Bab 13

208 19 8
                                        

Kyuhyun menyetir mobilnya. Selama perjalanan Jae Kyung hanya diam saja. Kyuhyun jadi tidak enak jika memulai pembicaraan terlebih dahulu.
Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi, namun ia tidak bisa mengangkatnya karena sedang menyetir.
Kyuhyun merasa Jae Kyung memperhatikannya, ia menoleh melihat Jae Kyung dan benarlah tebakkannya. "Apa?" tanya Kyuhyun. "Kenapa kau kembali ke rumah? Jelas-jelas ponselmu ada denganmu," tanya Jae Kyung. Kyuhyun baru mengingatnya. Ia memang sengaja berbohong agar bisa mempunyai waktu berdua dengan Jae Kyung. Bodoh sekali aku! Bagaimana ini? Kyuhyun mengumpat dalam hati, namun ia masih bisa menjaga sikapnya untuk tetap tenang.
"Ah, ini." Ayoo! Pikirkan alasannya! "Ini.. Ternyata ponselku ada di saku jaketku. Aku baru ingat," bohong Kyuhyun.
"Apa kau merencanakan sesuatu? Untuk mengerjaiku lagi?" tuduh Jae Kyung. Kyuhyun tertawa konyol. "Kenapa aku harus melakukan itu?" "Asal kau tahu saja, aku bisa berbagai macam jenis bela diri. Bahkan jika kau membuangku ke tempat yang jauh, aku tidak akan takut-" Entah-mengapa, kata-kata Jae Kyung membuat Kyuhyun kesal. Ia menepikan mobilnya dan berhenti.
Kyuhyun menatap Jae Kyung. "Jadi seperti itu penilaianmu padaku?" tanya Kyuhyun. Bagaimana ia tidak marah? Perempuan yang dicintainya menganggap negatif akan dirinya. "Ha.. habis..seperti apa lagi?" tanya Jae Kyung bingung. Kyuhyun sadar bahwa sikapnya membuat Jae Kyung terkejut. Ia berusaha mengendalikan emosinya.
Kyuhyun menghela nafas berat. "Baiklah, aku memang sangat usil, tapi bukan berarti aku orang yang jahat yang akan melukai seorang.." Yeoja.. Kyuhyun hampir saja mengatakannya, namun dia buru-buru menghentikannya.
"Seorang apa?" Jae Kyung terlihat masih penasaran dengan kata-kata Kyuhyun. Astaga! Apa yang kau katakan, Kyuhyun? Kau bertingkah seperti orang bodoh! Kyuhyun mengumpat dirinya lagi.
"Maksudku, seseorang sepertimu!" serunya cepat. Kyuhyun mengalihkan perhatiannya, ia tidak berani menatap Jae Kyung. Tolong jangan tanya lagi! Kyuhyun memohon dalam hati, namun Jae Kyung tidak mendengarnya. Ia bertanya lagi, "Memangnya aku seperti apa?" Yeoja! Kau adalah..
"Yeoja." Upss!! Kyuhyun tanpa sadar mengatakannya. Kyuhyun merasa Jae Kyung menatapnya dengan tatapan sangat terkejut. "Mwo?" tanya Jae Kyung. Aish.. bagaimana ini? Ingin rasanya, ia menampar mulutnya yang tidak bisa ia kendalikan, namun ia harus tetap tenang.
Kyuhyun memberanikan diri menatap Jae Kyung. Ia menunjuk Jae Kyung. "Postur tubuhmu yang kecil, dan wajahmu yang seperti yeoja. Aku bahkan tidak tega melukaimu," bohong Kyuhyun.
Kyuhyun dapat melihat kelegaan di wajah Jae Kyung. Ia lalu melihat gadis itu tertawa mengejek. "Lalu kenapa kau bisa kalah dengan seseorang yang kecil sepertiku?" ejek Jae Kyung. Kyuhyun merona merah. Ia ingat saat Jae Kyung menahan tangannya. Aish.. dia benar. Bagaimana bisa aku kalah dengannya? Ini memalukan!
"Kau bisa diam tidak? Jika kau tidak diam, aku akan menurunkanmu di sini," ancam Kyuhyun dengan kesal. Jae Kyung tertawa. "Ah, baiklah. Aku akan diam." Jae Kyung diam.
Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas. Suasana hening untuk beberapa saat, namun kemudian tawa Jae Kyung meledak lagi. "Kau bilang apa? Tidak tega melukaiku? Haha.. Itu benar-benar konyol," ejeknya.
"Aish, kau ini! Aku bilang berhenti tertawa!" suruh Kyuhyun sambil tetap menyetir. Ia melirik Jae Kyung sekilas dan melihat tawa Jae Kyung yang begitu lepas. Entah-mengapa, semua kekesalannya mendadak hilang. "Aish..kau ini.." gerutu Kyuhyun, namun bibirnya tersenyum. Jae Kyung melihatnya. "Uh? Kau tersenyum! Kau tersenyum!" Jae Kyung tertawa.
"Hei! Memangnya salah jika aku tersenyum?" tanya Kyuhyun sambil melirik Jae Kyung. Ia melihat Jae Kyung menggelengkan kepalanya. "Tidak. Tidak sama sekali. Hanya saja, ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum seperti itu. Biasanya senyummu itu senyuman evil." Jae Kyung kembali mengejek Kyuhyun. "Ah, terserah kau saja!" Kyuhyun kembali fokus menyetir.
--
"Aku sudah menemukan dompetku. Ayo pergi!" ajak Jae Kyung setelah selesai mengambil dompetnya. Jae Kyung berlari menuju mobil, namun tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu. Tubuh Jae Kyung oleng menubruk tubuh Kyuhyun yang ada di depannya. Beruntung Kyuhyun bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga mereka tidak jatuh berdua.
Kyuhyun tanpa sengaja melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Jae Kyung untuk menahan tubuhnya. Jarak wajah mereka sangat dekat. Bahkan Kyuhyun takut suara debaran jantungnya akan terdengar oleh Jae Kyung, tapi sepertinya Jae Kyung tidak mendengarnya karena dia langsung melepaskan tubuhnya dari pegangan Kyuhyun.
"Mi..Mian," sesal Jae Kyung dengan gugup. "Ne.. Kwenchanna," jawab Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menenangkan debaran jantungnya.
"Baiklah, ayo kita segera pergi, yang lain pasti sudah menunggu," ajak Jae Kyung. Jae Kyung hendak masuk ke mobil, namun tiba-tiba Kyuhyun menahan tangan Jae Kyung.
Jae Kyung menatap Kyuhyun, bingung dengan sikapnya. Kyuhyun hanya menatap tangan Jae Kyung dengan tatapan kosong. "Kyuhyun?" panggil Jae Kyung. Perlahan-lahan Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Jae Kyung. Jae Kyung menunggu Kyuhyun berbicara, namun Kyuhyun hanya menatapnya tanpa melepaskan genggaman tangannya.
Deg.. Deg.. Deg.. Jantung Jae Kyung mulai berdetak lebih cepat. Ini terjadi lagi, batin Jae Kyung. Tidak Jae Kyung! Sadarlah! Dia hanya ingin mempermainkanmu! Jae Kyung menarik tangannya, namun Kyuhyun ternyata balas menarik tangan Jae Kyung.
Jae Kyung sekarang berada dalam pelukkan Kyuhyun. Jae Kyung benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi. Ia bahkan tidak bisa bergerak. "Mulai sekarang.." Jae Kyung mendengar Kyuhyun berbisik lembut di telinganya.
"Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu dengan baik," bisik Kyuhyun. Memperlakukanku dengan baik?
Dengan lembut Kyuhyun melepaskan pelukkannya. Jae Kyung menatap Kyuhyun dengan aneh. Apa maksudnya? Apa dia sedang mempermainkanku lagi? Jae Kyung menunggu Kyuhyun mengejeknya atau menertawainya, namun Kyuhyun tidak melakukannya. Ia malah tersenyum lembut.
Kyuhyun melayangkan tangannya menyentuh kepala Jae Kyung. Jae Kyung memejamkan matanya, takut Kyuhyun akan memukulnya, namun ternyata Kyuhyun mengacak-acak rambut Jae Kyung. "Ayo kita pergi! Mereka pasti sudah menunggu lama!" ucap Kyuhyun. Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya.
--
"Ah.. Kenapa kalian menghabiskan semuanya?" protes Jae Kyung setelah sampai di restaurant. "Maaf, kami begitu lapar," sesal Shindong. "Hyung-ah, kau lupa program dietmu?" tanya Jae Kyung kesal. "Ah, aku sengaja melupakannya. Habis, makanan ini menggodaku terus sih." Shindong menyalahkan piring-piring kosong sisa makanannya.
"Tapi, kenapa kalian begitu lama?" selidik Sungmin. "Macet," jawab Kyuhyun, sedangkan di saat yang sama Jae Kyung juga menjawab. "Tersesat." Semua mata memandang ke arah mereka dengan tatapan aneh.
"Antara macet dan tersesat, mana yang benar?" tanya Donghae bingung. "Atau.. sesuatu yang terjadi di antara kalian berdua?" tanya Eunhyuk sambil tersenyum jahil. "Ka.. Kami ingin menghindari jalanan yang macet, tapi kami salah jalan dan tersesat," bohong Jae Kyung. Jae Kyung memaksakan diri untuk tersenyum. "Benar?" Sungmin masih merasa tidak percaya.
"Ya, itu benar," jawab Kyuhyun dengan ekspresi datar. "Kenapa? Kau menganggap aku akan mencelakainya?" tuduh Kyuhyun tersinggung. Sungmin langsung memasang senyum cutenya. "Ah, kau bicara apa, Kyu? Aku tidak mungkin menganggapmu sejahat itu," bantah Sungmin.
"Ah, baiklah. Aku akan memesan makanan lagi, dan kali ini, kalian tidak boleh ikut makan," tegas Jae Kyung. "Yahh.. Kenapa seperti itu? Kau harus membaginya pada kami," protes Yesung. "Kami mohonn.." Ryeowook memasang wajah melas. "Aishh.. kalian ini! Sudahlah, pesan saja makanan yang kalian suka. Aku akan membayar semuanya," ucap Jae Kyung akhirnya.
--
Jae Kyung merebahkan tubuhnya di sofa. Belakangan ini Kyuhyun bertingkah sangat aneh, pikir Jae Kyung. Setiap kali ia bersama dengan Sungmin, Kyuhyun selalu mengganggunya. Entah menyuruh Jae Kyung untuk melakukan inilah-itulah. Seakan-akan Kyuhyun ingin memisahkan dia dengan Sungmin.
"Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu dengan baik." Jae Kyung ingat Kyuhyun pernah mengatakan hal itu, tapi kenyataannya, ia tetap mengganggunya. Bukankah dia bilang akan memperlakukanku dengan baik? Apa ini yang disebut perlakuan baik? Jae Kyung sangat kesal dan terganggu dengan perlakuan Kyuhyun.
"Hei.." sapa Sungmin. Jae Kyung bangun dan duduk, sehingga Sungmin bisa duduk di sebelahnya. "Apa kau sudah membelikan minuman yang Kyuhyun minta?" tanya Sungmin. Jae Kyung menganggukkan kepala. Ya, Kyuhyun menyuruhnya membeli minuman di toko dekat dorm.
"Di mana dia?" tanya Jae Kyung. "Mandi, kurasa," jawab Sungmin. Jae Kyung bernafas lega. Akhirnya ia mendapatkan kemerdekaannya.
"Ada apa?" tanya Sungmin. Jae Kyung menatap Sungmin. "Apa?" "Kau dan Kyuhyun, apa terjadi sesuatu? Kenapa dari tadi Kyuhyun seperti berusaha memisahkan kita?" tanyanya. Jae Kyung angkat bahu. "Entahlah.. dia sangat aneh," ucap Jae Kyung. Jae Kyung tidak mau memikirkan Kyuhyun, ia beralih menatap Sungmin.
"Oh iya, hyung. Tadi, apa yang mau kau tunjukan padaku?" tanya Jae Kyung. Ia ingat kalau Sungmin berusaha berbicara dengannya tentang sesuatu.
"Ah.. itu.." Sungmin mengeluarkan tabletnya. "Ini, aku ingin meminta pendapatmu tentang lagu ini. Aku berusaha menciptakan lagu." Sungmin memutar sebuah musik. Jae Kyung mendengarkannya. Alunan musiknya bagus. Jae Kyung memejamkan matanya.
"Apa yang sedang kalian dengarkan?"
Suara itu membuat Jae Kyung sontak membuka matanya. Kyuhyun berada tepat di belakang Jae Kyung dan Sungmin. "Ah.. Ini, aku membuatnya sendiri. Masih belum ada liriknya sih," jelas Sungmin yang juga terkejut karena kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba. Kyuhyun berjalan ke depan dan duduk di antara Sungmin dan Jae Kyung. "Aku juga ingin mendengarnya, putarkan lagi!" suruh Kyuhyun.
