Special Chapter | Dua

24.3K 2.4K 534
                                        

PERHATIAN : Jadi kenapa part ini aku posting, untuk spoiler kalian yang nggak beli MeloDylan versi novel. Jadi, bakalan aku kasih tau bagian-bagian awal yang emang "BEDA" banget dengan wattpadnya.

Jadi, enjoy.

Kalau yang gak suka, bisa skip aja. Buat yang mau baca, silahkan dibaca.

***

BAGIAN DUA | UNDANGAN REUNI

Takdir itu lucu ya, ada saja alurnya untuk mempertemukan kita. Tetapi satu hal yang harus diingat bahwa kita hanya dipertemukan kembali, bukan disatukan kembali.

***

"Kalian mau dateng ke reuni sekolah gak?" tanya Kate

Seperti biasa ketika hari minggu empat sekawan itu berkumpul untuk menghabiskan weekend bersama. Melody, Kate, Anna dan Jane. Mereka akan pergi ke tempat makan, jalan di mal atau hanya pergi ke rumah salah satu di antara mereka. Itu sudah menjadi ritual wajib, tanpa cowok dan hanya melibatkan mereka.

Hari ini adalah jadwal mereka berkumpul di rumah Anna

"Ikut dong," ujar Jane semangat, "penasaran gak sih sama temen-temen yang lain, terakhir kumpul kan pas Bella meninggal. Iya gak sih?"

Anna mengangguk setuju, "Bener, udah lama. Mel, lo ikut?"

"Gatau deh, kalian kan tau izin sama Louis gimana. Ini aja kalau bukan tradisi kita sebelum gue kenal Louis, gak akan diizinin pergi tiap minggu."

"Udah tau posesif tapi masih dipertahanin...," cibir Jane

"Iya, padahal dia udah mendominasi lo dari senin sampe sabtu," tambah Kate

"Tapi gue sayang," balas Melody

"Sayang atau karena telanjur bersama aja, atau lo yang gak enakan buat ngomong sama dia. Diubah dong Mel, masa mau ikutin apa kata Louis mulu," omel Anna dan ucapan Anna barusan disetujui oleh dua temannya yang lain.

"Lo aja gak pernah marah kalau si Louis latihan basket, atau kumpul ama temen-temennya sampe malem. Tapi giliran lo, pusing deh gue. Masa ikut UKM atau Himpunan aja gak boleh." Jane menyuarakan keluh kesahnya, karena mereka sangat sulit ada waktu bersama Melody setelah Melody bersama dengan Louis.

Hubungan yang sudah terjalin dua tahun itu menurut Melody baik-baik saja. Meskipun Louis terkesan mengekangnya tapi dia selalu menepati janjinya, seperti dia selalu ada ketika Melody membutuhkannya, meminta untuk menjemput atau mengantarnya. Meskipun terkadang seperti kemarin dia tidak mengantar namun menjemput. Tapi, Melody sangat yakin kalau malam itu tidak ada yang mengantarnya, Louis akan datang untuk menjemputnya.

Menurutnya ini bukan hubungan yang toxic, karena di posisi sekarang pun Melody tidak merasa bahwa dia dirugikan.

"Gue yang gak mau ikutan kok," jawab Melody, "Oh iya, kemarin malam gue ketemu sama kak Dylan."

"HAH?!" Jane dan Kate terkejut bersamaan, tapi Anna hanya menampilkan wajah yang biasa saja saat itu.

"Dia udah balik? Kapan?!" Kate bersemangat, "Tambah ganteng gak? Tambah dingin gak? Gimana sekarang Mel, spill cepet."

"Ya gitu, gak banyak sih kita ngobrolnya karena Louis keburu jemput gue. Gak sedingin dulu, tapi masih sama." Jawaban Melody membuat Jane dan Kate bersemangat mencari tahu tentang Dylan di social media.

Namun nihil. Sosial Media Dylan sudah lama tidak aktif dan terakhir aktif saat dia masih SMA. Mungkin dia memiliki akun private yang hanya mengikuti teman-teman terdekatnya saja. Entahlah, sejak dulu pemuda itu jarang sekarang mempublikasikan kehidupannya ke social media.

MeloDylan 2 (Retrouvailles)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang