Inget ya cerita ini khusus 18+!
Bagi yg mau baca silahkan terserah. Jika tidak, boleh dilewatkan scene yang lagi 'nganu' nya :v
*Selamat mencoba *
•••
Mature Content! 18+!
"Jimin, aku mohon jangan seperti ini"
Rose menyerah dan memohon,
Bagaimana tidak? Kini seluruh alat gerak ditubuhnya sudah ada dibawah kuasa Jimin,
dia tidak bisa melakukan apa apa lagi selain memohon
Jimin menyeringai, tatapannya tertuju pada leher jenjang Rose. Jimin mendekatkan bibirnya kesana, menghembuskan nafas seolah menggoda si empunya
Jimin semakin menekan kejantanannya yang sudah mengeras itu pada kewanitaan Rose
"Kau bisa rasakan itu sayang?"
Jimin berbisik ditelinga Rose, sedangkan Rose mencoba menahan desahannya
"Dia sangat menginginkanmu, dia sangat ingin berada didalammu"
Jimin mengecup telinga Rose dan menekan dengan kuat kejantanannya pada kewanitaan Rose yang masih sama sama terhalang oleh Pakaiannya. Tetapi tetap memberikan efek yang luar biasa bagi mereka berdua, yaitu ahh..nikmat!
"Aaahh..Jimin"
"Ya, teruslah sebut namaku sayang.."
Jimin mengecup dan menjilat leher Rose, memberikan banyak tanda disana. Sedangkan tangannya bergerak aktif untuk membuka seluruh pakaian Rose
Jimin menyudahi aksi cumbuannya dileher Rose, dia tersenyum melihat banyak tanda yang telah dia buat pada leher Rose. Dan senyumannya semakin berkembang menjadi seringaian saat dia melihat tubuh Rose sudah tidak terbalut apapun lagi. Bahkan pakaian dalamnya pun sudah tidak ada lagi ditubuhnya
Sedangkan Jimin masih memakai pakaian lengkap. Jimin mulai mencium payudara Rose yang semakin hari semakin besar dan bulat itu. Jimin juga mengulum puting Rose yang sudah tegak menantang itu. Tak membiarkan payudara yang satunya lagi cemburu, Jimin pun meremasnya
"Aaahh Jimin.."
"Iya sayang?"
"Aakhh!"
Rose pun menjerit keras karena tiba tiba Jimin langsung memasukkan sekaligus kejantanannya kedalam lubang kewanitaannya
"Ughh..kau sangat ketat dan nikmat Sweety"
Jimin mendesah nikmat setelah merasakan seluruh kejantanannya masuk kedalam lubang kewanitaan Rose, dia melepaskan hasratnya yang beberapa hari tidak tersalurkan
Lama kelamaan ritme nya mulai terada, Jimin semakin mempercepat hentakan pinggulnya
"Aahh..shh" Desahan Rose semakin terdengar, kini tangannya pun sudah dilepaskan oleh Jimin, dan kini tangannya bergerak bebas meremas rambut hitam Jimin
"Oughh..Jimin"
"Yes Baby? Ughh..kau sungguh nikmat"
Desahan desahan mereka pun saling bersahutan dan mereka larut dalam kenikmatan berkali kali
--------
02.00 am
Rose terbangun, karena tenggorokannya minta diisi air, lalu dia alihkan pandangannya kearah jam, masih pukul 2 pagi. Rose berusaha menyingkirkan tangan Jimin yang memeluknya dari belakang
Rose memandang sebentar wajah tampan Jimin, ketika sedang tertidur Jimin terlihat sangat tampan dan polos, berbeda dengan ketika dia sadar
Pipi Rose memerah membayangkan kejadian tadi, mereka melakukan 'itu' sebanyak 3 kali, dan Jimin beralasan kalau itu semua adalah hukuman untuknya. Jimin pun menumpahkan spermanya didalam kewanitaan Rose, hingga saat ini Rose merasa kewanitaannya terasa lengket karena cairannya dan sperma Jimin
Oh iya! Dia juga membawa obat pencegah kehamilan itu, untung saja.. saat tadi saat membawanya kemansion ini Rose sudah membawa obat pencegah kehamilan itu didalam kantong celananya. Rose memakai kemeja putih Jimin yang tergeletak dilantai
Rose mencari cari kemana Jimin melempar celananya. Akhirnya Rose dapat menemukannya, celananya ada didekat sofa. Rose melirik kearah Jimin yang masih terlelep tidur, mungkin Jimin kelelahan
Rose segera mengambil obat itu, dan dia melihat ada remote pengontrol mansion ini.
Segera saja Rose mengambil remote itu dan membuka pintu
"Buka kunci pintu"
Klikk..
"Buka pintu"
Cklekk..
Oh yes! Akhirnya dia terbebas, meskipun untuk sementara, tetapi itu sangat membahagiakan untuk Rose
Rose segera melangkah menuju lift, tak lupa dia juga sudah menutup pintu kamar. Karena kebetulan dapur ada dilantai 1 maka dia harus turun menggunakan lift
Setelah Rose sampai dilantai 1 dia pun terheran kenapa sepi sekali, dan tiba tiba ada yang mengejutkannya dari belakang
"Nona sedang apa malam malam begini?"
Rose pun langsung berbalik kebelakang, dan ternyata itu adalah Amri
"A..ah aku haus amri"
Amri mengangguk
"Dapurnya ada disebelah barat mansion nona"
Amri menunjukkan arah dapur, Rose memang tahu bahwa dapur dimansion ini ada dilantai 1 tetapi dia tidak tahu tepatnya dimana,
mansion ini memang benar benar luas
"Mmh..amri bolehkah aku bertanya?"
Rose menatap amri ragu ragu, pasalnya dia baru bertemu pria paruh baya ini, dan dia agak sedikit canggung untuk itu
"Silahkan nona"
"Kemana perginya para penjaga dan pelayan tadi?"
"Kalau para penjaga pada malam hari mereka berjaga diluar mansion nona, dan itu atas suruhan tuan Jimin. Dan untuk para pelayan, mereka mempunyai ruang istirahat khusus, dan itu ada disebelah mansion. Bila malam hari tepatnya jam 10 malam, para pelayan harus segera kembali keruangan mereka" jelas amri
Rose baru ingat kalau tadi setelah dia baru sampai dimansion ini, dia melihat ada satu bangunan yang cukup besar namun tidak lebih besar dari mansion ini. Dan tepatnya ada disebelah mansion. Ternyata itu adalah bangunan tempat para pelayan istirahat ketika malam hari. Kenapa Jimin membuat bangunan terpisah untuk para pelayan tidur?
Rose akan menanyakannya langsung pada sanskar nanti
"Dan jika anda membutuhkan saya, saya ada diruang belakang mansion ini. Saya mengontrol segala aktifitas dari seluruh sudut mansion ini,
anda lihat disetiap sudut mansion ada Cctv nya?
Dan entah apa sebabnya tuan Jimin meminta saya untuk memastikan seluruh Cctv dari setiap sudut mansion ini" jelas amri lagi
"Apa nona ingin saya ambilkan air minum?
Saya takut nona akan tersesat karena nona baru saja sampai dan tinggal dimansion ini" tanya amri
"O..oh tidak perlu amri, aku bisa sendiri"
"Apa perlu saya antarkan?"
"Tidak perlu, terimakasih. Aku yakin aku tidak akan tersesat, aku cukup pintar untuk mengingat jalan"
"Hm..baiklah, kalau begitu saya permisi dulu nona"
"Silahkan Amri"
Setelah melihat amri pergi, Rose langsung melangkah menuju dapur, dan untungnya dia tidak tersesat. Rose dikejutkan lagi dengan design dapur yang sangat mewah dan modern. Rose jadi penasaran, Jimin mengeluarkan uang berapa banyak untuk membeli mansion ini?