Jae Kyung menatap Kyuhyun. Okay, dia melakukannya lagi. Jae Kyung berdiri. Kyuhyun dan Sungmin menatapnya. "Hei, kau mau kemana?" tanya Kyuhyun. Jae Kyung menatap Kyuhyun sengit. Sudah cukup dengan gangguanmu. Aku tahu kau mempermainkanku lagi. Kau bilang apa? Memperlakukanku dengan baik? Benar-benar konyol. Jae Kyung menatap Sungmin. "Hyung, aku mau keluar sebentar," pamit Jae Kyung.
"Hei, kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Kyuhyun. Jae Kyung tidak memperdulikan Kyuhyun. Dia hanya ingin menjauh dari Kyuhyun karena ia sudah muak dipermainkan olehnya.
Jae Kyung berhasil keluar dari dorm. Ia duduk di ayunan taman.

"Hei Jim Kang!" Jae Kyung melihat Kyuhyun berlari ke arahnya. Astaga! Apa dia tidak bosan menggangguku terus? Jae Kyung benar-benar tidak mengira Kyuhyun akan mengejarnya sampai sini. "Kenapa kau ke sini?" tanya Jae Kyung. Kyuhyun duduk di ayunan sebelah Jae Kyung. "Ah.. udaranya segar sekali.." ucap Kyuhyun, tidak menjawab pertanyaan Jae Kyung.
Jae Kyung berdiri. "Kau nikmati saja udara di sini, aku pergi!" Jae Kyung hendak melangkahkan kakinya pergi, namun Kyuhyun menahan tangannya. Jae Kyung sudah tidak tahan lagi. Ia melepaskan pegangan tangan Kyuhyun dan berbalik menatapnya.
"Baiklah, apa yang ingin kau katakan? Kenapa kau selalu mengikutiku terus?" tanya Jae Kyung. Kyuhyun tertawa. "Apa? Memangnya aku melakukan apa?" tanyanya.
Jae Kyung mengatur nafasnya. Ia berusaha untuk tidak marah. "Apa kau terus akan seperti ini? Tidak bisakah kau biarkan aku sendiri?" tanya Jae Kyung. Kali ini Kyuhyun tidak menjawabnya. "Baik, kalau kau tidak ingin mengatakan apa-apa, aku pergi." Jae Kyung berbalik, namun Kyuhyun tiba-tiba berlari ke depan dan menghalangi jalannya.
"Kyuhyun-ah.. ada apa denganmu?" Jae Kyung sama sekali tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab, namun juga tidak beranjak dari tempatnya. "Kalau kau terus kekanak-kanakkan seperti ini, maka aku akan-" Kyuhyun tiba-tiba menarik Jae Kyung dalam pelukkannya. "Jangan melihat ke arah laki-laki lain!" bisik Kyuhyun.
Jae Kyung mendorong tubuh Kyuhyun. Ia tidak sedang ingin bercanda. "Apa maksudmu?" tanyanya. "Aku bilang, jangan melihat ke arah Sungmin hyung!" suruh Kyuhyun. Jae Kyung memandangnya aneh. "Kenapa?" Jae Kyung berpikir alasan Kyuhyun melarangnya untuk dekat dengan Sungmin, namun ia tidak menemukan jawabannya. Ia bertanya lagi, "Kenapa aku tidak boleh melihat Sungmin hyung?" tanya Jae Kyung.
Kyuhyun tidak menjawabnya. Ia hanya terdiam. Jae Kyung memajukan langkahnya. "Kenapa?" tanyanya lagi, kali ini ia sengaja meninggikan suaranya. Tatapan mata mereka bertemu. Kyuhyun menatap Jae Kyung lama. "Karena aku mencintaimu.." ucap Kyuhyun pelan.
Mata Jae Kyung melebar. Ia tidak yakin dengan pendengarannya. "Mwo?" tanyanya. "Saranghae," ucap Kyuhyun lagi. Apa yang barusan dia katakan? Cinta? Kyuhyun mencintaiku? Jae Kyung menatap kedua mata Kyuhyun. Ada apa ini? Apa ini adalah salah satu triknya untuk mempermainkanku lagi?
------o0o------

A DollTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang