Cover by Wira Putra
Kesalahan manis yang di rahasiakan.
***
Ketika kita bertemu kembali, apakah yang akan terjadi? Kisah kita sempat terhenti, mungkinkah kita akan melanjutkannya kembali atau sudah sampai disini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian Empat Puluh Enam
Aku ingin menjadi sesuatu untukmu. Sesuatu yang dapat kamu andalkan dan selalu menjadi alasan dibalik senyum manismu. Terima kasih telah memilihku, Aku mencintaimu dan itu selalu.
Semua yang aku mau ada di dalam diri kamu, semoga kamu pun begitu.
***
Mendadak Alice membatalkan tempat pertemuan mereka dengan Mamanya dan mengganti tempat pertemuan menjadi di restoran dan memesan tempat private. Dylan tidak banyak bertanya akan alasannya, dia hanya mengikuti keinginan gadisnya.
Asalkan Alice nyaman, dia bisa menerimanya.
Kini di hadapan mereka telah datang seorang wanita yang masih cantik, tampak mirip seperti Alice versi dewasa. Dari potongan rambut hingga wajah pun sama, yang berbeda hanyalah dari warna mata mereka.
Dylan dan Alice berdiri dari tempatnya dan mempersilahkan Mamanya Alice duduk.
"Kamu gak kangen Mama Alice?" tanya Mamanya dengan senyuman hangat.
Tangan Alice mengepal dan kuku-kuku jarinya tertekan melukai kulitnya. Dylan segera meraih tangan Alice dan menggenggamnya.
Dia tau, Alice tidak baik-baik saja.
Alice pernah menceritakan tentang kehidupannya, belum lama ini. Dia hanya tinggal bersama dengan Ayahnya saja dan akses untuk mencari Mamanya benar-benar sulit. Bukan Alice engga berusaha mencari, tapi jika dia melakukan itu akan menyakiti Ayahnya.
Katanya Mamanya pernah meninggalkan Papanya Alice karena mendapatkan pria yang lebih kaya raya, disaat Papanya tengah berjuang dia ditinggalkan. Pernikahan mereka pun tidak di restui oleh keluarga Papanya, tapi Papanya tetap mempertaruhkan semuanya hanya untuk si wanita yang tidak tahu diri itu.
Sekarang, setelah semuanya berubah. Papanya memiliki perusahaan dimana-mana, seperti dunia kini ada di tangannya. Alice tahu, Mamanya masih sering menghubungi mengenai Sam. Berusaha menuntut ayahnya untuk bertanggung jawab, memeras dan meminta hal-hal lain.