BAB 8

235 18 6
                                        

Setelah mengetahui semuanya, apakah Kyuhyun akan mengusir keluar Jae Kyung? Ataukah dia malah membuat Jae Kyung terus berada di sampingnya?
Keputusan sekarang ada di tangan Kyuhyun. Manakah yang akan dipilihnya?

Penasaran??

Okee...
Let's Start!!
----------------

"Jim Kang akan menyusul kita. Ayo kita berangkat!" suruh Leeteuk. "Wae? Apa dia sakit?" Sungmin khawatir. Leeteuk angkat bahu. "Mungkin dia butuh sedikit istirahat," tebak Ryeowook.
"Istirahat?" Yesung memiringkan kepalanya tidak mengerti. "Kalian tahu sendiri, bagaimana Kyu memperlakukan Jim Kang kemarin?" Siwon menjawab pertanyaan Yesung. "Ah.. benar juga." Setuju Donghae. Semua menatap ke arah Kyuhyun.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Kyuhyun kesal. "Hei, kau ini memang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti?" tanya Eunhyuk dengan kesal. "Hei, jangan berlebihan! Mungkin saja Jim Kang hanya malas untuk latihan. Sudahlah! Ayo kita berangkat!" suruh Kyuhyun. Ia berdiri.
"Arggh.."
Tiba-tiba perutnya mulas. "Apalagi? Bukankah kau yang menyuruh kami untuk segera berangkat?" tanya Leeteuk kesal.
"Mianhae, hyung! Kalian duluan saja! Aku nanti akan-uh..." Kyuhyun buru-buru masuk ke dalam toilet. "Hei, apa kau pikir itu cuma akting?" tanya Shindong. Mereka semua berpandangan. Tiba-tiba tercium bau tidak sedap dari arah toilet.
"Ahh.. bau sekali!" omel mereka. "Sudah, ayo berangkat!" Mereka semua berebut keluar karena tidak tahan dengan bau yang berasal dari toilet itu.
--
"Yeah, Shoot! Shoot! Ahhh!" Kyuhyun menjerit kecil, ketika ia tertembak oleh musuh dalam gamenya. Walaupun perut Kyuhyun sudah tidak sakit lagi, tapi dia tidak mau menyusul anggota Super Junior yang lain. Jim Kang boleh bolos, kenapa aku tidak boleh?
Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi. Kyuhyun segera mengambilnya. "Ah.. Leeteuk hyung," desis Kyuhyun setelah melihat nama yang tertera dalam ponselnya.
Kyuhyun mengambil nafas dan mengangkat teleponnya. "Ah, hyung. Mianhae.. Perutku benar-benar sakit.. Akh.." Kyuhyun pura-pura kesakitan. "Hei, kami sudah tahu kau akan seperti ini. Bukan itu yang ingin aku tanyakan," ucap Leeteuk. "Bagaimana dengan Jim Kang? Apa dia masih tidur?" sambung Leeteuk. "Mana aku tahu? Aku tutup!" ucap Kyuhyun malas.
"Hei! Kau ini! Bagaimana kalau dia sakit?"
"Hyung, aku yang sakit! Seharusnya kau mengkhawatirkanku, bukannya dia!" Kyuhyun tersinggung. "Kyuhyun-ah, jangan begitu! Coba cek keadaan Jim Kang! Bagaimana kalau dia sakit parah?" tanya Leeteuk. Kyuhyun mengacak-acak rambutnya sendiri. "Ah, molla!" Ia mematikan ponselnya kesal.
Kyuhyun memakai headphonenya, hendak bermain game lagi, namun kata-kata Leeteuk teringang-ingang di telinganya. "Bagaimana kalau dia sakit parah?" Kyuhyun melepas headphonenya, namun kemudian memasangnya kembali. Ah.. aku tidak peduli. Walau dia sakit parah sekalipun. Kyuhyun terdiam. Tapi, bagaimana kalau dia sampai mati? Bisa-bisa aku yang akan disalahkan. Ia melepaskan headphonenya. Terdiam sebentar, lalu mengacak-acak rambutnya lagi. "Aish.." gerutunya.
--
