Thread mereka berjalan sukses tanpa ada kendala sedikitpun, mungkin karena viral dan banyaknya korban yang bermunculan menyebabkan proses hukum menjadi mudah.
Keadaan les kembali seperti semula. Wilona dan Haikal yang semakin lama seperti slime lengket di baju, Jihan dan Jevan yang gak pernah absen mengutarakan gombalan receh, Yuki yang masih betah menjomblo, Malvin yang menyesuaikan diri dengan anak-anak olimpiade, Jake dan Yuna yang sampai sekarang gak jelas arah hubungannya ke mana.
"Kak Jake! Kalo gue bilang 'David had a money for Mia, but couldn't deliver it because he was in her way'. Kok rada aneh yaa menurut gue??" tanya Jihan, menghampiri Jake yang sibuk mengescroll laman FYP Tiktoknya.
"Hah apa? Coba ulang."
"David had a money for Mia, but couldn't deliver it because he was in her way," ulang Jihan dengan cepat.
"Waktu lo pake kata 'her' sama 'him', kalimatnya jadi ambigu. Gue perlu tau siapa yang dimaksud dengan kata ganti itu. Jadinya orang gak yakin siapa 'her' yang kedua, entah itu Mia atau ada 'her' yang lain. Gitu juga dengan 'he' perlu dijelasin si 'dia' yang ngelarang si David ngasih uang ke Mia siapa," jelas Jake rinci. "Kalo lo mau, lo bisa ngerubah kalimatnya dengan nambahin tokoh lain. Jadi, David had a card for Mia, but couldn't deliver it because William was in Mia's way' gituu."
Jihan mengangguk paham lalu berterimakasih. Jake memang grammar genius.
Kayaknya bukan grammar aja. Jake hebat hampir di semua bidang. Olahraga bisa, matematika bisa, English juga fluent.
Cuma kurang bisa terus terang sama perasaannya aja, he he he he.
"Jake had a feeling for Yuna, but he couldn't bring himself out of shame. Did I make a correct sentence, Jake?" Yuna yang menyimak obrolan Jihan dan Jake tiba-tiba bergabung.
Bukan Yuna kalau nggak blak-blakan.
Sedangkan Jake hanya tersenyum canggung.
Jihan menepuk pundak Yuna singkat. "Sabar, pasti ada waktunyaa. Yakan Kak Jake?"
Jake mengangguk singkat.
"Wilona nggak masuk ya hari ini?" tanya Yuki.
"Iya, dia kan latihan cheers, bentar lagi ada lomba," sahut Haikal.
Terdengar langkah kaki rusuh dari arah pintu.
"Bye guys, hi ladies! Mwaaah." Jevan yang baru saja masuk kelas langsung menyapa teman-temannya dengan sound tiktok viral.
"Elu jangan begitu nape Jep, merinding gue denger suara kecupan lo," protes Haikal.
"Dua!!" sahut Yuna.
"Iyeee dah iyeee. Semua yang ada di dalam diri gue menjijikkan."
Setelah ngomong begitu langsung dipukul kecil sama Jihan. "Gak boleh gitu!"
"Lo pada culture shock gak ngeliat Malvin begitu?" tanya Haikal, menunjuk Malvin yang daritadi sibuk mengerjakan setumpuk soal matematika.
"Momen gini tuh masuk dalam 7 keajaiban dunia, habis ini masuk guinness world record," celetuk Yuki asal.
Sedangkan si empu yang diejek masih sibuk dengan kegiatannya, tak menanggapi sedikit pun.
Seram.
"Gue ke bawah dulu ya, beli snack. Mau nitip apa?" tanya Jevan, bangkit dari kursi lalu mencolek lengan Jihan. "Ikut gak ay?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Wildest Course | 02-04 liners
FanfictionNiatnya gabung di les ini cuma pengen belajar Bahasa Inggris, ternyata dapat bonus teman- teman absurd yang gilanya gak tertandingi. Tapi di satu sisi bisa diandalkan, dimanapun dan kapanpun. "I came here to learn English, I never thought that I'd b...