32. Talk

505 65 31
                                        

Chandra POV

Gue ngeliat dia dari kejauhan. Bahkan gue nggak ada niatan untuk mendekati nya dan mengurungkan niat untuk masuk ke kelas

Sampai ada satu saat dimana gue ngeliat ada rasa takut yang terlihat jelas di matanya

Ketika 3 kampret itu datang dan ngebuat Clarissa nggak bisa bergerak dari tempat dia berdiri

Gue nyoba buat nggak mau ikut campur tapi rasanya langkah kaki gue nggak melakukan apa yang otak gue suruh

Sampai pada akhirnya gue berdiri nggak jauh dari tempat dia berdiri, matanya beberapa kali mengerjap kala 3 kampret itu ngasi beberapa omongan yang udah biasa dilontarkan sama para buaya

Entah dia mengerjap karena takut atau karena mulut mereka bau naga. Tapi rasanya gue pengen menarik cewek itu dan memberikan beberapa pukulan ke 3 kampret itu

"Lo pada budeg? Kata dia minggir"

Lagi, bahkan mulut gue nggak melakukan apa yang otak gue suruh

Gue tau kalau mereka bakalan pergi dari hadapan Clarissa. Tapi kepalan gue menguat saat salah satu dari mereka menyentuh Clarissa

Gue ngeliat ada getaran hebat di tangan Clarissa yang dia paksa berhenti sambil meremat rok nya sendiri

Gue kangen lo Ca

Kali ini tubuh gue melakukan apa yang otak gue suruh. Gue masuk ke kelas tanpa menghiraukan Clarissa

Pada saat gue masuk, ada tangan yang menghalangi pergerakan gue untuk terus jalan

"Talk to her. Now" kata Liana

"What?"

"Gue sama Ann yang bawa dia kesini"

"Dan 3 kampret itu lo juga yang bawa?"

"Enggak. Bukan gue, gue nggak tau kalau bakal ada yang godain Clarissa dari kelas sebelah"

"Lia lo apa apaan sih? Gue harus ngomong apa? Gue nggak mau"

"Talk to her. Please dia harus tau semuanya"

"Gue nggak mau Li. Harus berapa kali gue bilang sama lo"

"Gue nggak mau lo nyesel Chan. Ninggalin dia disini dengan lo yang bahkan nggak ngomong apa apa sama dia. Lo mikir ga kalau dia bingung sama sifat lo yang kaya gini?"

Gue sedikit kaget sama Liana yang tiba tiba banyak omong kaya gini. Kenapa nggak ada yang ngerti gue?

"Lo nggak ngerti Li"

"Gue sangat ngerti. Kalau gue ada di posisi dia sekarang, gue mungkin bakalan marah marah sama lo karena dengan seenaknya lo pergi tanpa ngomong apa apa Chan. Tapi sayang nya Clarissa nggak berani kaya gitu ke lo. Karena apa? Dia nggak mau nyakitin lo"

Gue nggak menjawab apa apa, seakan ada kata yang tertahan yang memang nggak bisa gue keluarin

"Dan lo nyakitin dia sekarang"

"Lo nggak ngerti kalau gue juga sakit Li, lo nggak pernah ngerti"

"Kalau lo nggak ngomong sama dia. Sakit lo nggak akan pernah ada obatnya"

Gue ngerasa... Liana bener.

Gue mengusap muka gue kasar, dan jalan buat ninggalin Liana dan keluar buat nemuin Clarissa

Tapi dia nggak ada.

Gue menghela nafas sebelum lari ngejar dia yang harusnya belum jauh dari sekitar sini. Sampai gue nemuin dia di salah satu kursi taman dengan tatapan nya kearah bunga matahari yang sebagian dari mereka layu

[1] Eunoia | Haechan ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang