"Bagaimanapun juga, Jim Kang akan menjadi bagian dari kelompok kita, jadi aku rasa.. kita harus.." "Aku tidak setuju!" Kyuhyun menyela kata-kata Leeteuk. "Jim Kang bukan bagian dari kita! Aku tidak mau dia menjadi anggota kita," bantah Kyuhyun.
"Kenapa?" tanya Ryeowook.
"Apa?"
"Kenapa kau tidak mau dia menjadi anggota kita? Suaranya bagus, kemampuan dancenya juga oke. Dia rajin berlatih. Orang seperti dia, mungkin bisa membuat kita menjadi lebih terkenal," jelas Ryeowook.
"Aku setuju dengan Ryeowook. Jim Kang memang berbakat," aku Sungmin. "Tapi.. tapi.." Kyuhyun hendak membantah, namun Leeteuk menengahi. "Bagaimana kalau kita melakukan voting? Siapa yang setuju, boleh angkat tangannya!" suruh Leeteuk.
Leeteuk mengangkat tangannya, diikuti dengan Sungmin dan Ryeowook. Yesung yang melihat Ryeowook mengangkat tangannya, ikut mengangkat tangan. Kini tinggal Eunhyuk, Shindong, Donghae, Siwon dan Kyuhyun yang tidak mengangkat tangannya.
Kyuhyun tersenyum senang, kemenangan berpihak padanya. Namun kemudian, Siwon mengangkat tangannya. "Aku setuju dengan Leeteuk." Begitu pula dengan Donghae. "Aku rasa.. kita perlu mengadakan pesta," ucap Donghae.
Leeteuk tersenyum dan menurunkan tangannya. "Jadi.. kita akan mengadakan pesta untuk Jim Kang," ucap Leeteuk. "Yess!" seru Shindong. Kyuhyun melotot menatap Shindong. "Apa? Aku hanya senang karena aku akan makan daging yang lezat," jelas Shindong tanpa di tanya.
--
Jae Kyung menunggu di Bandara. Temannya, Im Hee baru saja datang dari Amerika. Im Hee kembali ke Korea setelah ia menyelesaikan kuliahnya di Amerika. Jae Kyung tidak sempat datang saat kelulusannya, karena itu sekarang ia membawa seikat bunga untuk Im Hee. Im Hee adalah temannya sejak kecil.
Orang tua mereka sudah bersahabat sejak lama. Begitu pula dengan mereka. Bagi Jae Kyung, Im Hee seperti unnie nya, walau sebenarnya mereka seumuran.
"Jae Kyung-ah!!!" panggil Im Hee setelah ia melihat Jae Kyung menjemputnya. Im Hee langsung berlari menghampiri Jae Kyung dan memeluknya. Jae Kyung menyodorkan seikat bunga yang dari tadi ia bawa.
"Chukkae..!" ucapnya. Im Hee tersenyum. Ia mengambil bunga itu dan mencium baunya.
"Hmm.. gomawo, chingu ya." balas Im Hee. Hari itu, Im Hee memakai dress berwarna soft pink, dengan memakai Highheels 10 cm berwarna merah maroon. Ia benar-benar seorang wanita. Dia feminim, punya banyak agyeo, suaranya pun lembut. Jika mereka berjalan bersama, Jae Kyung lebih terlihat seperti namja-chingunya.
"Chingu-ya! Aku lapar. Tadi di pesawat aku tidak sempat makan," kata Im Hee dengan nada memelas. Jae Kyung tertawa.
"Araso. Gaja!" ajak Jae Kyung. Jae Kyung membawakan koper Im Hee. Mereka pergi ke restaurant dekat bandara.
--
"Mwooo?? Kau jadi anggota Super Junior?" teriak Im Hee langsung. Jae Kyung menutup mulut Im Hee. Banyak orang memperhatikan mereka. Bagaimana tidak? Di tengah-tengah restaurant yang hening, tiba-tiba saja Im Hee berteriak seperti itu. Berita itu pasti sangat mengejutkannya.
Im Hee melepaskan tangan Jae Kyung yang menutupi mulutnya. "Tapi.. kau kan yeoja?" bisik Im Hee masih tidak habis pikir dengan semuanya. "Ya, aku tahu. Tapi, mau bagaimana lagi? Appa menyuruhku untuk melakukan itu," jawab Jae Kyung setengah berbisik. Im Hee menggaruk-garukkan kepalanya. "Tetap saja.." ucapnya. Jae Kyung menghela nafas berat. "Kau tenang saja Im Hee. Aku hanya akan bersama mereka selama tiga bulan."
"Apa mereka tahu kalau kau adalah yeoja?" tanya Im Hee. "Tentu saja tidak! Jangan sampai mereka tahu. Kalau mereka tahu, aku pasti akan ditendang keluar. Apalagi jika media massa mengetahuinya. Aku akan mati," jelas Jae Kyung. Im Hee mengacak-acak rambutnya sendiri. "Ahjushi benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa ia menyuruhmu untuk.." Im Hee tidak melanjutkan kata-katanya.
"Karena itu.. bantu aku! Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Satu-satunya orang yang bisa membantuku hanya kau," ungkap Jae Kyung. Im Hee menatap Jae Kyung dengan pandangan iba. Ia menghela nafas berat, kemudian menganggukkan kepalanya. "Araso, aku akan membantumu," jawab Im Hee akhirnya
--
Jae Kyung mengantar Im Hee ke rumahnya. "Masuklah! Appa dan eommaku pasti ingin bertemu denganmu," suruh Im Hee. Jae Kyung tersenyum. "Benarkah? Baiklah, kalau begitu." Jae Kyung mengikuti Im Hee masuk ke dalam rumahnya. Jae Kyung suka berada di rumah ini. Orang tua Im Hee memperlakukan Jae Kyung seperti anaknya sendiri. Hal yang tidak ia dapat di keluarganya.
"Im Hee-ya!" Hee Soo, ibu Im Hee langsung menyambut kedatangan Im Hee dengan pelukan. "Eomma.. bogoshipo yo." Im Hee membalas pelukan ibunya. Hee Soo melepaskan pelukannya dan membelai anak semata-wayangnya. "Ah.. uri ddal!" ucapnya. Im Hee tersenyum. "Appa neun?" "Ah.. appamu sedang ada tamu. Mereka sedang membicarakan bisnis di ruang kerjanya," jelas Hee Soo. Hee Soo menatap Jae Kyung, baru menyadari keberadaannya.
"Oh.. Jae Kyung-ah! Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Hee Soo. Jae Kyung menundukkan kepalanya, memberi salam.
"Annyeonghaseyo, ahjumma. Kabarku baik," jawab Jae Kyung. Hee Soo tersenyum. "Apa kau sudah makan?" tanya Hee Soo. Jae Kyung menganggukkan kepalanya. "Ne, ahjumma. Aku baru saja makan bersama Im Hee tadi," jawabnya. "Ah iya, presdir Lee juga ada di sini," jelas Hee Soo.
"Uri aboji?"
Tiba-tiba Jae Kyung melihat ayahnya keluar dari ruang kerja presdir Choi, bersamaan dengan presdir lainnya. "Ah, appa!" Im Hee melambaikan tangannya ke arah ayahnya, presdir Choi. "Oh.. Im Hee!" Predir Choi menghampiri Im Hee.
"Ini anakku, Im Hee. Dia baru saja kembali dari Amerika." Presdir Choi mengenalkan Im Hee kepada rekan sekerjanya. Im Hee membungkukkan badannya. "Annyeonghaseyo," ucapnya.
"Wah.. Tidak kusangka presdir Choi mempunyai anak secantik ini," puji presdir Kim. Presdir Choi tertawa. "Cantikkan? Dia sangat mirip denganku kan?" gurau presdir Choi. "Tidak kok, aku mirip dengan eomma," bantah Im Hee sambil memeluk lengan ibunya. Mereka semua tertawa. "Baiklah, presdir Choi. Sampai ketemu lagi." Rekan kerja presdir Choi pamit. Mereka semua pergi, kecuali presdir Lee, ayah Jae Kyung.
"Oh.. Jae Kyung juga ada di sini," sapa Presdir Choi pada Jae Kyung. Jae Kyung menundukkan kepalanya memberi salam. Im Hee menghampiri Jae Kyung dan memeluk lengannya. "Jae Kyung yang menjemputku di bandara," jelas Im Hee. "Benarkah? Kalau begitu, bagaimana jika kau tinggal di sini sampai makan malam? Kami akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan Im Hee," tawar presdir Choi. Jae Kyung tersenyum.
"Bukankah kau harus bekerja?" tanya presdir Lee sebelum Jae Kyung sempat menjawab tawaran presdir Choi. "Hei.. Choi Gi Seong, beri dia hari libur! Bagaimanapun dia adalah anakmu," bela presdir Choi. "Tidak apa-apa, ahjushi," ucap Jae Kyung. Jae Kyung membungkukkan kepalanya pada presdir Choi, Hee Soo dan ayahnya.
"Aku pamit dulu." "Ya, berhati-hatilah!" ucap Hee Soo. "Ne." Jae Kyung menatap Im Hee dan melambaikan tangannya. "Annyeong!" Im Hee balas melambaikan tangannya. "Sampai ketemu lagi," ucap Im Hee. Jae Kyung memaksakan diri untuk tersenyum. Ia segera melangkahkan kakinya pergi.
--
Jae Kyung melangkahkan kakinya masuk ke dormnya tanpa semangat. "Bukankah kau harus bekerja?" Jae Kyung ingat, kata-kata dingin ayahnya. Aku hanya ingin tinggal lebih lama, merasakan kasih sayang dari mereka. "Ini anakku, Im Hee. Dia baru saja kembali dari Amerika." Jae Kyung ingat saat presdir Choi mengenalkan Im Hee ke rekan kerjanya. Aku juga ingin appa dengan bangga memperkenalkanku pada orang lain, tapi.. Jae Kyung menghela nafasnya berat. Kenapa aku tidak bisa?
Jae Kyung membuka pintu kamarnya. "Selamat datang!!" Tiba-tiba Sungmin, Leeteuk, Siwon, Ryeowook, Yesung, Donghae, Shindong, Eunhyuk berdiri di depannya sambil berteriak. "Ta-raa!!" Dari belakang, Kyuhyun datang sambil membawa kue tart untuk Jae Kyung. "A.. apa ini?" tanya Jae Kyung bingung.
Leeteuk mengulurkan tangannya. "Selamat karena kau telah resmi menjadi anggota kami," ucap Leeteuk. Jae Kyung yang masih setengah sadar, menjabat tangan Leeteuk.
"Mulai sekarang, kau adalah anggota keluarga kami," ucap Ryeowook. Jae Kyung menatap wajah anggota Super Junior satu-persatu. Mereka semua tersenyum. Hal yang tidak bisa kudapatkan di keluargaku sendiri, apakah aku bisa mendapatkannya di sini?
"Ayo, tiup lilinnya!" suruh Kyuhyun. Jae Kyung menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya. Kali ini ia tersenyum dengan tulus. Bukan senyuman evil seperti biasanya. Jae Kyung menatap kue tart yang ada di hadapannya. Bertuliskan, Selamat datang di keluarga Super Junior. Jae Kyung tersenyum. Ia mengambil nafas dan meniupkannya ke lilin. Lilin padam. Semua bersorak dan bertepuk tangan.
"Nah.. sekarang.." Kyuhyun mengambil lilin-lilin itu dan tersenyum. Tunggu dulu! Senyuman itu.. Kyuhyun melayangkan kue tart yang dipegangnya itu, lurus ke wajah Jae Kyung. Kyuhyun menekannya kuat-kuat dan melepaskannya. Wajah Jae Kyung penuh dengan cream.
Jae Kyung membasuh cream yang menghalangi pandangannya. Tepat pada saat itu, ia melihat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. "Kau pikir kami akan menerimamu? Haha.. Jangan bermimpi! Kau masih terlalu jauh untuk masuk ke dalam keluarga kami!" tawa Kyuhyun.
-------o0o-------
KAMU SEDANG MEMBACA
A Doll
FanfictionJae Kyung adalah seorang gadis berumur 19 tahun, namun entah mengapa ayahnya malah menyuruhnya hidup sebagai laki-laki. Jae Kyung menjalani hidupnya sebagai laki-laki, layaknya boneka milik ayahnya. Ayah Jae Kyung, presdir SM Entertainment, kemudian...
