Allena terbangun saat bunyi alarm dari ponselnya. Mencuci muka dan menyikat gigi. Rencana pertama dimulai.
Hari ini hari selasa. Biasanya axe mengenakan jas biru tua, kemeja hitam, celana senada dengan jas. Dan dasi hijau tuanya juga.
Menyiapkan sarapan sebelum para chef dan maid bangun. Mencari resep terbaru. Ia mulai berkutat didapur.
Aroma masakan membuat sang tuan rumah terbangun. Melirik jam. Para chef masak dijam segini? Axe terdiam sesaat. Apa ia membuat peraturan baru? Seingatnya tidak.
Mencuci wajahnya. Kakinya melangkah menuju dapur. Allena berkutat didapurnya. Dengan wajan yang berisi masakan dan asap mengepul disana. Apa yang wanita itu usahakan? Sekarang axe ingat.
"Kau pikir semua yang kau lakukan itu berguna?
Allena menatap axe dengan senyum indahnya."kau bangun? Ini masih terlalu pagi. Kau bisa tidur lagi. Sementara aku akan menyiapkan sarapan untuk mu".
"Setelah ini. Jangan sentuh dapur ku lagi".dingin axe sebelum meninggalkan allena.
Allena terdiam. Matanya terasa panas saat genangan air dipelupuk matanya. Menangis? Tidak. Allena tidak akan menangis semudah itu. Kembali melanjutkan acara masaknya. Ia bisa memakan semua ini kalau axe tidak mau. Atau membuangnya ke tempat sampah.
Axe selesai mandi. Melihat pakaian sudah siap. Allena yang melakukannya? Itu sudah pasti. Meraih baju itu dan memasukkan kembali kedalam lemari. Memilih pakaiannya sendiri.
Saat keluar kamar. Ia melihat allena makan dengan lahap. Bukannya wanita itu memasak untuknya? Lalu kenapa allena terlihat ingin menghabiskan makanan itu? Pikirannya salah rupanya.
Memasang sepatunya. Melirik allena yang asik makan tanpa mengetahui keberadaannya. Apa allena selapar itu? Jangan perduli axe. Jangan sampai kau memberi peluang untuk wanita itu agar kau menyukainya. Itu terdengar bodoh.
Allena mendengus. Melihat pintu tertutup saat axe pergi. Tidak bisakah axe menghargai usahanya? Sedikit saja. Setidaknya mencicipi sedikit masakan yang ia buat.
Melihat miris piring yang berisi masakannya. Melepaskan sendok yang ada ditangannya. Kenapa ia merasa sedih sekarang?
Mengangkat masakannya. Dan membuang kedalam bak sampah. Mencuci piring kotor itu.
Axe terdiam saat menyaksikan apa yang allena lakukan? Tadinya ia kembali karena ada berkas yang tertinggal. Tapi saat melihat apa yang allena lakukan. Bayangan tentang berkas itu tergantikan dengan amarahnya.
"Apa sekarang kau merasa berhak berbuat semau mu dirumah ku?
Axe kembali? Menatap axe."tidak. Ada kotoran cicak saat aku makan tadi. Mungkin cicaknya tepat diatas piringnya".bohong allena.
"Kau bisa memberi makanan itu untuk anak yang kelaparan diluar sana".datar axe, tetap terkesan marah."itu makanan. Bagaimanapun juga, aku membelinya bukan meminta".
"Maaf. Akan ku ganti".ucap allena pelan. Kepalanya menunduk.
"Seharusnya aku sudah mengusir mu dari awal".
Allena semakin menunduk. Suara langkah kaki axe terdengar menjauh darinya. Apa axe sudah benar2 pergi? Mengangkat kepalanya.
Jangan. Jangan sampai axe mengusirnya. Ia harus bertahan disini. Ia akan berusaha. Untuk kakaknya, ia rela mengorbankan harga dirinya.
.
Satu bulan berlalu terasa sangat cepat. Pembanguna gedung mereka belum selesai. Namun sudah berada ditahap hampir setengah jadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY XENZERLAND 2
Romanceini cerita area dewasa🔞🔞🔞21++ harap bijak dalam membaca hidupnya yg sekarang sudah berubah hanya warna hitam yg mengelilinginya Gressy sudah meninggalkannya tidak ada lagi yg menyenangkan baginya didunia ini semua hancur. Baca sepenuhnya ya😊 Sa...
