Update, 12 Agustus 2019
Jangan lupa follow instagram biar gak ketinggalan info seputar MeloDylan terbaru :
asriaci13
NOW PLAYING | Ong Seong Wu - Our Story (At Eighteen)
SELAMAT MEMBACA CERITA MELODYLAN
***
BAGIAN SEPULUH | BERDAMAI DENGAN MASA LALU
Masing-masing dari kita telah melangkah ke jalan pilihan masing-masing, namun tanpa sadar bahwa kita belum menyelesaikan yang terjadi di masa lalu.
***
PERASAAN Fathur menjadi tak biasa saat dia bertatapan dengan gadis yang selama ini dia rindukan. Sudah hampir dua tahun, dia tidak tau tentang kabar gadis itu. Sekarang, gadis itu muncul secara tiba-tiba di hadapannya.
Banyak hal yang ingin Fathur tanyakan kepada Bella. Tentang mengapa ia menutup akses kontaknya, dan tak ingin berhubungan dengan Fathur lagi. Tetapi ada satu hal yang Fathur syukuri hari ini, keadaan Bella baik-baik saja. Bahkan jauh terlihat baik-baik saja. Gadis itu tampak lebih ceria dari biasanya.
Ada perasaan sakit saat pemuda di samping Bella merangkulkan tangannya di bahu Bella. Fathur masih tidak terbiasa dengan pemandangan yang seperti itu, karena biasanya Bella hanya menatap ke arahnya. Katakanlah dia egois, namun dia merasa kehilangan saat Bella sudah tak lagi menatap hanya untuknya.
Bahkan Fathur tak bisa fokus dengan lagu yang dibawakan oleh Melody di stage. Selama ini mereka hanya menipu perasaannya masing-masing. Yang dipikir Fathur bahwa kepergian Bella adalah hal yang terbaik, ternyata tidak. Terbukti saat Bella hadir kembali, perasaan Fathur goyah.
Entah Fathur sadar atau tidak, bahwa sepasang mata memperhatikannya sedari tadi. Ya, kali itu Melody telah turun dari stage karena ada pengunjung yang akan ikut menyumbangkan suaranya. Ada yang ingin Melody tanyakan kepada Fathur, tapi tidak bisa. Karena kini sudah ada yang menyambutnya dengan tatapan bahagia, memberinya botol minum dan meminta Melody duduk disampingnya.
Tidak ada yang baik-baik saja. Meskipun beberapa orang hanya menganggap bahwa cinta masa SMA hanyalah cinta masa monyet biasa, tetapi untuk sebagian orang lagi cinta masa SMA bisa menjadi cinta yang paling berkedan dan sulit untuk dilupakan.
Ponsel Anna mendapat panggilan telepon, lalu dia langsung mengangkatnya. Kata yang keluar dari bibirnya hanya "iya." Setelah itu dia memutus panggilan telepon itu.
"Angga udah di depan, gue nyusul Angga dulu ya?" izin Anna kepada teman-temannya, "Angga juga nanya kapan akan dimulai rapat pertama untuk acara reuni kita."
Tak mendapat jawaban Anna langsung keluar dari kafe, sebentar dia melirik ke arah meja Dylan. Dylan menyadari hal itu, lalu dia melemparkan senyuman kecil untuk Anna, namun Anna hanya menaikkan bahu sebagai balasan.
"Kenapa minta gue kesini?" Angga langsung bertanya saat Anna baru saja keluar dari dam kafe.
"Ga, gue gak nyaman dengan keadaan ini," ujarnya.
"Maksud lo?"
"Iya. Dylan, kak Fathur, Melody dan Bella kini seperti orang asing, membuat gue canggung. Lo tau, gue gak bisa mihak siapapun. Mereka semua temen gue dan lo juga tau itu."
Anggak mengangguk. Dia paham situasinya, biar bagaimanapun Dylan temannya dari kecil dan dia sepupu dari kekasihnya itu, sementara untuk Melody dia sahabat dari Anna.
KAMU SEDANG MEMBACA
MeloDylan 2 (Retrouvailles)
RomansaCover by Wira Putra Kesalahan manis yang di rahasiakan. *** Ketika kita bertemu kembali, apakah yang akan terjadi? Kisah kita sempat terhenti, mungkinkah kita akan melanjutkannya kembali atau sudah sampai disini?