Setelah mengobati tenggorokannya yang terasa kering itu, akhirnya Rose mengeluarkan obat pencegah kehamilan itu dari dalam kantong kemeja Jimin. Dia meletakkan obat itu, dan Rose menuangkan lagi air yang ada didalam teko kedalam gelasnya
Rose meletakkan remote kecil yang sedari tadi dibawanya itu kemeja dapur. Lalu Rose mengeluarkan satu pil pencegah kehamilan itu dari dalam wadahnya. Rose menatap nanar pil itu, sebenarnya hatinya teriris setiap kali meminumnya. Tetapi mau bagaimana lagi?
Demi mencegah hadirnya buah hati diantara mereka berdua
"Maafkan aku.."
Saat Rose akan meminum pil itu, tiba tiba ada sebuah tangan yang kuat dan kekar menahannya. Hingga pil yang tadi akan Rose minum jatuh kelantai seketika
Rose terkejut dan memalingkan wajahnya kesamping
Tamatlah riwatnya! Ternyata disampingnya kini sudah ada Jimin, dengan pandangan tajam menatapnya, dan ledakan kemarahan yang sedang ditahannya
"Apa yang kau lakukan?!"
Jimin membentak Rose. Jimin segera menghempaskan kasar tangan Rose. Dia meraih obat pencegah kehamilan itu dan menelitinya
Jimin tidak bodoh untuk mengetahui apa sebenarnya kegunaan obat itu
"JELASKAN PADAKU! OBAT APA INI?!"
Kini bentakkan Jimin semakin menjadi jadi
"I..i..itu..ha..hanya vi..tamin, a..aku sering ke..kelelahan akhir akhir ini"
Rose berusaha setenang mungkin saat ini dihadapan Jimin, tetapi pandangan tajam menusuk dari mata Jimin serta amarah yang ditunjukkan terang terangan oleh Jimin, membuat nyalinya menciut seketika
"KAU PIKIR AKU TIDAK TAU? KAU PIKIR AKU BODOH ROSE?! CIH! SEJAK KAPAN KAU MENGKONSUMSI OBAT PENCEGAH KEHAMILAN INI? DAN BERANI BERANINYA KAU TIDAK BERBICARA TERLEBIH DAHULU PADAKU!!"
"Ji... Min a..aku"
"Apa kau tidak ingin mengandung anakku Ros? Apa kau tidak ingin memiliki anak dariku?!"
"Bu..bukan begitu Jimin, ta..tapi"
"Teganya kau! Kau pikir aku ini apa? Kau menganggap perasaanku ini hanya sampah?!
Kau menganggap diriku ini sampah Ros? Hingga kau tidak mau mengandung benihku, dan dengan kejamnya kau dengan meminum pil sialan itu!"
Rose kini sudah terisak
"Tidak Jimin, aku tidak menganggapmu sampah.."
Tetapi Jimin sudah dibutakan oleh amarahnya, dia berjalan menuju tempat sampah yang ada didapur sambil membawa obat itu, lalu dia membuka dan membuang seluruh isi obat itu hingga tandas tak bersisa dan kemudian Jimin juga membuang wadahnya dengan melemparnya kasar kedalam tempat sampah
Lalu Jimin berjalan mendekati Rose.
Jimin terus berjalan maju dan membuat Rose melangkah mundur, karena dia sangat takut dengan Jimin saat ini. Jimin semakin menyudutkan Rose, hingga Rose tersudutkan antara dirinya dan tembok dibelakangnya
"Kau harus tetap mengandung anakku, apapun alasannya!"
Jimin menggendong tubuh Rose, dan Rose Pun melingkarkan kedua kakinya dipinggangnya Jimin.
.TAMAT.
MAKASIH YANG UDH NUNGGU CERITA INI DAN BACA CERITANYA AKU AKHIRI SAMPE SINIH BYEEE VOTE NYA JANGAN LUPA BYEEE
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE AND LOVE || Jirose [END]
Teen Fiction"aku bahkan bisa memberikanmu uang lebih banyak" "yak! Apa maksud perkataanmu itu" "asal kau mau menikah denganku, bukan guci itu saja yang ku ganti. Kau juga akan mendapatkan uang yang sangat banyak"
![REVENGE AND LOVE || Jirose [END]](https://img.wattpad.com/cover/246653382-64-k342264.jpg)