+++++++++
Setelah memberikan Kavita pelajaran, Rose segera menyusul Jimin yang saat ini sudah duduk di meja makan menikmati sarapan pagi nya bersama Alex dan Angella.
Rose mendudukan tubuhnya di samping Jimin. Dan pelayan segera menyajikan makanan untuk Rose.
"Hari ini aku ingin Ayah mengecek proyek pembangun sekolah kita" ujar Rose seraya menatap Alex.
"Ayah tidak bisa. Kau bisa menyuruh Angga ke sana"
"Angga sedang ku tugaskan ke Busan. Dia harus bertemu tuan Sharma"
Alex menghela nafasnya menatap Rose yang juga sedang menatapnya.
"Baiklah"
Rose tersenyum pada Alex kemudian memakan makanannya.
Setelah sarapan. Alex langsung pamit berangkat ke Busan.
"Jimin"
Jimin menoleh melihat Rose yang juga sudah mau berangkat ke kantor.
"Hari ini kau akan melakukan apa?" Tanya Rose
"Aku akan ke suatu tempat. Ada yang harus ku selidiki"
"Aku belum bisa memberitahumu sebelum aku mendapatkan informasi yang akurat"
"Baiklah"
Jimin kemudian segera melajukan motornya meninggalkan kediaman Park.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Jimin sudah berdiri didepan sebuah rumah yang cukup mewah. Ia kemudian memandang sekeliling rumah yang di jaga beberapa orang.
"Aku tidak mungkin bisa masuk jika penjagaannya seketat ini" gumam Jimin
"Apa aku menunggunya saja sampai dia meninggalkan rumah?"
"Tapi itu akan membuang waktuku"
Jimin kemudian melangkahkan kaki nya menuju ke belakang rumah megah itu.
Dengan memanjat tembok, Jimin kini sudah ada di pekarangan rumah. Dengan hati hati Jimin melangkah.
Jimin kemudian memanjat dinding. Dan memasuki sebuah jendela setelah melihat situasinya.
Jimin kemudian mengendap seraya melihat sekelilingnya.
"Bagaimana bisa seperti itu tuan Alex--
Langkah kaki Jimin terhenti saat ia mendengar sebuah suara yang berasal dari balkon teras.
Jimin kemudian mengintip siapa pemilik suara itu.
"Kita tidak bisa menghentikan pembangun resort itu. Uang kita akan terbuang begitu saja"
Jimin mendengar setiap kata yang keluar dari mulut orang itu.
"Dia bukan halangan besar untuk kita"
"Tapi kalau dia benar benar bisa menghalangi tujuan kita. Kita hanya perlu menyingkirkannya sama seperti Ibu nya"
Jimin terhenyak mendengar perkataan orang itu.
"Apa orang yang sedang di bicarakan paman Alfin adalah Rose?" Tanya Jimin pada dirinya sendiri
"Kau jangan khawatir. Ikuti saja rencana yang kita buat"
Alfin berbalik dan tersenyum sinis seraya mematikan panggilan telfonnya.
*************
Rose saat ini tengah sibuk mencari sesuatu di dalam ruangan kantornya.
"Di sini tidak ada" gumam Rose saat sudah memeriksa seluruh ruangannya.
"Di mana Ibu menyimpannya?"
Rose termenung memikirkan di mana dia bisa menemukan apa yang di carinya.
"Sekretaris Ibu" gumam Rose yang kemudian meraih ponselnya yang tergeletak di meja. Rose kemudian menghubungi Angga.
"Angga apa kau tahu di mana alamat rumah Anita atau nomor telfonnya?"
Rose terdiam sejenak mendengar perkataan Angga. "Anita, sekretaris Ibuku"
"Baiklah"
Rose melempar ponselnya ke atas meja. Saat Angga tidak mengetahui alamat Anita maupun nomor telfonnya.
"Jit" gumam Rose yang segera menghubungi Jimin.
"Temui aku sekarang di kafe dekat kantor" ujar Rose saat Jimin mengangkat telfonnya.
Setelah itu Rose bergegas keluar dari ruangannya dan menuju kafe.
Di kafe, Rose menunggu Jimin lumayan lama.
"Maaf membuatmu menunggu" ujar Jimin seraya duduk di depan Rose.
"Kau membuatku kesal karena menunggu terlalu lama Park Jimin" kesal Rose memandang Jimin datar.
"Iya maaf. Apa yang membuatmu ingin bertemu denganku?"
Rose mendengus. "Cari tahu alamat Anita Kim dan juga nomor telfonnya"
"Anita Kim? Siapa dia?"
"Dia sekretaris Ibu. Tapi dia mengundurkan diri seminggu sebelum kecelakaan Ibuku terjadi. Aku curiga Anita mengetahui sesuatu, Jimin"
"Baiklah. Aku akan mencarinya" ujar Jimin yang kemudian pergi dan meninggalkan Rose sendirian di kafe.
Di luar kafe Jimin menghubungi seseorang. Setelah berbicara singkat Jimin mematikan ponselnya dan segera melajukan motornya meninggalkan kafe.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
OKE SGTU DULU SEMOGA KALIAN SUKA
JANGAN LUPA VOTE NYA BYEEE 💗💌💗💌💌💌💗💗💗💗💗💗
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE AND LOVE || Jirose [END]
Teen Fiction"aku bahkan bisa memberikanmu uang lebih banyak" "yak! Apa maksud perkataanmu itu" "asal kau mau menikah denganku, bukan guci itu saja yang ku ganti. Kau juga akan mendapatkan uang yang sangat banyak"
![REVENGE AND LOVE || Jirose [END]](https://img.wattpad.com/cover/246653382-64-k342264.jpg)