Bab 9

151 17 2
                                        

Mohon maaf yg sebesar2nya karena baru update sekarang..
Beberapa hari ini aku sibuk ngerjain tgs kuliah..
Okee.. cukup basa-basinya..
Happy Reading.. !!

--------------------------------

Im Hee menatap sebuah dorm di depannya. Ia membaca alamat yang ada di ponselnya dan menatap nomor dorm itu. "Pasti ini tempatnya.." gumam Im Hee. "Im Hee-ya.. Apa kau pikir, aku bisa mempunyai keluarga?" Im Hee menghela nafas berat. Ia teringat kata-kata Jae Kyung di telepon. Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal itu ya? Apa ada masalah? Im Hee benar-benar khawatir dengan keadaan Jae Kyung, jadi sore itu, setelah ia pulang dari pekerjaannya, Im Heee datang ke tempat ini.
"Tidak! Kumohon hentikan!" Samar-samar ia mendengar suara Jae Kyung. "Pergi! Pergi!" Kali ini Im Hee dapat mendengarnya dengan jelas. "Jae--Jim Kang-ah!" Im Hee buru-buru masuk ke dalam. Beruntung pintunya tidak dikunci.
Im Hee mendapati Jae Kyung terduduk di pojok ruangan. Tubuhnya gemetaran karena takut. Ia segera menghampiri Jae Kyung dengan cemas. "Hei, Jim Kang, ada apa denganmu?" Jae Kyung tidak menjawab dan hanya berteriak. Im Hee menatap Donghae dengan heran. "Ada apa dengannya?"
"Aku tidak tahu. Kurasa dia takut pada ini." Donghae menunjukan boneka barbie itu dan Im Hee langsung terkejut. Dia segera merebut boneka itu dan membuangnya jauh-jauh.
"Jauhkan itu darinya!" jelas Im Hee. Im Hee kembali menenangkan Jae Kyung.
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa." Im-Hee memeluk Jae Kyung untuk menenangkannya. "Boneka itu.." Jae Kyung mengulanginya terus. Tubuh Jae Kyung bergetar hebat. "Akhh.. Tidak! Hentikan! Hentikan!" Jae Kyung menangis histeris karena tidak dapat menahan ketakutannya sendiri.
"Hei, lihat aku! Ini aku, Im-Hee," kata Im-Hee. Semula tatapan mata Jae Kyung tampak liar, namun kemudian ia menatap Im-Hee. "Im-Hee.." Dia mendesah pelan.
--
Im Hee menuntun Jae Kyung masuk ke dalam kamarnya. Wajah Jae Kyung pucat dan badannya lemas. Im Hee membantu Jae Kyung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "Apa kau yakin tidak ingin pergi ke rumah sakit?" tanya Im Hee cemas. Jae Kyung tersenyum. "Kwenchanna.. aku hanya perlu istirahat," jelas Jae Kyung.
"Benar tidak apa?" "Im Hee ya.. tidak perlu berlebihan. Ini bukan pertama kalinya aku seperti ini kan?" ucap Jae Kyung. Im Hee menganggukkan kepalanya. "Araso! Aku akan keluar," ucap Im Hee sedikit kesal.
"Gomawo.." Im Hee menatap Jae Kyung yang memejamkan matanya. Ia mendesah pelan dan keluar dari kamar.
"Bagaimana keadaan Jim kang?"
"Apa dia baik-baik saja?"
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Im Hee langsung dirundung pertanyaan oleh seluruh anggota Super Junior. "Dia tidak apa-apa. Hanya perlu istirahat," jawab Im Hee. "Tapi.. kenapa dia jadi seperti itu? Apa dia benar-benar takut dengan boneka barbie ini?" tanya Donghae bingung, sambil membawa boneka barbienya.
Im Hee langsung melotot melihat boneka itu. "Hei! Lebih baik kau buang itu jauh-jauh! Jangan sampai Jae--maksudku Jim Kang melihatnya!" suruh Im Hee kesal. Donghae buru-buru menyembunyikan boneka barbie itu di belakangnya.
