"DIMANA KALIAN SAAT MEREKA DICULIK?! teriak xender marah.
Semua penjaga disana menunduk takut. Bagaimana tidak, tuan mereka marah besar. William dibawa kerumah sakit karena terluka akibat serangan penculik kenzia dan deff. Dan mereka benar2 tidak tau apapun tentang kejadian itu.
"DASAR PAYAH!! KALIAN KU PECAT!!
"Dimana ayah?
Mata xender mengicing saat mendengar suara axe. Menatap anak buahnya."pergi!
Axe menghampiri xender. Mulutnya terbuka ingin menanyakan hal yang sama. Tapi melihat tatapan nanar xender membuatnya memilih mengantup kembali mulutnya.
"Kenzia dan anakku hilang. Ayah terluka. Aku tidak tau apa yang terjadi. Saat aku datang ayah sudah dimasukkan kemobil ambulan. Dan kenzia, deff. Mereka tidak ada".lirihnya. air matanya menetes begitu saja. Dengan gerakan pelan menyeka air matanya. Menatap axe.
"Aku sudah menyuruh orang ku untuk mencari mereka. Kita harus bekerja sama saat ini. Jangan khawatir, mereka pasti baik2 saja".
Xender terkekeh pelan."dari dulu dan sekarang kau masih sama. Masalah hanya datang dari mu dan terimbas pada kami".
Axe mencoba memahami kesalah pahaman adiknya. Ia memilih diam tidak menyangkal apapun itu yang dikatakan xender.
"Kau diam? Ada apa axe? Apa kau tidak ingin membela diri?
"Disaat seperti ini, kau masih ingin bertengkar dengan ku?
"Aku tidak ingin bertengkar dengan mu atau dengan siapapun".mendekati axe. Manik indah keduanya beradu. Tatapan xender begitu tajam. Dan tatapan axe begitu datar, namun lebih tajam, menusuk sampai mati.
"Tapi kedatangan mu yang membuat ku memulai perkelahian. Sekarang apa yang kau inginkan, hm? Kau ingin aku hancur lagi?
"Cukup xender. Kita harus mencari kenzia dan deff. Perkelahian tidak menyelesaikan masalah. Terlambat sedikit, kita semua akan menyesal".datar axe. Meninggalkan xender.
Xender melangkah cepat mengikuti axe.
.
Kenzia terbangun dari pingsannya. Kepalanya terasa sakit. Aroma minyak tanah menyapa penciumannya. Membuka matanya.
"Kau sudah bangun?
Kenzia tidak melakukan apapun mendengar suara asing itu. Matanya sibuk melihat sekelilingnya. Pabrik tua? Rumah tua? Entah, kenzia tidak tau pasti.
"mama".suara kecil deff membuat kenzia tersadar. Bangkit dari rebahannya. Sial. Tangannya di ikat, kakinya juga. Melihat deff berada dipangkuan pria itu.
"Anak mu lucu juga. Siapa namanya? Deffandreos xenzerland? Deff? Anak mu tidak cengeng. Aku senang itu".memainkan robot yang ada ditangannya untuk menggoda deff yang berada dipangkuannya. Deff tertawa menampilkan giginya.
"LEPASKAN ANAKKU!!
"teriakan mu kuat sekali. Kenapa aku tidak melakbannya tadi? Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Apa yang kau inginkan?
Pria itu tersenyum miring. Memindahkan deff keatas meja besar yang ada disampingnya. Menghampiri kenzia.
"Kau ingin tau apa yang ku inginkan?
Kenzia tidak mengatakan apapun. Pandangannya sesekali melihat deff yang asik bermain. Ia sangat takut anaknya itu terjatuh.
"Wanita yang sedang bersama axe. Aku menginginkan dia".kembali duduk dikursinya. Menyilangkan kakinya.
"Tapi semua orang melindunginya. Aku merasa kesal dengan itu".menatap deff yang menawarkan mainan padanya. Tersenyum."tentu sayang. Berbagi apa yang kau punya pada ku. Kalau kau bisa. Biarkan diri mu bersama ku menjadi barang yang bisa ditukar dengan wanita itu. Kau setuju?
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY XENZERLAND 2
Romanceini cerita area dewasa🔞🔞🔞21++ harap bijak dalam membaca hidupnya yg sekarang sudah berubah hanya warna hitam yg mengelilinginya Gressy sudah meninggalkannya tidak ada lagi yg menyenangkan baginya didunia ini semua hancur. Baca sepenuhnya ya😊 Sa...
