"Bagaimana kalau kita mulai ke ronde 2?" Ucap William.
Semua orang termasuk Siwa gemetar merasakan tekanan yang dikeluarkan Akamaru.
William langsung menendang tanah dan melesat kearah Siwa, dan hanya dalam 1 detik, William sudah muncul di hadapan Siwa.
William menyerang Siwa dengan punggung pedangnya. Itu tidak menimbulkan luka tebasan, tapi itu membuatnya terpental sangat jauh.
Siwa menubruk bukit hingga hancur berkeping-keping.
"Ada apa? Apa hanya ini saja kemampuan Dewa terkuat?" Ucap William.
"Masih belum, aku belum menunjukkan keseriusanku" ucap Siwa.
Siwa bangkit dengan susah payah. Bisa terlihat di bagian depan tubuhnya ada luka memar.
Siwa mengumpulkan energi ilahi, dan semua lukanya sembuh, lalu dia membuka mata ketiganya.
Keluar sinar laser yang sangat cepat dari mata ketiga Siwa. Kecepatannya itu membuat William tidak bisa menghindarinya tepat waktu, dan hasilnya tangan kiri William putus, lalu darah bersemburan kesana kemari.
"Sepertinya aku terlalu banyak bermain-main" ucap William.
Dari ekspresinya, seringai di wajah William menghilang digantikan dengan wajah yang terlihat sangat marah.
"Kau adalah orang pertama yang bisa melukaiku seperti ini" ucap William "selamat! Sekarang aku benar-benar marah" tambahnya.
William mengayunkan pedangnya menghantam tanah, lalu muncul retakan yang langsung mengarah ke Siwa dengan kecepatan yang luar biasa.
Siwa berhasil menghindarinya dengan susah payah, tapi sayangnya serangan barusan hanya pengalihan saja.
William langsung berteleportasi ke belakang Siwa dan memukulnya ke langit dengan keras.
William mulai memborbardir Siwa. Di sisi lain, Siwa hanya bisa menerima serangan dari William, dan tidak bisa membalasnya.
William terus menyerang Siwa di langut meenerbangkannya kesana kemari dengan sangat cepat, sehingga yang orang-orang lihat hanyalah garis lurus berwarna merah saja.
Setelah beberapa ratusan pukulan, William menghantamkan Siwa ke tanah dengan keras.
"Apa-apaan dengan kekuatan itu" ucap Siwa dengan nada yang lemah.
"Tidak usah di pikirkan, seumur hidupmu, kau tidak akan tau kebenaran dari kekuatanku" ucap William dengan ekspresi dingin di wajahnya "Ittoryu Iai! Daishinkan!" Tambahnya.
Seketika lengan kanan dan lengan kiri Siwa terpotong seketika. Semua orang termasuk Siwa terkejut.
"Ap!? Sejak kapan!?" Batin Siwa.
William mengarahkan pedangnya ke tenggorokan Siwa.
"Menyerah atau mati" ucap William.
Untuk pertama kalinya, Siwa bergidik ketakutan dengan orang yang ada di hadapannya. Dia tidak pernah menyangka bahwa William memiliki kekuatan yang begitu luar biasa.
"A–aku menyerah" ucap Siwa.
William menarik pedangnya, dan menyimpannya di dalam penyimpanannya, lalu dia mengeluarkan 2 buah Ultimate Potion.
Dia menggunakan 1 untuk dirinya, dan 1 lagi untuk Siwa.
"Huh... Aku terlalu banyak bermain-main, lain kali aku harus lebih waspada" pikir William.
Setelah itu, tangan Siwa yang sudah hancur seketika tumbuh kembali, tapi anehnya tangan William tidak tumbuh kembali. Parvati dan semua anak Siwa langsung mendatanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
God Of Sovereign
FanfictionMenceritakan seorang brandalan yang bertransmigrasi ke dunia dimana malaikat, malaikat jatuh, iblis, youkai, dewa, naga, pahlawan ada. Ya, dunia itu adalah dunia DxD. (Catatan : Basisnya akan di dunia DxD, tapi kemungkinan nanti bakalan lanjut ke du...
