Setelah itu, William langsung pulang ke rumahnya tanpa mampir ke mana-mana.
"Kau... Meskipun kau kehilangan lenganmu kau kenapa terlihat bahagia begitu?" Tanya Kurama.
"Apa kau tidak mengerti perasaanku!?" Ucap William.
"Aku tidak mengerti, makannya aku bertanya, kenapa kau terlihat bahagia seperti itu?" Tanya Kurama lagi.
"Memang benar sangat di sayangkan bahwa lenganku menghilang" ucap William.
Meskipun dia bilang seperti itu, entah kenapa tidak ada perasaan sedih sedikitpun dari hatinya, malahan dia berdebar-debar karena bahagia!
"Kau... Ya sudahlah, aku tidak ingin peduli lagi" ucap Kurama.
"Oh? Kau peduli padaku? Aku sangat tersentuh" ucap William dengan nada mengejek.
"Brengsek kau!" Teriak Kurama.
"Lupakan soal itu, Iris! Berikan aku 'itu'!" Ucap William.
[Dimengerti, Apakah Master ingin membeli tangan kiri buatan yang terbuat dari logam Adamantium seharga 12.000.000 EP?]
"Ya!" Balas William.
[Pembelian berhasil]
[Apa Master ingin menginstalnya sekarang?]
"Langsung instal" ucap William.
[Dimengerti]
Setelah itu, muncul sebuah tangan yang terbuat dari logam Adamantium yang di cat dengan warna hitam dengan garis ungu terang sebagai pembuluh darahnya.
"Oh! Ini benar-benar terasa seperti tanganku sendiri!" Ucap William.
William mencoba menggerak-gerakkan tangan kirinya, dan tidak ada keanehan, malah itu lebih ringan dan lebih kuat dibandingkan dengan tangan kirinya yang putus.
"Jika seperti ini, aku ragu kalau aku ingin menumbuhkan kembali lenganku" ucap William.
[Master harus menumbuhkan kembali lengan Master, karena untuk dapat promosi ke Human God, Master harus memiliki anggota tubuh yang lengkap]
"... Kau merusak kesenanganku" ucap William.
[Jika saya tidak memberi tahu Master, ada kemungkinan Master akan menyalahkan saya]
"Oke, oke, terima kasih atas pemberitahuannya" ucap William.
William pergi ke ruang latihan dan langsung mencoba membiasakan dirinya dengan lengan kiri yang barunya.
Memang benar bahwa tidak ada keanehan dari lengannya, tapi kekuatan lengan kirinya itu terlalu luar biasa. Pukulan kekuatan penuh tangan kanan setara dengan sentilan biasa tangan kiri.
Karena terlalu sulit mengendalikannya, William menciptakan limiter untuk tangan kirinya. Karena pada dasarnya sekarang tangan kirinya adalah senjata, jadi William bisa mengubahnya dengan Abilities Excogitationnya.
Karena terlanjur keseruan, William menciptakan beberapa perubahan yang bisa dilakukan tangan kirinya, contohnya adalah pelontar granat, pelontar api, pelontar es, dan banyak lainnya.
"Wow! Aku merasa sangat senang saat ini" ucap William "aku sangat ingin mencoba hal ini sekali dalam hidupku" tambahnya.
"Rupanya kau ada di sini Willy" ucap seseorang.
"Vally ya, apa misinya sudah selesai?" Tanya William.
"Ya, itu sangat mudah" jawab Valina.
Valina berjalan kearah William, lalu dia terkejut dengan tangan kiri William.
"Ta-tanganmu kenapa?!" Tanya Valina yang terlihat agak panik.
"Ah, tanganku hancur dan tidak bisa berregenerasi lagi" jawab William "jangan khawatir, aku baik-baik saja kok" tambahnya.
"Bagaimana bisa aku tidak khawatir!?" Balas Valina.
"... Baik, maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir, tapi aku baik-baik saja, sungguh" ucap William.
William berjalan kearah Valina, dan membawa Valina ke pelukannya.
"Bodoh!" Ucap Valina.
"... Ya, aku memang bodoh" ucap William "maka dari itu, aku akan berjanji, aku tidak akan pernah membuatmu khawatir lagi" tambahnya.
