Cover by Wira Putra
Kesalahan manis yang di rahasiakan.
***
Ketika kita bertemu kembali, apakah yang akan terjadi? Kisah kita sempat terhenti, mungkinkah kita akan melanjutkannya kembali atau sudah sampai disini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mau kasih foto pantai aja ah, biar adem
Bagian Empat Puluh | Retrouvailles (Bag 10)
Lo itu pelaku disini, jangan bertingkah seolah korban. Berhenti menyalahkan orang lain dan mencari alasan untuk pembelaan. Sampah.
***
Setelah permainan pernah gak pernah itu usai, empat sekawan itu kembali ke kamarnya untuk istirahat. Tapi, antara Kate dan Anna seperti terjadi sesuatu karena keduanya benar-benar terlihat canggung satu sama lain.
Jane mengerutkan dahinya, lalu dia merangkul kedua sahabatnya itu.
"Kate minta maaf sama Anna," pintanya, "Lo ngapain sih ngajuin pertanyaan kek tadi, semua kaget. Mana mungkin kan Nana ciuman ama Liam? Sinting, kalau kasih pertanyaan tuh yang masuk akal dikit," cibir Jane
Kate terkekeh saat mendengarnya, lalu dia tersenyum, menatap ke arah Anna.
"Maaf Na, gue keterlaluan," ucapnya
"Lagian, kek gak ada cowok lain aja. Apa bagusnya sih dari Liam. Bego iya, manja iya, nyebelin iya, kaya doang sih sama wajahnya lumayan. Tapi, ya percuma kalau bego nanti duitnya abis, iya kan, Dy?" Jane bertanya ke arah Melody yang sepertinya tidak fokus, dia diam saja.
Melody menatap ke arah Jane, dia hanya tersenyum sekilas.
"Kalau cowoknya kaya kak Dylan ya wajar, dia pinter ada otaknya, kaya bang Ical juga wajar dewasa dan selalu ngerti," cerocos Jane, "Angga, kan setia dan dewasa jdi gak mungkin Anna main sama cowok lo Kate, Liam kan bocahnya kebangetan."
Diantara mereka memang Jane yang sering sekali menilai orang lain. Tapi, Kate tak merasa terganggu karena itu. Jane seperti itu, karena dia tidak tahu dan seharusnya dia tidak pernah tau. Agar, persahabatan mereka tidak canggung. Setidaknya, hanya itu yang bisa dilakukan oleh Kate.
Kini mereka telah sampai di kamar dan tengah membersihkan wajah masing-masing. Anna yang sudah selesai lebih dulu, memilih untuk tidur lebih cepat dan Jane tengah berada di toilet. Kebiasaan dia, sebelum tidur adalah buang air besar lebih dulu. Katanya biar lebih nyenyak tidurnya.