Maaff banget.. baru upload sekarang..
Bab kali ini, akan lebih panjang dari sebelumnya..
Semoga dapat menghibur kalian..
Thanks ^^
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Inyoung telah menyelesaikan tugasnya. Ia menunggu pintu lift terbuka. "Ting!" Pintu lift terbuka. Ia melihat Jae Kyung ada di dalam lift. Ia tersenyum. "Jim Kang-ssi?" panggil Inyoung. Jae Kyung menahan pintu liftnya agar tidak tertutup. Ia menundukkan kepala memberi salam. Inyoung masuk ke dalam lift. Tanpa berkata apa-apa, Jae Kyung pergi meninggalkan Inyoung.
Inyoung merasa kecewa pada perlakuan Jae Kyung padanya, namun ia menghiraukan perasaannya itu. Mungkin saja, ia buru-buru karena urusan penting, pikir Inyoung. Pintu lift akan tertutup, namun Inyoung berubah pikiran. Ia menahan pintu lift dan keluar dari sana. Apa presdir memarahinya lagi? Inyoung mendadak khawatir.
Ia mendekatkan telinganya ke pintu ruangan presdir. "Apa yang kau pikirkan? Datang ke pesta seperti itu dengan memakai gaun. Apa kau sengaja melakukannya? Kau ingin identitasmu terbongkar?" Inyoung mendengar suara bentakkan presdir. Inyoung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Apa? Dengan gaun? Inyoung menempelkan telinganya di celah pintu, dan mendengar Jae Kyung meminta maaf kepada presdir.
"Ingat! Kau hanya mata-mata! Tugasmu adalah mengawasi mereka dan melaporkannya padaku! Jangan lakukan apapun selain hal itu! Kau mengerti?"
"Ne, presdir."
"Baiklah, kau boleh pergi!"
Inyoung buru-buru menekan tombol lift. Beruntung, pintu lift langsung terbuka. Ia masuk ke dalam lift dan turun ke Lobby. Jim Kang adalah mata-mata presdir! Dia juga adalah seorang yeoja! Inyoung mengepalkan tangannnya.
"Ting!"
Pintu lift terbuka. Inyoung telah sampai di Lobby. Inyoung mengingat perlakuan Jae Kyung yang mengabaikannya dan sama sekali tidak menghormatinya. "Boleh.. aku memanggilmu oppa?" Wajah Inyoung memanas mengingat dia pernah mengatakan itu ke Jae Kyung. "Ah, Inyoung-ah, hari ini kau terlihat sangat cantik." Ia mengepalkan tangannya. Beraninya, seorang yeoja mengatakan hal itu kepadaku! Beraninya dia mempermainkanku!
"Ting!!"
Pintu lift terbuka. Mata Inyoung melihat Jae Kyung yang keluar dari lift. "Jim Kang-ah.." Ia menghalangi jalan Jae Kyung. "Ne.." Jae Kyung menundukkan kepalanya, memberi hormat, lalu melanjutkan langkahnya. Inyoung tertawa tak percaya. "Hey! Penipu!" Ia berteriak.
Jae Kyung menghentikan langkahnya, menoleh ke sekelilingnya, lalu berbalik. "Aku?" tanyanya. "Benar! Siapa lagi kalau bukan kau?" Inyoung kesal. Ia melihat Jae Kyung memiringkan kepalanya.
"Dasar tidak tahu diri! Bagaimana kau bisa mengabaikan aku seperti itu? Apa kau bahkan tahu namaku?" tanya Inyoung kesal. Ia melihat Jae Kyung tertawa. Tertawa? Kau tertawa? "Namamu Inyoung, Park Inyoung. Kau nunnanya Leeteuk hyung kan?" jawab Jae Kyung sambil tersenyum. Inyoung tertawa tak percaya. "Hyung? Kau bilang hyung?"
"Nunna, ada apa denganmu?"
"Nunna?"
Inyoung maju mendekati Jae Kyung. "Kau seharusnya memanggilnya memanggilku unnie, penipu!" ucap Inyoung. Inyoung mendorong Jae Kyung dengan keras. Jae Kyung terjatuh ke lantai. Inyoung mengarahkan jari telunjuknya ke arah Jae Kyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Doll
FanfictionJae Kyung adalah seorang gadis berumur 19 tahun, namun entah mengapa ayahnya malah menyuruhnya hidup sebagai laki-laki. Jae Kyung menjalani hidupnya sebagai laki-laki, layaknya boneka milik ayahnya. Ayah Jae Kyung, presdir SM Entertainment, kemudian...
