SUDAH DIREVISI!
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN FOLLOW AKUN INI. SEKIAN TERIMA JAEMIN!
Biar waktu yang menyembuhkan, biar waktu yang menjawab semuanya, dan biar waktu yang menjadikan nya kuat.
Kisah tentang orang-orang yang berjuang demi me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gatara Adya Nugraha
------
Gatara sudah memarkirkan sepedanya didepan rumah Riyana, karena sudah menjadi hal yang biasa bagi Gatara dan Riyana pergi sekolah bersama.
"Yana, Om Firman," teriak Gatara di depan pintu rumah Firman.
"Masuk aja," titah Firman yang berasal dari dalam.
Gatara memang sudah terbiasa keluar masuk rumah Firman tapi dia tidak pernah asal masuk karena dia masih memiliki sopan santun, Gatara melangkahkan kakinya ke arah dapur karena Firman dan Riyana pasti sedang berada di sana.
"Makasih Om," ujar Gatara sambil duduk di kursi yang sudah biasa dia duduki.
Gatara terus memperhatikan Riyana yang sedang memasak, bahkan Gatara sampai tidak berkedip sama sekali, Riyana nampak berbeda ketika dia sedang serius.
"Udah kali liatin nya," Gatara salah tingkah ketika Firman mengetahui dia sedang memperhatikan Riyana.
"Om nggak perlu bilang terima kasih, karena ini sudah menjadi tanggungjawab serta janji Gata sama Om," Firman tersenyum ketika mendengar perkataan Gatara.
"Makanan udah siap," ujar Riyana bersemangat ketika sudah menyiapkan masakannya.
"Wih enak nih," puji Gatara ketika melihat sepiring nasi goreng yang sudah jadi didepannya ini dengan berbinar.
"Iya dong, itu gue bikinnya pakai hati," Gatara terkekeh pelan mendengarnya, selalu saja seperti ini.
"Mana hatinya kok nggak ada," ujar Gatara sambil mengaduk nasi gorengnya untuk mencari keberadaan hati yang Riyana maksud.
"Ta!" Gatara menatap mata tajam Riyana yang kemudian dia tersenyum manis, Riyana lucu ketika bertingkah seperti itu.
Mereka bertiga sarapan dengan hangat, Gatara bersyukur bisa bertemu dengan mereka berdua, mereka selalu memberikan kehangatan ketika Gatara tidak bisa mendapatkan dari keluarganya sendiri.
Gatara pamit kepada Firman begitu juga dengan Riyana, Gatara memakaikan Riyana helm sepeda yang sudah dia bawa.
"Sekarang naik ini dulu, karena motor gue lagi di bengkel," ujar Gatara berbohong, motornya dia tinggal di rumah karena perdebatannya dengan Nugraha tempo hari.