Tema: buat karya dengan kalimat awal "Semua itu dimulai dengan sebuah kebohongan."
*
*
*
"Semua itu dimulai dengan sebuah kebohongan."
Iris mata Sien berkilau biru muda sama seperti jari-jarinya yang membuat pahatan es dari sihir, bayang-bayang yang tercipta karena cahaya di atas Sien menutupi wajahnya, terkesan seram. Keempat orang di depannya diam dengan ekspresi tegang.
Pahatan bunga es cantik yang melayang di atas telapak tangan Sien mengeluarkan asap putih tipis yang menegaskan kemisteriusan bunga tersebut. Oliver ingin menyentuhnya, tetapi ia takut jarinya akan membeku.
"Bunga liar nan mematikan tercipta di sekeliling Sang Pendusta, bibitnya dapat tumbuh dan berkembang dari semua kebohongan yang diucapkannya."
"Suatu waktu, Sang Pendusta terjerat oleh batang berduri bunga merah kebohongannya lalu mati dengan cara menyakitkan."
Winter memeluk Oliver semakin erat dengan jantung berdebar, pemuda itu tersentak hingga kepalanya hampir menabrak dagu Winter. Namun, keduanya tetap tidak bersuara.
Udara di sekitar lima orang yang berada di tempat tunggu loket menjadi lebih dingin, bahkan di meja hitam yang mereka kelilingi meninggalkan uap dingin.
Pahatan itu berubah menjadi pahatan seorang gadis dengan rambut diikat dua sedang membawa keranjang rajut berisi bunga berbagai macam.
Sien lalu berkata, "Sepuluh tahun setelah kematian Sang Pendusta, lahirlah seorang gadis manis yang tumbuh menjadi penjual bunga. Gadis itu tidak pernah berdusta selama hidupnya, jadi pesonanya tidak terhalang kegelapan."
Lydia, pacar Sien, mengagumi pahatan gadis itu dan ber-oh ria dalam hati, berkebalikan dengan Andisia di sebelahnya yang menggigil karena tidak memakai jas, ia menatap tajam pahatan itu. Ia ingin balik ke kamarnya, tetapi cerita Sien lebih menarik daripada berbaring di tempat tidur.
"Namun, saat bulan penuh kutukan datang, sang gadis ditumbalkan ke hutan selama tiga puluh hari untuk meredakan arwah terkutuk di sana. Sang gadis sangat ketakutan, hanya bunga-bunga liar yang menjadi temannya."
Sekarang pahatan es gadis itu sedang memegang bunga liar yang sama dengan bunga kebohongan tadi.
"Setiap hari sang gadis mengatakan bahwa orang-orang meninggalkannya di hutan untuk melindungi hutan ini, sang gadis memuji kebaikan mereka, sang gadis berkata kepada bunga merah selama tiga puluh hari."
"Bunga itu menjadi lebih merah dan tidak layu seperti bunga liar lainnya, benda terkutuk itu memakan semua kebohongan sang gadis dari hari pertama sampai hari ketiga puluh."
"Pada hari terakhir,"--batang berduri dari es mulai menyebar perlahan mengelilingi orang di sana--"bunga itu mulai melilit sang gadis yang tidak lagi mempesona."
Rasa beku menyentuh lengan Oliver yang dilintasi batang es, kedua matanya sangat fokus pada es yang menjalar pelan seperti gerombolan cacing yang berusaha memisahkan diri.
"Perlahan, ke--"
BRAK!
"AAAAAAAAAHH!"
"AAAAAAAAAAAAAHH!
Andisia dan Winter berteriak bersamaan, tubuh Oliver menjadi sangat lemas saking terkejutnya, dan Lydia melompat ke sebelah Sien dari tempatnya berdiri tadi.
"Selamat malam, kalian sedang apa?" tanya orang yang menggebrak meja tanpa aba-aba dengan nada ramah tanpa dosa.
"KARIEL!" seru Sien. Jantungnya berdisko hebat, sihir esnya hilang seketika akibat pria tersebut.
Kariel tersenyum lebar di sisi meja terbuka dan berkata, "Sepertinya ramai, ikut dong!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Layanan Antar Malam
Short Story[NPC's Daily Writing Challenge 2021] Kariel adalah kurir Kantor Pos Antardunia yang siap mengantar paket ke tujuan dengan selamat. Dunia manusia? Dunia sihir? Dunia iblis? Dunia futuristis? Tidak masalah, paket Anda akan sampai di tujuan!
