"Kau kalau bilang itu enak! Coba kalau kau di posisi ku," ucap Sakura pada Naruto.
"Yasudah. Jangan dikekang. Lepas aja," ucap Naruto tanpa memikirkan akibat dari ucapannya.
Sakura menendang Naruto hingga ia tepar di lantai mansion HS.
"Baka! Kalau Sakamaki aku lepas, mereka bakal minum darah sembarangan, bodoh! Kau itu Hokage atau bukan sih? Pikiran kayak bukan Hokage, asal ceplos!" ucap Sakura kesal.
Untung di mansion HS itu cuma ada Naruto, Sakura, dan Ino.
Mereka membahas Sakamaki yang sudah 6 bulan di dunia mereka.
.
"Sakura, bukankah kau tahu cara untuk mengusir Sakamaki dari dunia kita?" tanya Ino. Bahasanya nggak bisa diperhalus. Masa' 'mengusir'?
"Bahasanya Ino. Diperhalus dong," ucap Sakura mengabaikan pertanyaan Ino.
"Dan, ya, aku tahu caranya. 6 bukan yang lalu aku memutuskan bahwa biarkan mereka bersenang-senang dulu bersama ibu mereka. Karena mereka kan baru bertemu ibu mereka. Dan, sudah kuputuskan," Sakura menggantungkan kata katanya.
"Kau mengembalikan mereka ke dunia asal sekarang," lanjut Naruto. Sakura mengangguk.
"Aku harus menghilangkan Edo Tensei," tekad Sakura. Ia bangkit.
Kedua sahabatnya itupun ikut.
"Eh? Sakura, kau mau melakukan nya sekarang?" tanya Ino.
"Emm, mungkin. Tapi, kubiarkan mereka bersenang-senang dulu," Sakura berjalan keluar mansion diikuti 2 sahabatnya.
Mereka berniat berjalan jalan Konoha.
.
Para Sakamaki itu dijaga oleh bunshin Sakura.
Tapi, kini mereka bertemu Sakura yang asli. Bunshin pun menghilang.
.
"Kalian senang berada disini?" tanya Sakura.
"Asal ada ibu kami, dimanapun kami senang, Cherry-chan," jawab Raito sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.
Biasanya Sakura langsung memukul Raito, tapi yang ini malah tersenyum.
What?! Sakamaki bingung dong.
"Ada apa denganmu? Tumben kau tak memukulnya," ucap Ayato heran. Sakura tetap tersenyum. Sakura berjalan mendahului mereka.
Ino dan Naruto sudah hilang entah kemana.
"Kalau misalnya ibu kalian sudah tak ada bagaimana?" Kanato sepertinya terpancing ucapan Sakura. Ia berniat memukul Sakura mumpung depannya Sungai.
Sakura kan kunoichi yang terlatih, jadi mau ia di serang dari belakang pun ia tahu.
Sakura melompat ke seberang.
"Ayo, pulang," Sakura meninggalkan Sakamaki yang ter bengong bersama dengan..., eh? Yui mana?
Ternyata Yui ditarik Sakura saat melompat ke seberang.
.
Malam ini adalah malam terakhir Sakura bisa bersama para Sakamaki dan Yui.
Sakura akan masuk kamar. Begitu pula beberapa orang disebelah kamarnya.
Sakura tersenyum.
"Tetap akur walau mereka tak ada," Sakura pun langsung masuk meninggalkan mereka yang bingung.
.
Keesokan paginya..
"Kalian tetap di mansion. Jangan berbuat ulah diluar! Kalau sampai ada yang berbuat yang nggak nggak, awas! Aku mau kerumah sakit." Sakura meninggalkan mereka ke rumah sakit.
"Terus kita ngapain?" Mereka semua menggeleng.
.
Sakura berjalan jalan di area rumah sakit. Mungkin ada yang perlu bantuannya.
Tiba-tiba ada beberapa perawat yang mendorong ranjang rumah sakit. Ada Hidan juga.
"Tunggu-tunggu! Ada apa?" Sakura berusaha agar tak panik saat melihat Hinata tengah menahan sakit.
Karena panik bisaa mengacaukan semuanya.
"Hinata-san akan melahirkan!" jawab salah satu perawat.
"Bawa secepatnya ke ruang persalinan!" perintah Sakura.
Mereka pun ke ruang persalinan.
"Hidan, kau tunggu diluar! Jangan panik!" ucap Sakura berusaha setenang mungkin.
"Bagaimana aku tak panik, Sakura? Istriku sedang berjuang hidup dan mati. Dan kau menyuruhku jangan panik?" Hidan itu sudah panik sepanik panik nya.
"Kubilang jangan panik! Panik bisa mengacaukan semuanya! Kau tunggu diluar. Hinata tak selemah itu!" Sakura menutup pintu ruang persalinan.
.
Sakura memakai sarung tangannya.
Perawat memberikan aba aba.
Sakura melakukan tugasnya semampunya. Ia tak pernah menangani kasus melahirkan.
"Terus, Hinata! Kepalanya mulai terlihat!" seru Sakura.
Karena ini yang pertama bagi Hinata, pastilah sangat sulit.
"Huh, aku tak bisa, Sakura-chan.., hah..," ucap Hinata lemah dengan nafas tak teratur.
"Kita istirahat sejenak," Sakura memberikan istirahat tak sampai 5 menit pada Hinata karena kepala bayi sudah terlihat.
"Lanjut, Hinata-san. Tarik nafas, lalu keluarkan," Hinata berusaha sekuat tenaga.
Hingga..
"Bayi mu telah lahir," Sakura menggendong bayi itu dengan hati hati. Ia membersihkan nya bersama perawat yang pernah menangani kasus melahirkan.
Sedangkan perawat satunya, mengurus Hinata.
.
Sakura perlahan memberikan bayi itu pada Hinata.
"Selamat, anakmu perempuan," Hinata mengecup pucuk kepala anaknya. Rasa sakit digantikan rasa bahagia tak terbatas.
Untuk pertama kalinya, bayi Hinata meminum asi.
"Panggil keluarganya," Perawat memanggil keluarga Hinata yang tiba-tiba ada disana.
"Selamat, anak kalian lahir normal walaupun lahir pada saat kandungan nya berusia 8 bulan," ucap Sakura. Ia tersenyum.
"Sakura-neesama, arigatou," ucap Hanabi.
"Itu sudah tugasku. Aku pamit," Sakura keluar.
.
"Mungkin sekarang ya aku menghilang kan teknik Edo Tensei," gumam Sakura saat sampai di tempat latihan team 7 dulu.
Sakura mengirim bunshin untuk Sakamaki dan Naruto.
Setelah Sakamaki dan Naruto datang..
"Sakura-chan, sekarang ya?" tanya Naruto.
"Hai'!" jawab Sakura.
"Mungkin memang setengah tahun kalian bersama, tapi.., ini bukan dunia kalian," ucap Sakura yang hanya dimengerti ibu Sakamaki dan Naruto.
"Kami mengerti. Kami tak apa jika dimatikan kembali," ucap Cordelia.
"Maksudnya?" tanya Ayato.
"Cara kalian kembali adalah menghilang kan teknik yang membangkitkan ibu kalian," jawab Sakura.
"Naruto, dengan seizinmu, aku ingin menonaktifkan teknik Edo Tensei," ucap Sakura meminta izin.
"Silahkan," balas Naruto.
Sakura membentuk segel jutsu.
Dan, perlahan 3 ibu Sakamaki ini menghilang.
Terakhir....
Sakura membentuk segel jutsu lagi.
Tubuh Sakamaki brothers bercahaya.
"Tetap akur walau beda ibu, ya," pesan Sakura. Sakamaki pun menghilang.
.
"Hah, selesai," gumam Sakura.
Ia dan Naruto pun kembali ke aktivitas mereka.
.
CLING!
Sakamaki brothers tiba di mansion.
"Eh? Kok kita disini?" tanya Ayato saat berada di taman mereka.
"Entahlah," jawab Raito.
Beberapa hari kemudian, mereka menjadi akrab. Tak ada pertengkaran.
Melindungi satu sama lain sudah menjadi motto mereka.
.
Goodbye, Sakamaki....
~
KAMU SEDANG MEMBACA
Goddess Sakura and Hyuga
RomanceDimulai dari Sakura masuk organisasi gelap, terlarang, Akatsuki. Mimpi Hinata membuat Sakura keluar Akatsuki. Kisah mereka.. Kisah sang Dewi yang ada.. Kisah tanpa batas.. So, Hope You Like It🌸