"Sungguh?" Tanya Valina.
"Ya, aku bersumpah" ucap William.
Setelah Valina tenang, mereka saling bertukar cerita. Bagaimana Valina membuat para Dewa Olympus ingin mendatangani perjanjian perdamaian, dan bagaimana William kehilangan lengan kanannya.
Ternyata metode yang digunakan Valina tidak berbeda jauh dari William, yah, malah metodenya terbilang lebih ekstrim.
Valina dan yang lainnya menghadapi semua Dewa yang menentang tentang perdamaian ini. Tentu saja mereka juga menghajar Zeus, Poseidon, dan Hades.
Valina melawan Zeus, Bikou melawan Poseidon, dan Arthur melawan Hades. Valina dan Bikou bisa menang dengan mudah, tapi Arthur harus menggunakan salah satu kartu trufnya untuk mengalahkan Hades, tapi pada akhirnya Arthur juga menang tanpa mengalami luka.
"Yah, semuanya sesuai rencana?" Ucap William.
"Kenapa nadamu terdengar seperti bertanya?" Tanya Valina.
"Tidak ada apa-apa" balas William "baiklah, karena sebentar lagi adalah waktu makan malam" tambahnya.
Setelah itu, mereka berdua pergi dari ruang latihan. Seperti biasa, William pergi masak makan malam, dan yang lain mengobrol untuk mengisi waktu mereka.
Semua orang terkejut karena tangan kirinya jadi tangan robot, tapi setelah beberapa penjelasan akhirnya mereka tenang.
Mereka menghabiskan malam dengan mengobrol, lalu William pergi tidur bersama Valina.
-Keesokan Paginya-
William terbangun dari tidurnya. Dia melihat Valina masih tertidur di sampingnya.
"Apa yang harus aku lakukan hari ini ya" pikir William "Iris, apa salah satu utusan dari Nyarlathotep ada di dunia ini?" Tanyanya.
[Tidak ada Master, karena keberadaan Master dan penghalang yang sudah saya siapkan, saya yakin tidak akan ada yang bisa masuk kesini secara paksa]
"Baguslah kalau begitu" ucap William "ngomong-ngomong Iris, apa nanti saat aku pindah dimensi aku bisa membawa seseorang dari dimensi ini?" Tanyanya.
[Sayangnya itu tidak bisa, Master bisa saja membawa seseorang, tapi Tier minimal untuk berpindah dimensi adalah Tier X]
"Aku baru pertama kali mendengar ini" ucap William "yah, tidak masalah juga sih, meninggalkan pertahanan di sini juga bukan strategi yang buruk" tambahnya.
[Meskipun Master tidak ada di dimensi ini, Master bisa tenang karena bisa dipastikan tidak akan ada yang bisa masuk kedalam dimensi ini secara paksa]
"Aku heran, kenapa kau bisa seyakin itu?" Tanya William.
[Karena penghalang yang saya pasang, dan dunia ini adalah salah satu dunia yang diawasi langsung oleh GOS, jadi mustahil ada keberadaan yang bisa lolos dari pandangannya]
"... Oke, aku mengerti" ucap William "kalau begitu apakah sekarang aku bisa berpindah dunia?" Tanyanya.
[Tentu saja bisa, waktu di dunia ini akan berjalan lebih lambat saat Master pergi ke dimensi lain, jadi Master bisa tenang]
"Baiklah! Kalau begitu aku akan pergi dulu" ucap William "berikan aku tugas yang lebih mudah dulu" tambahnya.
[Baik, saya akan mulai mencari tugas yang mudah untuk kali pertama anda]
Setelah itu William bangkit dari tempat tidurnya perlahan agar tidak membangunkan Valina. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Fyuh~ rasanya segar" ucap William "aku penasaran, dunia mana yang akan aku datangi ya?" Tambahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
God Of Sovereign
FanfictionMenceritakan seorang brandalan yang bertransmigrasi ke dunia dimana malaikat, malaikat jatuh, iblis, youkai, dewa, naga, pahlawan ada. Ya, dunia itu adalah dunia DxD. (Catatan : Basisnya akan di dunia DxD, tapi kemungkinan nanti bakalan lanjut ke du...
