Special Chapter | Satu

28.2K 3.2K 1.3K
                                        

Absen sini yang masih pada nungguin!!!


BAB SATU  | Awal Kita Bertemu Kembali

Rasanya seperti dipermainkan oleh semesta, ketika kamu datang kembali tepat dihadapanku setelah tidak ada kabar sama sekali.

Satu hal yang ingin aku tanyakan, bagaimana kabarmu setelah perpisahan kita dulu?

***

SEPERTI biasa setiap hari jumat dan sabtu Melody mengisi pertunjukan di kafe yang dikelola temannya, David. Pemuda itu berhenti berkuliah di tengah-tengah dan lebih memilih untuk membuka kafe yang dekat dengan kampus, tujuannya agar menjadi tempat nongkrong mahasiswa-mahasiswi saat selesai berkuliah.

Sepertinya rencananya berhasil, karena kafe itu tidak pernah sepi pengunjung bahkan banyak pelanggan tetap disana. Selain karena harga yang sesuai dengan kantong pelajar, design kafenya pun aesthetic. Saat sore sampai malam hari ada live musik yang akan menemani mereka.

Sejujurnya awal mula terciptanya kafe ini karena kecintaan David terhadap kopi, lalu Melody menyarankan agar pemuda itu membuka coffe shop, namun siapa yang tau bahwa David lebih memilih membuka kafe kekinian.

"Gak di antar Louis?" tanya David saat melihat Melody datang sendirian ketika memasuki kafe.

"Dia ada latihan basket, nanti pulangnya jemput katanya," jawab Melody yang kini bersiap naik ke atas panggung.

"Terus kesini sama siapa?"

"Kak Fathur."

"Kenapa lo gak pacaran sama dia tapi malah berakhir sama Louis?"

"Dave, kak Fathur punya pacar sekarang dan malam ini dia mau pergi kencan sekalian nganterin. Lagian Abang juga mau pergi sama Jane, lo tau sendiri gue gak berani naik taxi atau ojek online."

"Lo bisa minta tolong gue Mel, kalau lo lupa."

"Lo pilihan terakhir ketika semua orang sibuk." Melody tersenyum ke arah David dan David balas tersenyum.

Biasanya Melody akan menyanyikan berbagai macam lagu entah itu lagu Indonesia, barat bahkan Korea. Tergantung banyaknya request yang masuk. Namun malammini ada sesuatu yang membuat gadis itu membaca ulang list request lagunya, ada seseorang yang meminta dia menyanyikan lagu Bimbang milik dari Melly Goeslaw. Lagu itu sangat membekas di ingatannya, maupun di perasaannya.

Di pertengahan Melody menyanyikan lagu itu dengan petikan gitar di pangkuannya, matanya mengangkap seorang pemuda yang tengah menatapnya. Tatapan itu adalah tatapan yang sudah hampir 4 tahun tidak Melody temui. Entah mengapa perasaan Melody menjadi tak menentu, namun tatapan matanya tetap terfokus ke arah pemuda itu dan orang itu pun melakukan hal yang serupa kepada Melody.

Entah mengapa, afeksi yang ditimbulkan oleh pemuda yang pernah mengisi harinya, perasaannya sangat kuat padahal mereka sudah lama berpisah. Kalau tidak salah lihat, dia adalah Dylan Arkana, mantan kekasihnya ketika mereka berada di sekolah menengah dulu.

Orang yang selama ini tidak pernah Melody dengar kabarnya sama sekali, seolah pemuda itu hilang ditelan bumi. Kini dia muncul di depannya tanpa memberitahu terlebih dahulu.

Untung saja Melody bisa menyelesaikan lagunya sampai selesai, namun dia meminta untuk istirahat dulu untuk menetralkan perasaannya. Berulang kali dia mengenok ke arah meja di mana Dylan berada, takut seandainya dia hanya berhalusinasi karena efek lagu yang dia bawakan. Namun, orang itu tetap berada di tempatnya, sendirian.

"Dave, lo liat cowok yang diujung sana..." Melody meminta David untuk melihat meja Dylan, "Lo kenal dia gak?"

"Kenal, dia mantan lo," jawabnya singkat, "Dylan, kan?"

MeloDylan 2 (Retrouvailles)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang