++++++++
Rose mengepalkan kedua tangannya saat menatap jasad Angga yg tertutup oleh tanah. Jimin yang ada di sampingnya hanya bisa menatapnya.
"Setelah kejadian ini mungkin kau akan bertindak di luar batasanmu" batin Jimin
Setelah pemakaman Angga selesai, Rose dan Jimin langsung pulang. Dan saat mereka memasuki rumah, dapat mereka berdua lihat, Alex sedang duduk di ruang tamu bersama Angella dan Kavita.
Rose menatap penuh benci pada Ayah nya.
Ayah?
Masih pantaskah Alex ia sebut Ayah?
"Tahan amarahmu" bisik Jimin. ROSE menarik nafasnya untuk meredam emosinya.
"Kalian sudah pulang?" Tanya Alex saat melihat Rose dan Jimin datang.
"Iya"
"Ayah baru mendengar beritanya saat sampai di rumah" ujar Alex dan membuat Rose mengepalkan tangannya.
Rose mencoba tersenyum pada Ayah nya. "Hm, bagaimana di Busan , Apa Ayah bisa mengatasi masalah di sana?"
Alex mengangguk. "Ayah sudah rapat dengan mereka. Dan mereka tetap akan memberikan donasi beasiswa pada murid berprestasi di sekolah"
"Lega mendengarnya"
"Kami ke kamar dulu" pamit Rose.
.
.
.
Sampai di kamar, JIMIN segera mengambil laptop ROSE diatas meja kemudian menyalakannya. Sementara ROSE masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
"ROSE kemarilah" ujar Jimin saat melihat Rose sudah keluar dari kamar mandi.
"Ada apa?" Tanya Rose seraya menghampiri Jimin. "Coba lihat ini"
Jimin memperlihat isi laptop itu pada Rose.
"Ini daftar infestor resort itu?" Jimin mengangguk mendengar pertanyaan Jimin. "Mereka 3 orang"
"Mereka pasti mengeluarkan uang banyak untuk membangun resort itu"
"Ini tidak masuk akal Jimin. Tidak mungkin hanya 3 orang yang menjadi infestor resort itu"
"Itu bisa saja. Mereka pasti mendapatkan aliran dana gelap, Rose"
"Kita harus tahu siapa yang memberikan mereka dana itu" Ujar Rose menatap Jimin
Jimin terdiam, memikirkan sesuatu.
"Aku akan meminta bantuan Devan" ujar Jimin.
"Jimin" Jimin menatap Rose. "Siapa sebenarnya Devan?"
"Dia parterku dalam misi balas dendamku" ujar Jimin. "Dia sudah banyak membantuku untuk membalaskan dendamku"
"Devan, dia itu salah satu preman di mana aku tinggal sejak harta keluargaku di rampas"
"Dia juga memiliki banyak anak buah yang bisa ku mintai tolong"
"Apa dia bisa di percaya?"
"Tentu saja" yakin Jimin. "Aku akan menemuinya untuk mencari tahu lagi tentang resort itu. Selama aku pergi kau jangan lakukan apa apa"
"Baiklah"
+++++
"Ini yang kau minta beberapa hari yang lalu" ujar Devan memberikan Jimin sebuah map.
Jimin membuka map itu dan membacanya. Mata Jimin kemudian melotot terkejut saat membaca bagian akhir.
"Rose bukan anak kandung Alex?" Tanya Jimin tak percaya
"Iya. Aku sudah memastikannya, kalau Rose bukan anak Alexander park"
"Lalu siapa Rose sebenarnya?"
"Rose memang anak Anjani tapi bukan dengan Alex"
"Lalu siapa Ayah Rose?"
"Aku belum bisa menemukan informasi itu"
"Kalau Rose sampai tahu dia bukan anak kandung Alex, apa yang akan di lakukannya?" Batin Jimin.
"Aku akan mencari tahu secepatnya siapa Ayah kandung Rose"
"Mengenai itu sebaiknya kau tunda dulu. Aku ingin kau mencari tahu siapa saja yang mengaliri dana pembangun resort itu"
"Aku curiga kalau tidak mungkin hanya ke 3 orang itu yang menjadi infestor. Mereka pasti mendapat aliran dana gelap"
"Baiklah aku mengerti" ujar Devan yang kemudian pergi meninggalkan Jimin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
OKE SGTU DLU YA SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA AKU YANG KYA GTU HAHA
JANGAN LUPA VOTE NYA BYEEEE
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE AND LOVE || Jirose [END]
Genç Kurgu"aku bahkan bisa memberikanmu uang lebih banyak" "yak! Apa maksud perkataanmu itu" "asal kau mau menikah denganku, bukan guci itu saja yang ku ganti. Kau juga akan mendapatkan uang yang sangat banyak"
![REVENGE AND LOVE || Jirose [END]](https://img.wattpad.com/cover/246653382-64-k342264.jpg)