Leeteuk dan anggota Super Junior lainnya masuk ke mobil dengan setengah hati. Mereka berangkat ke tempat latihan mereka. "Jadi, apakah kalian sudah paham, kenapa aku ada di sini? Mulai sekarang, jika kalian masih mau bermain-main seperti ini, lebih baik kalian menyerah untuk menjadi bintang!"
Leeteuk menatap ke arah Jae Kyung. Menjadi bintang adalah impiannya sejak kecil. Kini ia telah menjadi anggota Super Junior, bahkan seorang leader, tapi presdir mereka tidak mengijinkan mereka untuk comeback atau menggelar konser. Karena itu, sebagai bentuk protes, dia juga tidak mau berlatih. Tapi.. "Aku datang ke sini bukan untuk mengikuti permainan anak kecil. Aku datang untuk menjadi bintang," Benar, bukankah dia datang ke sini untuk menjadi bintang? Karena itu, dia harus berusaha lebih keras lagi.
"Baiklah, kita sudah sampai. Kalian turun lebih dulu!" suruh Jae Kyung. Ia tidak mau, kejadian dulu terulang lagi. "Oke.. ayo kita turun!" ucap Leeteuk. Anggota lain mengikutinya turun. Jae Kyung yang terakhir turun, ia tidak mau mereka menipunya lagi.
Ternyata, seluruh anggota Super Junior berlatih dengan serius. Pelatih mengajarkan beberapa koreografi yang baru, namun mereka semua bisa mengikutinya. Jae Kyung saja yang kewalahan. Mereka semua orang yang berbakat, pikir Jae Kyung. Sayang sekali kalau mereka menyia-siakan bakat mereka itu.
"Ah.. lelah sekali!" ucap Sungmin sambil merentangkan tubuhnya di lantai. Jae Kyung tersenyum dan memberikan botol minum ke Sungmin. Sungmin bangun dan langsung meminumnya. Anggota Super Junior lain juga sibuk meminum minuman mereka. Mereka telah selesai berlatih. Jae Kyung tersenyum lagi melihat keseriusan mereka. Jae Kyung menatap ke arah Sungmin. Ia ingat kata-kata Sungmin sebelum mereka pergi ke tempat ini.
"Aku datang ke sini bukan untuk mengikuti permainan anak kecil. Aku datang untuk menjadi bintang." Saat itu Jae Kyung membentak mereka. Semua terdiam sampai Sungmin membuka mulutnya. "Jadi itu alasanmu.." ucap Sungmin. Jae Kyung menatap Sungmin. Sungmin menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, aku akan mengikutimu," jelas Sungmin. "Hyung!" protes Kyuhyun.
"Hei! Apa kalian lupa dengan mimpi kita? Apa kalian lupa untuk apa kita di sini? Bukankah kita di sini untuk menjadi bintang?" tanya Sungmin, menegur Kyuhyun dan yang lainnya. Leeteuk menghela nafasnya berat. "Baiklah, kita akan pergi berlatih hari ini." Leeteuk memutuskan. "Kalau begitu, aku akan bersiap," ucap Sungmin diikuti dengan yang lain.
"Jim Kang?" panggil Sungmin. Ia merasa Jae Kyung mengamatinya. Jae Kyung tersentak dalam lamunannya. "Ya?" tanyanya. "Kenapa kau memandangiku seperti itu?" tanya Sungmin. "Ah.. tidak apa-apa," bohong Jae Kyung. "Apa ada sesuatu hal yang mengganggumu?" tanya Sungmin. Jae Kyung menggelengkan kepalanya. "Tidak ada," jawabnya. "Baiklah kalau begitu."
"Emh.. hyung.." panggil Jae Kyung.
"Ya?"
"Terima kasih.."
Sungmin menatapnya. "Terima kasih untuk apa?" tanyanya bingung. "Terima kasih karena sudah datang berlatih," jawab Jae Kyung. Sungmin tersenyum.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku. Kami yang seharusnya meminta maaf. Tanpa sadar, kami malah bertingkah kekanak-kanakkan," ucap Sungmin. Jae Kyung tersenyum. "Tetap saja, aku berterima kasih, karena kau mau kembali berlatih," ucap Jae Kyung. Sungmin tersenyum.
"Sebegitu senangnya kau melihat kami berlatih seperti ini." Sungmin heran menatap Jae Kyung. Jae Kyung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Aku hanya tidak ingin mengecewakan seseorang," jawab Jae Kyung. "Seseorang? Siapa?" Sungmin penasaran. "Rahasia," jawab Jae Kyung. Tentu saja, ia tidak mungkin mengatakan semuanya.
"Apa yeoja-chingu?" tebak Sungmin. "Yeoja-chingu?" Jae Kyung tertawa. "Aku tidak punya pacar," jelas Jae Kyung. "Ah.. lalu siapa?" Sungmin masih penasaran. Jae Kyung tersenyum usil. "Rahasia!" "Ahh.. katakan padaku! Katakan padaku!" rengek Sungmin seperti anak kecil. Jae Kyung jadi tertawa gemas.
Di lain sisi, Kyuhyun memperhatikan kedekatan Sungmin dengan Jae Kyung. Kyuhyun geram. Ia tidak ingin hyung nya menjadi dekat dengan Jae Kyung. Ia tidak ingin Jae Kyung diterima dalam kelompoknya. Kyuhyun mengepalkan tangannya. Awas saja kau, Jim Kang! Akan kubuat kau tidak bisa tertawa lagi.
--
Leeteuk keluar dari ruang latihannya. Ia mengganti bajunya yang basah karena keringat. Tubuhnya terasa sakit karena sudah lama tidak latihan. Walaupun begitu, menurutnya menari itu menyenangkan. Lebih menyenangkan dari pada menonton TV dan hal-hal lainnya, selain menyanyi. Ia merasa menyesal telah menyia-siakan waktunya.
Leeteuk selesai mengganti bajunya dan keluar dari kamar mandi. "Leeteuk!" Inyoung memanggil Leeteuk. "Oh, nunna. Ada apa?" tanya Leeteuk menghampirinya. "Hei.. apa yang membuatmu datang latihan? Bukankah kau lagi melakukan aksi mogok?" sindir Inyoung. Leeteuk tertawa. "Ah.. itu.. ya, entahlah.." jawab Leeteuk asal. Inyoung mengelus-elus kepala Leeteuk.
"Kau melakukannya dengan baik.." puji Inyoung. Leeteuk menangkap tangan Inyoung dan menjauhkannya dari kepalanya. "Nunna.. aku bukan anak kecil lagi," ucap Leeteuk kesal.
Inyoung tersenyum. "Ya, ya, aku tahu. Oh iya, bagaimana kabar Jim Kang?" tanya Inyoung. "Memangnya ada apa dengannya?" tanya Leeteuk malas. Inyoung menghela nafas berat. "Kau seharusnya jangan bersikap seperti itu pada Jim Kang! Karenamu, kemarin Jim Kang dipanggil oleh presdir. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan di dalam, tapi aku yakin pasti presdir memarahi Jim Kang," cerita Inyoung.
"Apa? Presdir memarahinya?" Leeteuk tidak mengira perbuatannya akan berdampak separah itu. Mata Leeteuk menangkap Jae Kyung yang baru saja keluar dari ruang latihannya. Orang itu.. pantas saja waktu itu dia begitu marah.
--
Jae Kyung dan anggota Super Junior lain berlatih selama seminggu penuh. Mereka akhirnya dapat mengeluarkan minialbum baru. "Hei.. ayo cepat pulang! Aku benar-benar lapar," ucap Leeteuk saat mereka selesai berlatih. Anggota Super Junior lain segera mengemasi barang-barang mereka. Mereka keluar dari ruang latihan dan berpas-pas-an dengan presdir. Jae Kyung dan lainnya memberi hormat.
Jae Kyung ingin sekali mendapat pujian dari ayahnya. Bagaimanapun, ia berhasil membuat semua anggota Super Junior berlatih, namun presdir bahkan tidak melihat ke arahnya, dan terus berjalan pergi. Jae Kyung menghela nafasnya berat. Leeteuk melihat itu. Ia menatap Jae Kyung lama. "Kau seharusnya jangan bersikap seperti itu pada Jim Kang! Karenamu, kemarin Jim Kang dipanggil oleh presdir. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan di dalam, tapi aku yakin pasti presdir memarahi Jim Kang," Ia teringat kata-kata nunnanya.
"Hyung? Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun, menyadarkan Leeteuk. Semua orang menatap ke arah Leeteuk. Bingung dengan Leeteuk yang diam saja. Leeteuk langsung menatap Kyuhyun.
"Apa?"
"Kau bilang kau sudah kelaparan, tapi kenapa kau malah diam saja?" protes Kyuhyun. "Ah iyaa.." Leeteuk tersadar dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, diikuti dengan yang lain.
--
"Aku tidak percaya! Tiga bulan lagi kita akan Comeback," ucap Ryeowook saat mereka sampai di dorm. Leeteuk tersenyum. "Ya, akhirnya presdir mengijinkan kita." "Tapi, apa kau tidak merasa ada yang aneh? Kenapa tiba-tiba Presdir mengijinkan kita?" Kyuhyun merasa aneh.
"Iya, aku juga berpikir begitu. Aneh sekali presdir tiba-tiba peduli dengan kita. Mencarikan kita anggota baru, menjadwalkan latihan kita, mencarikan guru untuk kita, dan sekarang ia menyuruh kita.membuat minialbum sendiri," ungkap Yesung. "Entahlah.. apapun itu, pasti presdir punya rencana. Kita hanya perlu menurutinya saja," suruh Leeteuk.
"Oh iya, dari tadi aku tidak melihat Jim Kang. Di mana dia?" tanya Sungmin. "Entahlah, dia bilang, dia ingin pergi menjemput temannya," jawab Siwon. Leeteuk teringat kata-lata Inyoung. Ia merasa bersalah pada Jae Kyung. Secara tidak langsung, Jae Kyunglah yang membuat mereka bisa Comeback.
"Emh.. Bagaimana kalau kita mengadakan pesta?" usul Leeteuk tiba-tiba. "Pesta? Pesta apa?" Eunhyuk tertarik. "Pesta untuk menyambut Jim Kang," jelas Leeteuk lambat. Semua menatapnya heran. Leeteuk buru-buru menambahkan.
"Bagaimanapun juga, Jim Kang akan menjadi bagian dari kelompok kita, jadi aku rasa.. kita harus.."
"Aku tidak setuju!" bantah Kyuhyun langsung. "Jim Kang bukan bagian dari kita! Aku tidak mau dia menjadi anggota kita," tegas Kyuhyun. Tidak! Itu tidak akan kubiarkan terjadi.. Tidak akan!!
KAMU SEDANG MEMBACA
A Doll
FanfictionJae Kyung adalah seorang gadis berumur 19 tahun, namun entah mengapa ayahnya malah menyuruhnya hidup sebagai laki-laki. Jae Kyung menjalani hidupnya sebagai laki-laki, layaknya boneka milik ayahnya. Ayah Jae Kyung, presdir SM Entertainment, kemudian...
