Cover by Wira Putra
Kesalahan manis yang di rahasiakan.
***
Ketika kita bertemu kembali, apakah yang akan terjadi? Kisah kita sempat terhenti, mungkinkah kita akan melanjutkannya kembali atau sudah sampai disini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Eh salah, ini bukan lapak sultan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian lima puluh tiga
Katanya terserah, tapi setiap dikasih pilihan selalu salah. Namanya aja cewek.
***
KONDISI Fathur tidak bisa dikatakan baik-baik saja, tetapi pemuda itu tidak menyalahkan Dylan atas apa yang terjadi padanya melainkan menerima karena bisa dikatakan bahwa ini memang yang seharusnya dia terima.
Sebelumnya Melody meminta kepada Dylan untuk mencabut tuntutannya kepada Fathur tetapi Fathur menolaknya, karena yang berhak mencabut adalah Alice. Fathur tau Alice memiliki rencana untuk semuanya, tidak mungkin gadis itu meninggalkan keadaan berantakan seperti sekarang.
Sejujurnya Fathur juga tau akan alasan Dylan melakukan ini semua, dia akan melakukan hal yang sama jika ada di posisinya. Namun, semua telah terjadi tak ada guna untuk di sesali melainkan harus tetap dijalani.
"Belum ada kabar dari Alice?" tanya Fathur yang dibalas gelengan singkat dari Dylan.
"Hubungan lo?" tanya Fathur lagi.
Dylan menaikkan bahunya, "Kelar."
"Gue beruntung punya Bella," ujar Fathur, "gue pikir dia bakalan ninggalin gue disaat kaya gini."
"Itu cewek udah cinta mati sama lo," balas Dylan, "lagian Bella gak mungkin ninggalin disaat lo susah."
"Makanya gue bilang beruntung punya dia, jagain ya Lan, titip. Jangan banyak pikiran anaknya, rentan, kan?"
"Kayanya dari dulu emang gue yang jagain."
Melody yang ada disana hanya mendengarkan obrolan Dylan dengan Fathur. Dirinya merasa tak dianggap ada disana, menyebalkan. Sebegitu serukah obrolan para kaum adam itu sehingga dia seperti tak ada.