FIFTEEN

617 20 0
                                        

•BENJI POV•

Jujur aku sangat kasihan kepada Dimas, karena yang dia bilang sebagai abangnya itu lagi mabuk mabukan padahal Dimas sudah memasak masakan dengan susah payah
Aku tadi tau dari salah satu bawahan Rio kalau dia sedang mabuk mabukan di sebuah club malam dengan seseorang yang ada di kamar ***, yang ternyata itu adalah Abram

Sewaktu aku membawa mobil dengan kecepatan yang lebih cepat dari standar kecepatan, aku melihat Dimas sangat khawatir...seperti tidak se khawatir Kaka adik aku juga sangat tau kalau mereka itu tidak hanya adik Kaka seperti pada umumnya

Dia pun berteriak histeris karena aku tiba tiba ngerem
Aku pun memandang kearahnya dengan ekspresi yang kubuat seperti sedang marah, aku melihatnya sangat ketakutan

"Jawab aku dengan jujur,...apa hubungan mu dengan si Abram!!!!"

Aku melihat dia sangat ketakutan dan matanya mengeluarkan air mata yang sangat deras

"A....aku....aku pacaran dengan Abram, dan kami pasangan gay...hiks...", Dia pun langsung berusaha membuka pintu

Aku merasa iri pada Abram karena memiliki Dimas
Tapi aku juga sangat senang ternyata Dimas itu menyukai pria

"Kamu mau kemana???"

"Tolong buka.....aku mau keluar"

"Kenapa kamu keluar??, Apa kau berpikir aku marah karna kamu itu gay??"

"I..Iyah, tolong buka pintunya Benji aku mohon"

"Dengar aku Dimas, aku itu punya banyak teman yang gay di Jerman jadi kamu tidak perlu khawatir, dan aku juga......", Aku tidak melanjutkan kata kataku karna Dimas sekarang masih menjadi milik Abram

"Kamu kenapa Benji..??"

"Tidak tidak kita harus ke tempat itu sekarang.."

Aku tidak mungkin memberitahu kalau Abram sedang mabuk mabukan dengan Rio
Aku juga tau kalau Rio itu seorang gay karena dia pernah kupergok membawa seorang pria ke ruangannya

"Yaudah kita ke restoran ***********"

"Hah......kenapa kita kesana??"

"Aku tadi melihatnya dengan.....dengan seorang pria"

"Bukannya restoran itu hanya untuk orang yang berpasangan"

"Iyah aku juga tau, kita coba lihat saja siapa tau aku salah lihat tadi"

Aku bingung ke si Abram laknat itu, kenapa dia bisa melupakan Dimas yang sudah jadi pacarnya, atau apa dia selingkuh sama Rio yang memang kekar dan memiliki muka yang lumayan tampan

"Apa Rio sudah menemukan orang lain sekarang???", Tanyaku dalam hati

Beberapa menit kami pun sampai ke restoran itu, sewaktu aku membuka mobil dia pun langsung tergesa gesa sambil menyalakan handphonenya
Aku pun ikut mengejar nya masuk

Dimas pun mengedarkan pandangannya ke seluruh restoran

"Mba....apa tadi sore ada pria ini makan di sini"

"Eh......mas yang tampan itu, dia tadi makan di sini sama pasangannya mas apa mas ini adiknya"

"Pasangan??, Bukannya tadi sore dia makan bersama dengan seorang pria mba??"

"Iyah mas, kata si pria itu mas yang ada di foto ini adalah pasangannya jadi kami layani dengan baik"

"Oowh, emang restoran ini nerima pasangan gitu yah??"

"Iyah mas, mas berdua juga mau pesan satu meja mas???"

"Eh bukan mbak kami hanya nyari Abang saya, kalau begitu kami permisi yah mbak terimakasih banyak mbak"

ORGANISASI (BXB)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang