Jake tuh udah skeptis duluan ya sama anak-anak les, soalnya dia mikir, pasti sih ni anak-anak datengnya ngaret.Taunya nggak, yang pertama datang tuh Jihan sama Yuki, terus disusul Jevan-Haikal, terus baru Wilona dateng sendiri dilanjut Yuna yang dateng bawa-bawa kamera vlog. Selisih waktu mereka dateng bahkan cuma 5 menit.
"Kerasukan apa kalian?" tanya Yuna heran. Cewek ini yang pertama tau kelas ini gimana, bahkan Malvin, Jevan sama Haikal pernah 30 menit telat datang les. Terus tiba-tiba jadi kompak gini, mukjizat apa yang datang?
"Kerasukan setan kangen kali Yun," jawab Jevan.
"Eh mau dong gue masuk vlog Ibu Youtuber," kata Haikal, merapikan rambutnya lalu memasang pose sok gantengnya.
"Ya ... boleh sih tapi jangan sok ganteng bisa gak?"
Jake menyeringai. "Lo serius nyuruh Haikal gak sok ganteng? Oh mana bisaaaa."
"Hi guys! Welcomeback to Hussey's daily random vlog. Jadi hari ini kita tuh mau ke tanding basketnya Malvin, kalau kalian penasaran Malvin orangnya yang mana, aku drop fotonya disini ya," kata Yuna, menunjuk bagian samping kamera. "Ganteng sih, tapi emang anak sini tuh kelakuannya gak ada yang normal."
"Di deket gue ada si gemes, Jihan. Say hi dong, terus gimana kesan les bareng kita?"
Jihan tersenyum lebar. "Halooo! Sumpah, gue baru satu kali dateng les, mana habis itu libur 2 minggu, tapi kayak udah kenal lamaaaa banget sama kalian. We should be perfect match, right?"
Yuki mengacungkan jempol. "Gue setuju karena gak ada Malvin disini."
"Gue gak setuju karena masih ada Jevan-Haikal disini." Wilona angkat suara.
Suara klakson mobil terdengar. "Lu semua mendingan cepet naik sebelum kita telat," perintah Jake lewat kaca jendela mobil.
Akhirnya beres deh tuh formasinya. Jevan dan Haikal duduk di kursi paling belakang, Yuki, Jihan dan Wilona di tengah, sedangkan Yuna dampingin Jake di depan.
"Lo bener-bener buta arah, Jake?" tanya Yuna, soalnya dia daritadi tuh bener-bener ngarahinnya intens kayak google maps, padahal lokasinya gak jauh dari rumah Jake. Kameranya ditaruh di tengah, kayak posisi kamera carpool karaoke.
"Beneran, gue paling jauh ke sekolah doang."
"Wajar lah, namanya Jake Simanjuntak bukan Go-Jake," sahut Jevan, sedikit berteriak karena jaraknya cukup jauh dengan kursi depan.
"APAAN SIH KOK GUE KETAWA HAHAHAH." Tawa Yuki pecah seketika.
"Kayaknya kita harus sering jalan bareng biar Kak Jake hapal jalan," saran Jihan.
Jake mengangguk. "Ayo realisasikan Go-Jake mulai dari sekarang, gue gabut di rumah."
"Gue nyimak sambil senyum-senyum soalnya Jake gak ada ngomong Bahasa Inggris daritadi," ujar Haikal, bangga dengan pencapaian dari usaha yang selama ini ia dan teman-temannya lakukan.
"Gue kan keren."
"Eh asli deh, gue baru kepikiran, kita tuh gak ada nanya ke Malvin soal tandingnya jam berapa gak sih?" Wilona mulai menuturkan kebingungannya.
Yuki menepuk jidatnya. "Iya, ntar kalau tiba-tiba pertandingannya sore gimana?"
"Kok gue baru kepikiran ya?"
Semuanya udah nyoba berpikir positif — yang pada dasarnya, pikiran tuh gak bisa merubah situasi sama sekali. Beneran mah, ini lapangannya udah diisi sama pedagang kaki lima tapi penontonnya belum dateng semua kecuali mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wildest Course | 02-04 liners
FanfictionNiatnya gabung di les ini cuma pengen belajar Bahasa Inggris, ternyata dapat bonus teman- teman absurd yang gilanya gak tertandingi. Tapi di satu sisi bisa diandalkan, dimanapun dan kapanpun. "I came here to learn English, I never thought that I'd b...