody yang meminta mereka istirahat dari hubungan mereka dulu, hanya karena salah paham, dia merasa bahwa dirinya dulu tidak pernah dilibatkan dalam rencana Dylan dan masih menganggap bahwa Bella adalah bagian terpenting untuk Dylan. Sehingga berulang kali, gadis itu mengagalkan acara mereka. Padahal skenario aslinya tidak seperti itu.

Benar, kejadian sebelumnya banyak mengajarkan artinya kehidupan. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, jangan takut menyuarakan pendapat dan mengungkapkan kalimat cinta, jangan pergi dan tidak mau itu memang harus, sebagai afeksi bahwa menjadi oranh tak enakan, overthinking hanya akan menyusahkan dirinya sendiri.

Wisuda. Satu hal yang menurut Melody adalah pencapaian terbesarnya ditahun ini. Menyelesaikan apa yang sebelumnya dia mulai, masuk ke bagian orang-orang dengan IPK memuaskan, diatas 3,5. Bukannya itu hal yang membanggakan.

Tidak ada yang menurut dia harus dikhawatirkan berlebihan, khawatir itu perlu tapi jangan sampai membuatnya tudak mengerjakan sesuatu hanya karena memikirkan yang belum pasti.

Kalimat tentang 'Pengalaman adalah guru terbaik' itu suatu hal yang benar, karena jika perjalanan Melody tidak seperti kemarin, mungkin dia tidak akan ada di titik ini atau ada di titik ini dengan perjalanan berbeda, tetap saja tidak akan sama. Jadi, dia tidak membenci perjalanannya yang cukup drama. Jika seperti ini hasilnya tidak buruk juga.

MeloDylan 2 (Retrouvailles)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang