'Brraakk!' pintu tak bersalah di buka secara kasar oleh si pengikut ajaran sesat.
"Sakura!" seru Hidan.
"Ck! Apa?" Sakura berusaha agar tak memukul wajah pria yang lumayan tampan dihadapannya.
"Kau mau menjadi pasanganku di ritual dewa Jashin nanti malam?" tanya Hidan berharap.
"Ih! Nggak mau aku!" tolak Sakura.
"Ayolah Sakura! Jika aku mengajak Konan, aku pasti sudah dibunuh Pak Ketua!" bujuk Hidan.
"Mengapa kau tidak mencari diluar sana? Kan banyak," tanya Sakura.
"Mereka semua lemah! Pasangan ku harus kunoichi!" jawab Hidan.
Sakura berpikir. "Mm, bagaimana kalau kita cari kunoichi di Konoha?" tawar Sakura. Hidan terkejut.
"Kau gila, Sakura?! Ketua sialan itu pasti tak akan mengijinkan kita!" seru Hidan dengan tidak sopannya memanggil Yahiko dengan sebutan 'Ketua sialan'.
"Aku sudah minta ijin kok! Hanya saja aku harus ke Konoha dengan ditemani oleh salah satu anggota Akatsuki. Awalnya aku mau ajak Sasori, tapi karena kau ada urusan, ya, aku ajak dirimu." Hidan langsung memeluk Sakura dengan alaynya.
"Terimakasih, Sakura!" seru Hidan. Sakura menjitak kepala pengikut ajaran sesat itu.
"Lepaskan aku, bodoh!" Nih ya, kalau Sasori tahu, Hidan bisa dibunuh sama tuh orang.
"Bersiaplah! Kita akan berangkat sebentar lagi!" ucap Sakura. Hidan langsung keluar kamar Sakura.
"Hah, seperti apa ya Konoha setelah kutinggal beberapa bulan ini?" batin Sakura.
Saat ini Sakura dan Hidan telah sampai di gerbang Konoha yang tidak dijaga.
"Sepertinya tidak ada penjaga. Kita langsung ke taman Konoha dengan kecepatan penuh! Aku yakin mereka disana," perintah Sakura.
Dan benar saja bahwa teman temannya berada di taman, mereka membicarakannya.
"Owh! Membicarakan ku, ne?" tanya Sakura yang membuat -mantan- teman temannya menoleh ke arahnya.
"Sakura-chan!" Naruto melangkah mendekati Sakura, namun Sakura mundur selangkah membuat Naruto menghentikan langkahnya.
"Senang ya, membicarakan ku yang masuk Akatsuki ini?" sindir Sakura.
Sakura menatap Hidan.
"Kau pilih yang mana?" tanya Sakura. Mata Hidan menatap satu per satu kunoichi yang berada disana. Matanya berhenti menatap Hinata.
"Aku ingin yang bersurai indigo itu," jawab Hidan sambil menunjuk Hinata.
Seketika semua Shinobi dan kunoichi terkejut.
"Apa apaan kau menunjuk Hinata, hah?!" tanya Naruto geram. Satu temannya menuju ke kegelapan. Satu temannya lagi di ambil Akatsuki. Ia tak ingin temannya diambil Akatsuki lagi.
"Wow! Santai lah Naruto!" Sakura melompat kedepan Hinata.
"Kau sangat tidak beruntung, Hyuga Hinata! Namun apalah daya jika kau telah dipilih oleh orang sesat itu." Sakura menarik tangan Hinata, sehingga Hinata ditangkap oleh Hidan. Pandangan mereka bertemu dan tak dapat dilepaskan.
Tak sadar jika Sakura telah membuat yang lain pingsan.
Sakura menatap mereka bosan.
"Kapan kalian berhenti seperti itu?" tanya Sakura bosan. Mereka tersadar dan mengalihkan pandangan mereka, malu.
"Hinata, kami tak menawarkan mu untuk masuk Akatsuki. Kau hanya dipilih untuk jadi pasangan ritual orang sesat disebelahmu malam ini," ucap Sakura. Hinata mengangguk ragu.
"Hei! Aku bukan orang sesat! Kuharap dewa jashin mengampunimu," harap Hidan.
Sakura menggelengkan kepalanya karena Hidan.
Sedangkan Hinata menatap tak percaya ini semua.
Mengapa Sakura dan Akatsuki sangat akrab? Pikirnya.
Malamnya, Hidan dan Hinata melakukan ritual yang tidak masuk akal dipikiran Sakura.
Setelah ritual, Hinata pingsan.
Hidan dan Sakura mengembalikan Hinata ke gerbang Konoha dan langsung melesat ke markas Akatsuki Amegakure.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goddess Sakura and Hyuga
RomantikDimulai dari Sakura masuk organisasi gelap, terlarang, Akatsuki. Mimpi Hinata membuat Sakura keluar Akatsuki. Kisah mereka.. Kisah sang Dewi yang ada.. Kisah tanpa batas.. So, Hope You Like It🌸
