Kise Ryouta

82 7 0
                                        

Hari hari telah berjalan begitu cepat.
Sakura sampai tak menyadari bahwa ia sudah 3 minggu di dunia Basket.

.

Hari ini saat Sakura beristirahat ditaman setelah lari pagi..

"Kyaa!! Itu Kise-kun sedang lari pagi!!"
"Astaga! Tampannya!"
"Kalau setiap hari ia lari pagi, betah aku disini!"
"Loh loh? Bukannya rumahnya Kise-kun itu jauh ya?"
"Yaelah. Bodo amat lah. Yang penting ada Kise-kun!"

Banyak teriakan gadis gadis tentang model yang sangat famous di Jepang. Kise Ryouta.
Dan dan, oh lihatlah! Kise duduk disamping Sakura!
Tatapan iri menghampiri Sakura.

.

"Ittai!" ringis Sakura saat akan berdiri.
Ternyata kakinya terkilir saat lari pagi tadi dan memutuskan istirahat.
Tapi ia tak menyangka akan sesakit ini.

"Eh, daijoubu ka?" tanya Kise tiba tiba.
"Eh, em. Daijoubu," jawab Sakura yang jelas jelas bohong.
"Kau tak bisa berbohong padaku," Kise berjongkok dihadapan Sakura.
"A-apa yang kau lakukan? Akh!" Uh, sakit banget saat Kise mengotak atik kakinya yang terkilir.

Sakura merasa rasa sakit nya menghilang.
"Nah, selesai!" ucap Kise bangga.
"Eh, arigatou," ucap Sakura.

"Namaku Kise Ryouta!" Kise mengulurkan tangannya setelah duduk kembali.
"Haruno Sakura," balas Sakura menjabat tangan Kise. Ia tersenyum.

"Em, ano, Kise-kun?" Sakura menyadarkan Kise dari lamunannya.
Tangan Kise itu masih menggenggam tangan Sakura.
"Etto, tanganmu," gumam Sakura.
Kise melepaskan tangannya.
"G-gomen, Sakura-chan," ucap Kise gugup.
"Mau ku antarkan pulang?" tawar Kise. Sakura menggeleng.
"Aku sudah menelfon kakakku. Sebentar lagi pasti datang," tolak Sakura halus.
"Baiklah. Aku duluan!" Kise meninggalkan Sakura.
.
Beberapa hari berlalu..
Riko menghampiri Sakura dikelasnya.
"Sakura, bisakah kau ke SMA Kaijo?" tanya Riko.
"Untuk apa, senpai?" tanya Sakura balik.
"Untuk latih tanding. Sebentar lagi ada pertandingan basket antar SMA, Interhigh. Kau sudah tahu apa itu Interhigh kan? Jadi, kau bisa ke SMA Kaijo?" Sakura mengangguk setuju.

"Baiklah. Bereskan barang barangmu lalu berangkat. Katakan pada mereka bahwa kita mengadakan latih tanding jam 1 siang. Menurutku, waktunya cukup," Sakura segera membereskan barang barangnya dan membawa tas kecil yang diangkat kedua bahunya.

.

SMA Kaijo..

"Emmm, masih jam 9 pagi. Tadi perjalanannya memakan waktu 50 menit. Cukup lah ya," Sakura berjalan masuk karena gerbangnya memang terbuka.
Sakura menemui kepala sekolah.
Kepala sekolah menyarankan untuk bertemu kapten tim basket Kaijo karena pelatihnya tak masuk.
Kasamatsu Yukio pun dipanggil kepala sekolah.

.

"Ada apa, sensei?" tanya Kasamatsu.
"Ini ada manajer tim basket Seirin. Katanya ingin mendiskusikan tentang basket," jawab kepala sekolah.
Kasamatsu menoleh pada Sakura yang tersenyum.

"Ohayou gozaimasu. Namaku Kasamatsu Yukio," Kasamatsu mengulurkan tangannya. Dibalas olehnya Sakura.
"Ohayou. Haruno Sakura," balas Sakura.
Kasamatsu pun mengajak Sakura mengobrol di kantin. Ia mengajaknya selaku kapten tim basket loh ya. Jangan salpam dulu gaes!

.

Kantin emang rame banget sih. Karena gurunya pada hilang semua.
Tapi, Kasamatsu mengajak Sakura ke perkumpulan basket Kaijo yang ada di pojok.
"Kau lama sekali, Kasamatsu-senpai!" seru Kise kesal. Dia nggak lihat Sakura.
Karena Sakura itu terhalang tubuhnya Kasamatsu.
"Kise? Sapa deh," batin Sakura.

"Ohayou, Kise-kun," Sakura segera kesamping Kasamatsu setelah tahu bahwa ada Kise.
"Huwaa!! Sakura-chan!!" Kise lompat memeluk Sakura. Untung nggak jatuh.
Satu kata buat Kise, alay.

Siswi siswi menatap tajam Sakura.
"A-ano, Kise-kun. Tak perlu seperti ini, juga," ucap Sakura.
Kise pun melepaskan Sakura.
"Ehehehe, gomen ne, Sakura-chan. Aku kelepasan sih pas lihat kamu," cengar-cengir nggak jelas deh si Kise.

Si Kasamatsu langsung menendang punggung Kise.
"Itte, Kasamatsu-senpai," ringis Kise.
"Jaga sikap, Kise," Kasamatsu mempersilahkan Sakura duduk di sampingnya dan di depan Kise.

"Jadi, ada yang mau kau katakan tentang basket?" tanya Kasamatsu.
"Mm, iya. Seirin mengadakan latih tanding untuk persiapan pertandingan masuk Winter Cup," jawab Sakura.
"Kapan-ssu?" tanya Kise.
"Nanti jam 1 siang,"

Semua melirik jam dinding yang ada di kantin.
"Eh? Jam 10. Aku balik dulu ke Seirin," Sakura ingin pergi tapi Kise menahan tangannya.
"Bukannya masih ada beberapa jam lagi ya-ssu?" tanya Kise.
"Iya. Tapi kan aku harus mengurus keperluan untuk latih tanding. Aku manajer tim basket Seirin, Kise-kun," jawab Sakura.

"Kalau begitu, kami ikut," Kasamatsu dan yang lainnya berdiri.
"Mm, perjalanan akan memakan waktu 1 jam. Ditambah fans Kise yang akan menghambat jalan. Kurasa tak apa," batin Sakura.
"Baiklah," ucap Sakura.

.

Seirin jam 12 siang..
"Tunggu! Kalian darimana?" tanya Riko saat ada 2 temannya lewat.

"Oh. Kami tadi habis dari gerbang sekolah. Ada model yang famous di Jepang dan kami meminta tanda tangannya. Sekarang sudah sepi sih, karena kami yang terakhir." 2 teman Riko pun pergi.

.

Gymnasium..
"Pelatih! Mana Sakura? Kenapa dia belum kembali?" tanya Kagami. Ia frustasi karena sepupu kesayangannya itu tak kunjung kembali.
"Tenanglah. Aku yakin ia sebentar lagi kembali," jawab Riko sambil bersenandung ria.
"Ada musuh yang kuat," ucap Hyuga dan Izuki pelan.

.

Pintu gymnasium terbuka beberapa menit setelah itu..
"Hai! Maaf lama. Tapi nggak telat kan," ucap Sakura. Ia masuk diikuti tim basket SMA Kaijo.
"Hisashiburi, Kise-kun," ucap Kuroko tiba-tiba.
"Ara? Kurokocchi! Kita bertemu lagi!" Kise merangkul Kuroko.
"Kise? Anggota Kiseki no Sedai? Pantas Riko seneng seneng gaje. Ternyata ada lawan kuat," batin Hyuga.

.

Dan, ya, jam 1 telah datang.
Latih tanding Seirin vs Kaijo pun dimulai.
Huh. Mereka seri! Kekuatan mereka seimbang.

.

Seirin jam 3 sore..

Riko dan Sakura terus menerus melihat pertandingan di depan mereka. Tak selesai selesai.
Terlanjur bersemangat.
Bunyi peluit berhenti di bunyikan oleh Riko.
Mereka berhenti.

"Cukup!" seru Riko.
Mereka pun ke bench masing-masing.
.
"Sakura, kau ambilkan minum dan handuk untuk mereka semua!" perintah Riko. Sakura mengangguk.
Setelah ia memberikan minum dan handuk pada tim Seirin dan tim Kaijo, ia pamit pulang duluan.

"Ini kunci rumah!" Kagami memberikan kunci rumah pada Sakura dan dihadiahi tatapan bingung semua orang.
"Kau tinggal serumah dengan Sakura?" tanya Riko.
"Iya," jawab Kagami.
Seketika gymnasium jadi rusuh. Sakura mah langsung keluar. Nggak mau ribut dia.

~

Awal awalnya, Kise nggak pake logatnya karena baru kenal gitu sama Sakura.

Goddess Sakura and Hyuga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang