Firman dan yang lainnya berlari menerobos beberapa orang yang berlalu lalang di lobby rumah sakit, saat sedang berlari menuju resepsionis kaki Ambara tersandung kakinya sendiri yang membuat dirinya tersungkur ke lantai.
Teman-teman nya tentu tidak ada yang mengetahui hal itu, Ambara memegang kakinya yang seperti nya terkilir. Salah satu dari pengunjung rumah sakit mendekati Ambara yang terduduk di lantai.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya orang itu yang dijawab hanya gelengan oleh Ambara. Setelah itu orang tadi pergi karena mendapat respon yang baik-baik saja dari Ambara.
Saat Ambara mencoba untuk berdiri tiba-tiba tubuhnya terhuyung karena dia tidak mampu berdiri dengan maksimal, Ambara memejamkan matanya saat tubuhnya yang mungkin saja akan terjatuh untuk yang kedua kalinya.
"Eh?" heran Ambara karena dia tidak merasa sakit sama sekali.
Saat membuka matanya dia terkejut bukan main ketika siapa yang menolongnya. Abraham. Dia menolong Ambara. Setelah Ardi mendapat kabar jika Gatara berada di rumah sakit, dia langsung menghubungi Abraham.
"Hati-hati makanya kalau jalan," sinis Abraham yang kemudian berjongkok melihat kondisi kaki Ambara.
Ambara menahan senyum ketika mendapat perhatian dari Abraham walaupun itu hanya sebuah perhatian kecil tetapi Ambara senang, setidaknya Abraham memperdulikannya. Abraham memapah tubuh Ambara untuk mengikuti yang lainnya.
Firman telah sampai di depan pintu ruangan UGD, di sana Firman langsung menghadap kedua laki-laki yang memang sedang berdiri di sana.
"Bagaimana keadaan mereka berdua?" tanya Firman yang membuat Bima melirik Ibra sekilas.
"Riyana sudah dibawa ke ruang rawat, tapi Gata.." perkataan Bima terjeda dan hal itu sontak membuat orang yang ada di sana penasaran dengan kelanjutan dari perkataan Bima.
"Gata kenapa?" tanya Firman yang sedikit meninggikan suaranya. Dia kesal dengan Bima yang sudah membuat dirinya panik bukan main.
"Gata keadaannya kritis dan masih ditangani oleh dokter," setelah mendengar perkataan Bima barusan semua orang yang ada di sana tersentak kaget.
"Kenapa bisa sampai kritis?" tanya Ardi yang tidak tahu alasan mengapa Riyana dan Gatara masuk ke rumah sakit.
"Saya minta maaf, kejadian ini berkaitan dengan saya," ujar Ibra meminta maaf dengan tulus mengenai kejadian ini.
Ardi langsung mencengkeram kerah baju milik Ibra, dia tidak tahu siapa Ibra tapi Ibra sudah mencelakai temannya. Nadine yang melihat itu langsung mencoba melerai mereka berdua.
"Di, udah," ujar Nadine penuh harap, sontak Ardi langsung melepas cengkraman nya itu.
Tidak lama dokter yang menangani Gatara keluar sontak membuat mereka langsung menghampiri dokter tersebut.
"Gimana keadaan Gatara?" tanya Firman khawatir dengan kondisi Gatara saat ini.
"Pasien saat ini sedang koma dan pasien membutuhkan donor darah sekarang," ujar Dokter tersebut yang membuat tubuh Firman melemas.
"Kebetulan darah yang dibutuhkan pasien saat ini sedang kosong karena jenis darahnya langka, hubungi keluarga pasien yang mungkin saja mereka memiliki darah yang sama dengan pasien," setelah itu dokter pergi keruangan nya dan menunggu kedatangan keluarga Gatara nantinya.
Firman langsung merogoh ponsel nya untuk menghubungi Nugraha, karena secara tidak langsung Firman juga merasa bersalah karena kejadian ini juga karena membantu anaknya Riyana.
------
Nugraha dan Bimo kini sudah berada didalam mobil untuk menuju ke rumah teman-teman Gatara, dia sudah mengunjungi rumah Firman namun tidak ada keberadaan mereka di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
About Time (End)
Teen FictionSUDAH DIREVISI! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN FOLLOW AKUN INI. SEKIAN TERIMA JAEMIN! Biar waktu yang menyembuhkan, biar waktu yang menjawab semuanya, dan biar waktu yang menjadikan nya kuat. Kisah tentang orang-orang yang berjuang demi me...
