Bab 11

7.9K 576 36
                                        

"Nona, anda sebaiknya beristirahat." Ujar seorang pelayan yang berdiri di samping Hinata, melihat Hinata yang sibuk di meja tamu menerima pelangan yang ingin memesan kamar di penginapan mereka.

"Tidak perlu bibi, aku baik-baik saja." Ujar Hinata tersenyum ramah, sambil menyambut tamu yang baru saja datang ke penginapan mereka.

"Maaf tuan anda, anda ingin menginap berapa lama?" Tanya hinata sopan kepada seorang tamunya.

"Hm...tiga hari." Jawab tamu yang tadi Hinata tanyai.

"Baik tuan, mohon tunggu sebentar." Ujar Hinata.

Hinata mengambil kunci dan memberikannya kepada tamu itu, di lihat dari pakaiannya sepertinya lelaki itu adalah seorang saudagar yang datang dan akan menghabiskan beberapa hari di penginapa mereka. 

Setelah semua selesai sesuai permintaan tamu yang ingin menginap Hinata meminta pelayannya untuk mengantarkan tamu itu ke kamarnya.

"Terimakasih." Ujar tamu itu sopan dan mengikuti pelayan yang akan mengantarnya ke kamar.

"Sama-sama tuan, selamat menikmati." Jawab Hinata sopan.

Hinata melihat tidak ada tamu lagi yang ingin menginap, ia melihat kepada pelayan setianya yang sejak tadi sudah memintanya untuk berhenti dan beristirahat. Pelayan itu adalah pelayan yang telah lama mengurus kebutuhan Hinata selama Hinata berada di desa Taki.

"Anda sudah sibuk sejak tadi pagi, tubuh anda pasti kelelahan." Ujar pelayan itu lagi membujuk Hinata,setelah pelanggan tadi cukup jauh dari mereka.

Hinata hanya tersenyum mendengar penuturan pelayan yang hampir memasuki usia setengah abad itu, walaupun Hinata adalah seorang putri bangsawan yang kaya dan terpandang di Konoha, namun ia tetap seorang shinobi yang tidak akan mudah lelah melakukan perkerjaan ringan.

"Aku baik-baik saja bibi, sebaiknya bibi yang beristirahat sekarang. Karena ini waktunya bibi makan siang dan beristirahat, dan meminum obat bibi." Ujar Hinata lembut, mempersilahkan pelayan tuanya untuk beristirahat.

"Iee...Kenapa nona yang memintaku beristirahat sekarang, hamba tidak apa-apa." Bantah wanita tua itu.

"Tidak apa-apa bibi, anda dapat beristirahat terlebih dahulu. Hinata senang dapat membantu di sini." JawabHinata sopan khas putri bangsawan yang tutur katanya selalu rapi dan lembut.

Bibi pelayan Hinata hanya bisa menarik nafas, melihat semangat nona mudanya dalam mengurus bisnis keluarga yang semakin berkembang semenjak Hinata yang mengurusnya.

"Lihatlah wajah bibi Mari Hinata, kau membuatnya kesulitan." Ujar Mizuki sedikit mengoda Hinata yang sedang sibuk membuka buku tamu.

"Mizuki-kun, kapan kau datang?" Tanya Hinata sedikit kaget melihat Mizuki yang sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya.

"Aku baru saja datang Hinata, namun cukup untuk melihatmu yang sangat sibuk dan tidak ingin beristirahat." Jawab Mizuki tersenyum lembut kepada Hinata.

Semua pelayan yang ada di sana, tersenyum mendengar penuturan Mizuki kepada Hinata. Karena mereka tahu bahwa ada sedikit godaan dalam kalimat Mizuki kepada nona muda mereka.

Sudah menjadi rahasia umum di antara pelayan dan perkerja penginapan bahwa tuan muda itu sangat tertarik dan terus berusaha mendapatkan perhatian dari nona muda mereka.

Sebelum suasana menjadi tidak kendali dan semakin banyak berita yang tersebar Hinata memutuskan untuk bertanya tujuan kedatangan Mizuki ke penginapannya.

"Mizuki-kun ada perlu apa?" Tanya Hinata sopan.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu dan ingin mengajak mu makan siang." Ujar Mizuki jujur.

KowaretaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang