Pagi ini kediaman Kim dibuat sibuk, para pelayan disibukkan dengan persiapan Tuan mereka yang akan pergi ke kediaman Tuan Besar Kim, bukan appanya tetapi kakeknya. Tuan Besar Kim yang sangat dihormati dalam keluarga Kim.
"Aku dan Haesoo akan berangkat lebih awal, jika Jaemin sudah siap, antarkan dia ke kediaman kakek, Uhm ahjussi tolong ya?" Uhm ahjussi mengangguk.
"Baiklah aku pergi duluan, Haesoo kajja" Haesoo mengangguk, Jungwoo dengan setelan jas biru dongker bergaris emas itu segera masuk ke dalam mobil dan Haesoo melajukan mobil keluar area rumah.
Kang ahjumma meminta pelayan untuk menyiapkan aroma wewangian di bathtub Jaemin, tidak hanya untuk mandi, tapi juga pakaian Kang ahjumma meminta para pelayan untuk segera menyiapkannya.
"Tolong segera siapkan bubur hangat dan potongan buah apel untuk sarapan Tuan Muda Na." pinta Kang ahjumma pada koki dapur.
"Kang ahjumma, kita harus menyiapkan pakaian yang mana untuk Tuan Na?" tanya seorang pelayan.
"Setelan kemeja baby blue dengan garis silver di jas dan celananya. Pakaian itu ada di tempat pakaian khusus yang ada di ruangan Tuan Muda, ambilah ke sana, sepatunya berwarna putih, ne?" pelayan tadi mengangguk dan segera pergi mengerjakan tugasnya.
Jaemin benar-benar dibuat terkejut oleh semua pelayan yang melayaninya, dia malu karena semua pelayan yang melayaninya adalah wanita, para noona. Untuk mengurangi ketidaknyamanannya dia memilih untuk memakai bajunya sendiri sesegera mungkin. Dia sarapan juga sebelum waktunya sarapan seperti biasa, dan itu dilakukan sebelum mandi, padahal biasanya dia baru sarapan setelah mandi. Sarapan hari ini adalah bubur, apel, dan teh madu untuknya.
Kang ahjumma membawa masuk stylish khusus yang sudah disewa oleh Jungwoo. Stylish kepercayaan Jungwoo, Kang Seulgi namanya. Wanita cantik itu meriasnya dengan sesegera mungkin. Seulgi tidak membubuhkan banyak make up, dia membuat make up Jaemin senatural mungkin, karena si manis ini sudah cantik dan tampan tanpa perlu riasan berlebih.
"Sudah selesai, sudah manis dan tampan" Jaemin hanya bisa tersenyum malu.
"Nana, sudah waktunya berangkat, mari pakai sepatumu dulu." Jaemin mengangguk menurut, dia mendekati pelayan yang sudah siap dengan sepatunya.
"Ne"
.
.
Kakek Kim benar-benar tidak menyangka akan melihat kembali cucunya yang dicoret dari KK oleh kedua orang tua anak itu sendiri. Kakek Kim benar-benar sedih saat tahu anak-anaknya berebut harta waris dari mendiang istrinya padahal mereka sudah mendapatkan porsinya masing-masing.
"Lama tidak melihatmu, harabeoji, bagaimana kabarmu?" Jungwoo duduk bersimpuh di hadapan sang kakek. Pelayan dengan hanbok datang dan menyediakan teh tradisional pada keduanya.
"Kau bisa melihatnya sendiri, masih sehat bugar, jika kau mengajakku jalan-jalan aku masih mampu" jawab sang kakek dengan candaan, Jungwoo menanggapinya dengan tawa pelan.
"Ya, harabeoji masih nampak sehat, setelah ini jika aku sudah menikah, cucu menantumu akan selalu menemanimu" ujar Jungwoo.
"Cucu menantu? Tapi kau datang sendiri ke- oh astaga! Kau begitu rapi, seharusnya aku sudah menebak apa maksud tujuanmu kemari selain untuk berkunjung." ujar Kakek Kim. Jungwoo tersenyum.
"Permisi Tuan, ada tamu bernama Jung Jaehyun dan Lee Taeyong, keduanya mengatakan datang atas undangan Tuan Muda Kim." seorang pelayan datang dan melaporkannya.
"Izinkan mereka masuk, mereka berdua tamuku, tidak apa." ujar Jungwoo.
"Baik Tuan Muda" pelayan itu pun pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Jungwoo x Jaemin] Happy Ending
Hayran KurguJaemin yang menyimpan perasaannya pada Jeno sahabatnya. Tapi hal baik tidak datang pada Jaemin, Lee Jeno yang ia cintai telah berpacaran dengan sahabatnya yang lain, Huang Renjun. Jaemin tidak bisa membendung kesedihannya, tapi ia tetap memberikan u...
![[Jungwoo x Jaemin] Happy Ending](https://img.wattpad.com/cover/253634352-64-k739489.jpg)