"Tapi, kenapa kami harus melakukan hal itu?" tanya Kyuhyun bingung. "Bukankah yeoja menyukai hal-hal yang seperti itu?" sambung Kyuhyun. Im Hee mengacak-acak rambutnya. "Kalian tidak mengerti! Pokoknya kalian tidak boleh melakukannya!" suruh Im Hee.
"Kami perlu mengetahui alasannya. Bagaimanapun juga Jim Kang sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Kami juga harus bisa menjaganya," ucap Sungmin. Im Hee menatap Sungmin. Keluarga? "Sungmin benar. Kita perlu mengetahuinya," ucap Ryeowook. Im Hee menghela nafas berat.
"Baiklah.. aku akan mengatakannya. Tapi, berjanjilah! Kalian tidak boleh mengatakannya pada siapapun, bahkan pada Jim Kang sekalipun," suruh Im Hee. Mereka semua menganggukkan kepalanya. "Tapi.. kita tidak boleh bicara di sini," jelas Im Hee.
"Baiklah, ikut aku!" Mereka semua mengikuti Leeteuk masuk ke dalam kamarnya. Leeteuk mengunci pintunya, agar tidak ada seorangpun yang dapat memasukinya.
--
"Dia menderita trauma, karena itu setiap kali ia melihat boneka barbie, dia jadi seperti itu," jelas Im-Hee pada seluruh personil Super Junior. "Trauma?" tanya Leeteuk bingung. "Ibunya tertabrak mobil saat dia berumur delapan tahun, Jim Kang menyaksikan sendiri kematian ibunya itu," jawab Im-Hee dengan lirih.
"Lalu apa hubungannya dengan boneka barbie itu?" "Saat ibunya tertabrak mobil, ibu Jim Kang memegang boneka barbie itu," jelas Im Hee.
"Jim Kang, kehilangan ingatannya. Mungkin karena dia terlalu tergoncang menyaksikan sendiri bagaimana ibunya meninggal. Karena itu, kami memberitahunya bahwa ibunya meninggal karena sakit," ungkap Im-Hee. "Kami?" Im-Hee mengangguk.
"Ne, keluarganya dan aku. Kami merahasiakan kenyataan pahit itu untuk melindunginya." "Jadi kau sudah mengenalnya sejak lama?" Im-Hee mengangguk lagi. "Tapi, kau ini siapa?" tanya Sungmin.
"Ah benar.. aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Im Hee.." jawab Im Hee. "Apa kau.. yeojachingu nya?" tebak Eunhyuk. Im Hee dan Kyuhyun tertawa bersamaan. "Bukan.. aku hanya teman Jim Kang sejak kecil. Orang tua kami bersahabat," jawab Im-Hee.
"Benar, bagaimana mungkin dia menjadi pacarnya?" tawa Kyuhyun. Yesung menatap Kyuhyun heran, diikuti dengan yang lain.
"Kenapa tidak mungkin?" tanyanya. Im Hee juga menatap Kyuhyun. Benar.. kenapa tidak mungkin? Bahkan orang lain kebanyakan menganggapku sebagai pacarnya. "Bukankah yeoja menyukai hal-hal yang seperti itu?" Tiba-tiba Im Hee ingat Kyuhyun mengatakan hal itu tadi. Jangan-jangan...
"Tentu saja tidak mungkin. Bagaimana bisa Jim Kang punya pacar secantik dia?" jawab Kyuhyun. Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya ke Im Hee, membuat yang lainnya gemas ingin memukul Kyuhyun. Tentu saja.. bagaimana mungkin orang seperti dia tahu kalau Jae Kyung adalah yeoja? Im Hee tertawa.
"Tapi.. bagaimana jika Jim Kang ingat kembali kejadian itu?" tanya Kyuhyun penasaran. Semua menoleh ke arah Kyuhyun. Tidak biasanya Kyuhyun tertarik dengan hal yang menyangkut Jae Kyung. "Kenapa? Kau akan memberitahunya?" tuduh Sungmin.
"Hei, aku tidak sejahat itu!" protes Kyuhyun kesal. "Pokoknya, jangan memberitahunya! Jangan sampai dia tahu mengenai ini. Dia mungkin akan hidup dalam kesedihan, ah tidak-bahkan bisa lebih buruk lagi." "Lebih buruk lagi?"
"Dia mungkin akan langsung bunuh diri," duga Im-Hee.
"Mwo?" jerit mereka bebarengan.
--
Hari itu Super Junior menghadiri sesi pemotretan untuk album baru mereka. Mereka mendatangi sebuah studio foto. "Annyeonghaseyo.." sapa mereka pada fotografer dan beberapa staff di sana. "Oh.. ya.. cepat make-upi mereka!" suruh fotografer pada staffnya. Para staff sibuk memake-upi anggota Super Junior lainnya.
"Siapa kau?" tanya fotografer ketika melihat Jae Kyung ikut dimake-upi. "Ah.. aku-" "Dia Jim Kang, anggota kami yang baru," jelas Leeteuk.
"Benarkah? Tapi, presdir menyuruhku untuk memotret hanya sembilan orang saja," jelas fotografer bingung.
"Aku akan menelepon presdir untuk menginformasikan hal ini," ucap Leeteuk. Leeteuk hendak mengeluarkan ponselnya, namun Jae Kyung mencegahnya. "Biar aku saja, hyung. Kau lanjutkan saja!" suruh Jae Kyung. Ia tidak mau mengganggu jalannya pemotretan.
"Aku permisi sebentar," pamit Jae Kyung. Jae Kyung mengambil tempat agak sepi dan menelepon ayahnya.
"Yeoboseyo?" sapa Jae Kyung. "Ada apa?" tanya presdir dengan nada dingin. "Soal pemotretan, mereka bilang, mereka hanya akan memotret sembilan orang saja," jelas Jae Kyung. "Memangnya kenapa dengan itu?" tanya presdir.
"Kalau sembilan orang, berarti aku tidak termasuk." "Tentu saja! Mereka tidak boleh memotretmu. Jika foto itu keluar, maka massa akan mengetahui bahwa kau adalah anggota mereka. Jika massa menyelidiki identitasmu, akan menjadi bom bagi perusahaan kami," jawab presdir. Jae Kyung memaksakan diri untuk tersenyum. Ah benar.. Kenapa aku bisa lupa akan hal itu? Bukankah aku hanya boneka yang tidak akan pernah menjadi manusia?
"Baiklah, aku mengerti, presdir," jawab Jae Kyung. "Akan kuberitahukan pada mereka bahwa aku akan muncul setelah album ini berakhir," jelas Jae Kyung lagi. "Ya, kau harus ingat! Kau bukan bagian dari mereka. Kau hanya orang yang menyamar menjadi bagian dari mereka. Kau mengerti?" "Ne.." Presdir menutup teleponnya. Baginya, aku hanyalah alat mata-matanya saja. Jae Kyung menghembuskan nafas berat.
--
"Ah.. sudah lama aku tidak jalan-jalan seperti ini," ungkap Donghae. Setelah selesai pemotretan, mereka berjalan-jalan sebentar di sekitar lokasi pemotretan. Mereka ingin mencari makan dekat sana. "Di sana sepertinya ada yang menjual tteoppoki. Sudah lama aku tidak makan itu," kata Eunhyuk.
"Mana?" tanya Shindong. Matanya melebar mendengar sebuah nama makanan. "Itu di sana!" tunjuk Yesung.
"Assa!!"
Shindong langsung berlari ke arah yang ditunjuk Yesung. "Hei, tunggu aku!" suruh Eunhyuk. Eunhyuk segera berlari mengejar Shindong, diikuti dengan Donghae, Ryeowook, Leeteuk, Yesung, Sungmin dan Siwon.
Jae Kyung tidak menyusul mereka. Ia melihat-lihat toko yang ada di samping kiri dan kanannya. Sudah lama ia tidak jalan-jalan. Ini adalah penghiburan baginya. "Eomma, appa! Lihat ini!" Jae Kyung mendengar suara anak kecil. Saat ia hendak menoleh ke arah suara tadi, tiba-tiba seseorang memeluk tubuhnya.
Jae Kyung mengangkat wajahnya untuk melihat orang yang memeluknya itu. Kyuhyun!! Jae Kyung meronta, namun Kyuhyun tidak melepaskan pelukannya. "Hei! Ada apa denganmu?" tanya Jae Kyung bingung. Kyuhyun mempererat pelukannya. "Sst.. diamlah! Jangan bergerak!" bisik Kyuhyun di telinga Jae Kyung. Seperti tersihir, Jae Kyung tidak bergerak.
-------o0o-------

A DollTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang