"Perhatian untuk seluruh peserta audisi. Para juri telah selesai berunding. Telah diputuskan bahwa yang akan menjadi anggota Super Junior adalah .." Jae Kyung terpaku mendengar suara dari speaker. "Adalah.." Deg..Deg..
"Lee Jim Kang.. Nomor 150." Deg!
Jae Kyung merasa dunia ini mau runtuh. Lee Jim Kang itu bukan namanya. Itu berarti dia telah kalah. Semua impiannya kini berakhir sampai di sini. Tapi tunggu sebentar, nama itu.,. Benar! Aku! Aku berhasil!
Jae Kyung tertawa sekencang-kencangnya. Dia sudah tidak peduli bagaimana reaksi orang-orang di sekitarnya. Ia meloncat kegirangan.
"Oppa! Apa aku terlambat?" tanya Yang Min yang tiba-tiba datang. Jae Kyung segera berlari menghampiri Yang Min dan langsung memeluknya. "Aku berhasil! Aku berhasil!" ucapnya berkali-kali. Jae Kyung melepaskan pelukkannya. "Aku harus memberitahunya!"
Jae Kyung segera berlari pergi meninggalkan Yang Min. Ayahnya harus tahu mengenai kabar ini.
"Aboji.. aku berhasil! Aku berhasil!" ungkap Jae Kyung dengan suara keras, nyaris menjerit. Ia sedang bersemangat saat itu. Presdir hanya mendongak menatap anaknya itu. "Ya, aku tahu. Selamat untukmu," jawab Presdir. Jae Kyung langsung tersenyum senang dengan jawaban ayahnya itu.
"Kau hanya perlu berada di sana selama tiga bulan! Selama tiga bulan ini kau harus memanfaatkan waktumu dengan baik!" jelas presdir. "Tiga bulan? Bagaimana jika media massa mengetahuinya?"
"Dalam tiga bulan ini, kami tidak akan mengabarkan berita audisi ini ke publik. Jadi tentang media massa, kau tidak perlu memikirkannya," tegas presdir. "Baiklah, aku mengerti." Jae Kyung menundukkan kepala. Dia hendak membuka pintu keluar, namun kata-kata ayahnya menghentikannya.
"Lain kali, jangan masuk ke dalam kantorku dengan wajah seperti itu! Kau adalah namja. Bagaimana nanti jika orang lain melihatmu sebagai yeoja?" tegur presdir dengan dingin.
Senyum di bibir Jae Kyung lenyap seketika. Hatinya terasa sakit saat ayahnya sendiri tidak mau melihat wajahnya yang sedang bergembira. Jae Kyung berbalik dan berusaha untuk tersenyum. "Aku akan mengingatnya." Jae Kyung membungkuk lagi dan keluar dari kantor presdir.
"Jim Kang-ssi.. Selamat atas kemenanganmu!" ucap sekertaris presdir sambil membungkuk. Jae Kyung balas membungkuk. "Terima kasih," ucap Jae Kyung sambil tersenyum manis. Sekertaris presdir langsung meleleh melihat senyuman Jae Kyung itu.
"Boleh.. aku memanggilmu oppa?" tanya sekertaris presdir tanpa sadar. Jae Kyung tertawa. "Tentu saja boleh. Siapa namamu?" "Park Inyoung." "Ah, Inyoung-ah, hari ini kau terlihat sangat cantik," puji Jae Kyung. Dia berlagak seperti namja yang menggoda yeoja. Inyoung hampir pingsan mendengar pujian darinya.
Jae Kyung menikmati hal ini. Dia senang karena mendapatkan perhatian orang lain. Apalagi melihat wajah mereka yang sangat terpesona dengan wajahnya. Biarkan saja seperti ini! Bukankah aku memang namja? Jae Kyung berpikir dengan kesal. Jae Kyung mengamati Inyoung dengan seksama.
"Rambutmu sangat indah.." puji Jae Kyung. Inyoung langsung salah tingkah. Jae Kyung mengangkat tangannya hendak menyentuh rambut Inyoung namun seseorang menahan tangannya.
Jae Kyung memandang namja itu dengan sengit. "Apa yang sedang kau lakukan?" tanya namja itu. "Kau tidak lihat? Bukankah aku sedang menggodanya?" tantang Jae Kyung. "Kau harus bersikap sopan pada yeoja." Namja itu masih tidak melepaskan tangan Jae Kyung. Kaulah yang harus bersikap sopan padaku. Jae Kyung menarik tangannya sehingga terlepas dari pegangan namja itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Doll
FanfictionJae Kyung adalah seorang gadis berumur 19 tahun, namun entah mengapa ayahnya malah menyuruhnya hidup sebagai laki-laki. Jae Kyung menjalani hidupnya sebagai laki-laki, layaknya boneka milik ayahnya. Ayah Jae Kyung, presdir SM Entertainment, kemudian...