Kyuhyun akhirnya memutuskan keluar dari kamarnya, menuju kamar Jae Kyung. Sayup-sayup, ia mendengar suara Jae Kyung dari dalam kamarnya. Dia baik-baik saja. Untuk apa aku mengkhawatirkannya? Kyuhyun tertawa konyol. Tapi, dengan siapa ia berbicara? Dia membuka pintu kamar Jae Kyung sedikit agar dia bisa melihat dengan siapa Jae Kyung berbicara. Ternyata, Jae Kyung berbicara di telepon. "Tapi Appa.." Kyuhyun sedikit kecewa karena ternyata ia tidak akan mendapatkan berita yang bagus. Jadi, dia berbalik pergi.
"Tidak bisakah aku berhenti sekarang?"
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Berhenti? Kyuhyun memundurkan langkahnya dan kembali mengintip. "Kenapa? Kenapa tidak bisa? Mereka semua tidak menerimaku." Kyuhyun tersenyum dengan penuturan Jae Kyung. "Ne, aku tahu, tapi bisakah kau pertimbangkan lagi?" Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya. Benar! Pertimbangkanlah lagi. Bagaimana mungkin orang seperti dia menjadi anggota Super Junior?
"Mungkin kau lupa akan hal ini, tapi appa.. aku ini yeoja! Bagaimana aku bisa tinggal bersama mereka?" Deg! Senyum di bibir Kyuhyun langsung lenyap seketika itu juga. Tunggu sebentar! Tadi dia bilang apa? Kyuhyun mengamati Jae Kyung dalam-dalam. Yeo.. Yeoja? Dia?
Kyuhyun melihat Jae Kyung melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur. "Aish.. Selalu saja begini!" Jae Kyung memandang pantulan wajahnya di cermin. "Kau adalah boneka, boneka namjanya." Kyuhyun melihat Jae Kyung berbicara pada pantulan wajahnya sendiri. Apa? Boneka? Kyuhyun melihat Jae Kyung meninju cermin.
"Aku.. benci boneka!" Jae Kyung meninju cermin lagi, satu kali, dua kali, tiga kali.. Hei, Hei, Hei! Apa dia benar-benar gila? Kyuhyun ingin masuk untuk menghentikan tingkah laku Jae Kyung, namun ia terhenti ketika melihat tangan kanan Jae Kyung yang berlumuran darah.
Jae Kyung berhenti bergerak. Lewat cermin, Kyuhyun bisa melihat Jae Kyung menangis. Ia melihat tangan kiri Jae Kyung menyentuh dadanya, dan itu membuat air mata Jae Kyung mengalir semakin deras.
Kyuhyun menutup pintu kamar Jae Kyung dan bersandar di tembok. Ia menyentuh dadanya. Apa? Perasaan macam apa ini? Kenapa hatiku terasa sakit saat melihatnya seperti itu?
--
Saat makan malam bersama, Kyuhyun diam-diam mengamati tangan kanan Jae Kyung yang berbalut perban. Setelah melihat dan mendengar semuanya, Kyuhyun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan tidak bersuara. Entah mengapa dia tidak ingin Jae Kyung tahu kalau Kyuhyun tahu semuanya.
Sungmin menatap Kyuhyun dan menyelusuri arah pandangan Kyuhyun. Ia melihat tangan Jae Kyung yang berbalut perban. "Jim Kang, kenapa tanganmu terluka? Apa Kyuhyun melakukan sesuatu yang buruk padamu?" tanya Sungmin langsung. Kyuhyun langsung tersedak mendengar pernyataan Sungmin itu.
"Kenapa kau menyalahkanku?" gerutu Kyuhyun. Semuanya menatap aneh ke arah Kyuhyun. "Bukan aku!" bantah Kyuhyun dengan tegas.
"Ini salahku. Aku terlalu ceroboh sampai-sampai membuat tanganku sendiri terluka," jawab Jae Kyung dengan santai. "Ah, lain kali kau tidak boleh melakukan hal itu. Bagaimana jika kau sudah terkenal nanti? Hal sekecil apapun bisa jadi pembicaraan orang," nasehat Leeteuk. Aku hanya akan bersama kalian selama tiga bulan. Maafkan aku. Jae Kyung memaksakan diri untuk tersenyum.
"Hei Kyuhyun, kau seharusnya bisa menjaga Jim Kang! Bukankah kau seharian bersamanya?" suruh Siwon. Jae Kyung langsung menoleh ke arah Kyuhyun. "Kau ada di sini?" tanya Jae Kyung bingung. Dia tidak merasakan kehadiran Kyuhyun.
"Kau tidak tahu? Kyuhyun tidak ikut latihan, sama sepertimu," ucap Sungmin bingung. "Ah hyung, apa kau tidak tahu bagaimana sengsaranya hariku ini? Perutku sangat sakit, jadi aku hanya bisa tidur di kamar," bohong Kyuhyun.
"Baiklah, karena tangan Jim Kang terluka, maka aku yang akan mencuci piringnya," tawar Ryeowook. "Ah tidak usah! Aku bisa melakukannya," tolak Jae Kyung. "Aku melakukannya karena aku adalah hyungmu," bantah Ryeowook. Hyung? Jae Kyung terperanjat mendengar kata-kata dari Ryeowook. "Kalau begitu, sebagai hyung, tolong cuci kan punya kami juga dong!" suruh Kyuhyun. Dia membalikkan kata-kata Ryeowook. Ryeowook kalah telak.
"Ah, sudahlah! Sebagai leader biar aku yang mencuci semua piring kalian," ucap Leeteuk akhirnya. "Benarkah hyung? Ah.. Seharusnya aku banyak menghabiskan piring tadi," sesal Yesung. Leeteuk menatap Yesung dengan tajam. Yesung langsung merasakan tanda 'bahaya' dalam situasi ini. "Kita yang akan mencuci piring ini bersama," ralat Leeteuk. "Kita? Apa maksudmu dengan kita? Hyungg..." Yesung merengek seperti anak kecil, membuat semua orang tertawa.
--
Donghae sedang membongkar-bongkar hadiah yang pernah ia dapatkan dari fansnya. Ia menemukan sebuah boneka barbie. Donghae tertawa dan keluar dari gudang. "Hei, lihat apa yang aku temukan!" ucapnya pada Jae Kyung, Siwon, Leeteuk, Ryeowook, Sungmin dan Kyuhyun. Donghae mengangkat tinggi-tinggi boneka barbienya.
"Bagaimana bisa fans memberiku ini? Aku bahkan bukan yeoja," tawa Donghae. Semua menertawakannya, kecuali Jae Kyung. Tubuh Jae Kyung membeku. Ia tidak bisa bergerak.
Tiba-tiba muncul sekelebat bayangan dalam pikiran Jae Kyung. Seseorang wanita tergeletak di tanah dengan wajah berlumuran darah, dia menggenggam sebuah boneka barbie. "Jae.. Kyung.. Jae.. Kyung.." Wanita itu memanggilnya lirih sambil berusaha menggapai Jae Kyung. Jae Kyung bergidik ngeri. Dia menutup telinganya, namun ia tetap mendengar suara itu.
"Hentikann!" jerit Jae Kyung.
"Berhentii!"
Semua menatap Jae Kyung dengan heran. Donghae bergerak menghampiri Jae Kyung namun Jae Kyung memundurkan langkahnya menjauhi Donghae. "Jangan mendekat!" bentaknya. "Ada apa denganmu Jim Kang?"
"Boneka itu.."
"Apa?"
"Boneka itu.. Jauhkan dariku!" Jae Kyung menunjuk ke arah boneka barbie ditangan Donghae. "Hei, jangan-jangan kau takut dengan boneka ini?" tanya Donghae nyaris tertawa. Donghae tersenyum usil dan malah menyodorkan boneka itu ke arah Jae Kyung.
Jae Kyung berteriak. Dia sangat ketakutan. Seakan-akan dia tidak berada di tempat itu. Seakan-akan semua orang menghilang. Hanya dia dan wanita berlumuran darah itu.
"Tidak! Kumohon hentikan!" Jae Kyung hampir menangis. Suara lirih itu tetap terdengar meski Jae Kyung menutup telinganya. "Pergi! Pergi!" jerit Jae Kyung
------o0o-----

A DollTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang