Persiapan

260 16 0
                                        

Persiapan!
Semua anggota Akatsuki telah berkumpul di ruang rapat untuk membahas tugas tugas yang akan dibagikan Sakura.

"Baiklah! Sasori dan aku akan membuat racun serta penawar racun. Juugo! Periksa keadaan Konoha sebelum 2 hari kedepan! Sasuke, Suigetsu dan Karin, siapkan senjata yang diperlukan! Secukupnya saja!" perintah Sakura.

"Lalu kami, Saku?" tanya Konan.
"Owh! Sebentar ya!" Sakura memberikan kertas kepada sisa anggota Akatsuki yang tak dapat tugas.
"Lakukan tugas kalian yaa! Eits! Jangan lupa besok istirahat full 24 jam yaaa!" Sakura menarik Sasori keluar.

Mereka membuka kertasnya dan terkejut.

Ini isinya.

Hidan: Sapu semua ruangan di markas kecuali kamar Sakura.

Kakuzu: Mengepel semua ruangan di markas kecuali kamar Sakura setelah Hidan selesai menyapu.

Kisame: Bersihkan halaman depan markas bersama Zetsu.

Zetsu: Bersihkan halaman depan markas bersama Kisame.

Konan: Cuci semua baju+jubah anggota dan leader Akatsuki.

Yahiko: Jemur baju+jubah anggota. Ps: jangan lupa bantu Konan.

Tobi/Obito: Mengelap semua yang berdebu di semua ruangan kecuali kamar Sakura. Ps: jangan orangnya.

Deidara: Jangan ngapa ngapain! Duduk manis di kamar. Ps: jangan buat bom!

Mereka super duper terkejut kecuali Deidara yang senyum senyum santai.

"SAAKUUURAAAAAAA!!!!!!!" teriak mereka semua kecuali Sasuke, Juugo, Suigetsu, Karin dan Deidara.

Sakura dan Sasori malah tertawa di kamar Sakura karena rencana mereka berhasil.

Awalnya Sakura iseng untuk memberikan pekerjaan ibu rumah tangga kepada anggota lama. Ia juga dibantu Sasori.

Setelah puas tertawa, mereka mengerjakan tugas mereka.

2 jam berlalu, Sakura dan Sasori telah membuat 4 penawar racun dan 2 racun tapi sangat mematikan.

Sasori membuat 1 racun yang biasa dibuatnya. Dan satunya adalah racun yang baru pertama kali ia buat.

Sakura membuat 3 penawar racun yang tidak dimiliki Konoha, namun Konoha memiliki racunnya. Dan satu penawar racun untuk racun yang pertama kali dibuat Sasori.

Mereka telah meneliti nya dan entah itu berhasil atau tidak.

"Akhirnya jadi juga! Kita harus mencobanya!" ucap Sasori.
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Sakura.
"Masukkan setetes racun ini ke tubuhku!" perintah Sasori. Sakura terkejut.
"Ap-apa? K-kau gila!" seru Sakura.
"Masukkan saja Sakura!" ucap Sasori.
"Tapi jika penawar racun ini tak berhasil bagaimana?! Itu bisa membunuhmu! Aku tak ingin kehilangan mu!" Sakura mulai meneteskan air mata. Air mata itu dihapus oleh Sasori.

"Tenanglah! Aku percaya pada penawar racun mu," Sasori menenangkan Sakura.
Dengan sangat takut, Sakura memasukkan setetes racun ke tubuh Sasori.
Efek racun akan muncul setelah satu menit.

Semenit kemudian, kedua tangan Sasori mulai mati rasa. Ingin rasanya Sakura menyuntikkan penawar racun pada Sasori. Tapi Sasori menahannya dengan alasan ingin tahu efek racun selanjutnya.

Setengah jam kemudian, keadaan Sasori lebih buruk. Kakinya juga mulai mati rasa.

Satu jam kemudian, keadaan Sasori sudah lebih dari parah. Sasori mengalami pusing yang tak biasa. Tubuhnya membiru. Sakura menangis pelan sambil memeluk kekasihnya itu.

"Sakura! Aku sudah tak tahan! Masukkan penawarnya!" perintah Sasori dengan nafas yang tercekat. Sakura langsung menyuntikkan penawar racun nya.

Semenit kemudian, keadaan Sasori membaik. Sakura memeluknya.

"Hiks.. Syukurlah kau tak apa!" isak Sakura. Sasori tersenyum.

"Hapuslah air mata mu. Aku tak suka jika melihatmu menangis," Sasori melepaskan pelukan Sakura dan menghapus air matanya.
Kini Sakura yang tersenyum.

"Tidurlah dikamar ku. Aku ingin melihat hasil tugas dari Akatsuki rumah tangga," Sakura mencium pipi Sasori singkat lalu keluar kamar.

Pertama yang ia kunjungi adalah Kisame dan Zetsu.

"Loh? Kok belum selesai? Udah 3 jam, lho!" tanya Sakura bingung saat melihat Kisame dan Zetsu masih memotong rumput. (😂 memotong rumput katanya? 😂).

"Tadi hujan." Kisame menjawabnya dengan singkat, padat, dan jelas.

Sakura masuk kedalam markas dan bertemu Tobi atau Obito (?).

"Bersih," komentar Sakura.
"Eh, sebenarnya namamu ini Tobi atau Obito sih?" tanya Sakura.
"Obito," jawab Obito.
"Hah? Lalu selama ini mengapa mereka memanggil mu Tobi?" Sakura bingung.
"Mereka hanya menyebutku seperti itu. Tapi yang pasti namaku Obito," Obito berlalu pergi.

Sakura memeriksa hasil Hidan dan Kakuzu. Lah, mereka malah bertengkar.

"Eh? Kok malah bertengkar?" Sakura melihat lantai yang bersih. Ia tersenyum.

"Oh iya! Ngapain kita bertengkar ya?" tanya Hidan. Sakura menggelengkan kepalanya lalu pergi.
Setelah Sakura pergi, Hidan dan Kakuzu kembali bertengkar.

Terakhir, Sakura memeriksa hasil Konan dan Yahiko.

Tapi saat ia sampai di tempat mereka, Sakura malah dihadiahkan pemandangan yang memalukan.

Dimana Konan dan Yahiko hampir berciuman jika tidak diganggu Sakura.

"Ekhem! Aku ganggu ya?" tanya Sakura sambil mengusap lehernya dan menghadap kesamping.

Konan dan Yahiko menjauh.

"Eh? Eng.. Nggak kok Saku," jawab Konan cepat. Sungguh, ia dan Yahiko sangat malu.
"Ohh. Jadi kalo aku nggak datang, kalian pasti sudah berci-mmhhb!" Konan membekap mulut Sakura saat Deidara lewat.

Sakura melepaskan bekapan Konan.

"Sudahlah! Aku ingin kekamar! Lanjutkan kegiatan kalian!" Sakura langsung ke kamarnya.

Ia duduk di samping Sasori yang sedang tidur.

"Menyerang Konoha, ya?" gumam Sakura.

~

Goddess Sakura and Hyuga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang