Setelah mendapat pesan dari Riyana mengenai rentetan makanan serta minuman Ardi, Nadine langsung berbinar dan beranjak pergi, baru satu langkah tangannya dicekal oleh Ambara.
"Mau kemana lo?" tanya Ambara kebingungan dengan sikap temannya yang satu ini.
"Gue mau beli makanan buat Ardi, lo disini dulu," baru saja Ambara ingin protes tapi Nadine sudah lari begitu saja.
"Ck! Gini amat punya temen bucin," desis Ambara sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Eh gila gue sendirian dong, aduh gimana ini mana gue nggak kenal siapa-siapa lagi," Ambara menatap sekelilingnya, dia tidak mengenali mereka semua yang ada di sana.
Ambara memilih menunggu diluar saja, dia tidak ingin menjadi bahan tontonan anak sebelah yang haus akan wanita.
Nadine mengendarai motornya sedikit lebih cepat, dia harus segera menemukan toko yang menjual makanan ringan rumahan. Sesekali Nadine menatap layar ponselnya yang menunjukkan arah jalan menuju toko tersebut.
"Kok tutup sih," decak Nadine ketika melihat toko yang ada di depannya ini tutup.
Nadine mencari lagi di ponselnya barangkali ada yang masih buka disekitaran daerah sini.
"Dapat!" girang Nadine ketika ponselnya menemukan letak toko yang dia maksud.
Dengan kecepatan sedang Nadine mengendarai motornya, dia sesekali merapal kan doa agar toko yang sekarang dia kunjungi tidak tutup.
Tidak lama motor Nadine berhenti di sebuah toko yang dia tuju yang ternyata masih buka, dengan tergesa-gesa Nadine memasuki toko tersebut.
"Permisi mbak, saya mau cookies, sandwich buah, sama donat nya" ujar Nadine dengan sekali tarikan napas kepada penjaga toko yang ada di sana.
"Sebentar saya ambilkan," ujar penjaga toko tersebut sambil tersenyum ramah ke arah Nadine.
"Ini mbak, totalnya jadi 150 ribu," Nadine mengeluarkan dompetnya dan mencari keberadaan uangnya.
"Buat pacarnya ya?" tebak penjaga tersebut yang membuat Nadine bersemu merah mendengarnya.
"Dulu juga ada sepasang kekasih yang selalu pesan makanan ringan kayak gini, tapi sudah lama mereka tidak terlihat lagi," ujar penjaga toko tersebut sambil menerawang kejadian dimasa lalu, Nadine hanya memperhatikan penjelasan penjaga toko tersebut tanpa membuka suara sedikitpun.
"Lain kali ajak juga pacarnya kesini ya," goda penjaga toko tersebut yang lagi dan lagi membuat Nadine bersemu merah dan salah tingkah.
"Iya mbak, nih uangnya," Nadine memberikan dua lembar uang berwarna merah.
"Ini kembaliannya, selamat menikmati," setelah itu Nadine beranjak pergi keluar.
Nadine menaiki motornya dan pergi menuju tempat futsal. Dia tidak ingin tertinggal sparingan Ardi.
------
Ambara menatap sinis Abraham dan teman-temannya yang baru datang, dia kata nunggu itu enak apa.
"Lama banget sih kalian," desis Ambara ketika mereka sudah berada didepan Ambara.
KAMU SEDANG MEMBACA
About Time (End)
Roman pour AdolescentsSUDAH DIREVISI! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN FOLLOW AKUN INI. SEKIAN TERIMA JAEMIN! Biar waktu yang menyembuhkan, biar waktu yang menjawab semuanya, dan biar waktu yang menjadikan nya kuat. Kisah tentang orang-orang yang berjuang demi me...
