Pengakuan!
Semua anggota Akatsuki tahu bila kedekatan Sakura dan Sasori itu seperti pasangan kekasih.
Sangat jelas jika mereka berdua saling mencintai.
Sakura telah menghapus nama Sasuke dari hatinya dan digantikan nama Sasori.
Sedangkan Sasori, baru kali ini merasakan yang namanya cinta. Karena kehidupannya yang kelam dan tak pernah bahagia.
"Aku telah menghapus nama Sasuke dari hatiku. Kini nama Sasuke digantikan oleh nama Sasori. Ya, aku mencintainya! Aku mencintai Akasuna Sasori,"-Sakura.
"Aku baru pertama kali merasakan cinta. Kami-sama, biarkanlah aku bahagia untuk pertama kalinya. Jadikanlah Sakura sebagai pendamping hidupku karena aku mencintainya,"-Sasori.
.
.
"Semua Uchiha itu brengsek ya? Misalnya saja, Uchiha Madara. Cuma gara gara gak jadi Hokage aja, nyerang desa Konoha. Terus Uchiha Obito, cuma gara gara kesalahpahaman aja, udah nyerang Konoha. Lalu Uchiha Itachi. Mm, Ita-nii nggak brengsek sih. Mungkin dia satu satunya Uchiha yang nggak brengsek. Terakhir, Uchiha Sasuke yang menurutku agak brengsek sih," Sakura sedang membahas ke brengsek an Uchiha bersama Deidara.
"Sasuke? Agak brengsek? Si Sasuke brengsek nya apa?" tanya Deidara.
"Mm, demi dapat kekuatan aja, mau jadi kelinci percobaan Orochimaru. Terus kalo udah dapet kekuatan, bunuh kakaknya, terus masuk Akatsuki," jawab Sakura. Deidara terdiam.
"Menurutmu Akatsuki itu brengsek ya?" tanya Dei. Sakura menatapnya.
"Dulu sih, menurutku iya. Tapi sekarang nggak, lah! Aku kira Akatsuki itu menyeramkan. Ternyata nggak," jawab Sakura.
"Kesan pertama mu saat masuk Akatsuki itu bagaimana?" Sakura mengingat ingat.
"Mm, awalnya aku kira Akatsuki itu super duper kejam. Dalam atau luarnya sifatnya sama saja. Tapi saat aku bangun dari pingsan dan ditanya ramah oleh Konan-nee, aku jadi berpikir bahwa, Akatsuki memang tak se menyeramkan yang orang lain kira. Akatsuki itu sebenarnya bisa dibilang keluarga sih. Makannya aku selalu merasakan kehangatan disini," jawab Sakura.
Mereka berdua pun membicarakan yang lainnya dan tertawa bersama.
Tapi, ada 1 orang yang menatap mereka dengan tatapan cemburu.
Tahulah itu siapa.
Yap! Dia Sasori.
Sebelum hatinya menjadi lebih panas, ia lebih memilih meninggalkan mereka tanpa tahu obrolan selanjutnya.
"Jadi, kau dan Sasori itu berpacaran, ya?" goda Deidara. Wajah Sakura memerah.
"Ih! Nggak!" Sakura salah tingkah.
"Tapi kau mencintainya kan?" goda Deidara lagi.
"Ish! Apaan sih?! Udah udah!" Sakura meninggalkan Deidara yang tertawa sendiri karena telah menggodanya.
Sakura masuk kekamar Sasori tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Sasori nggak keberatan, katanya.
Sasori sedang berbaring di kasurnya.
Sakura memeriksa suhu badannya.
"Mm, masih panas. Istirahat yang banyak ya, Sasori-kun!" Sakura akan pergi jika Sasori tak menahan tangannya.
"Ada apa, Sasori-kun?" tanya Sakura.
Sasori berdiri dan memeluk Sakura.
Sakura terkejut, namun ia tak protes.
Ia hanya diam dan tak membalas pelukan orang yang dicintainya ini.
"Sakura, aku sudah tak tahan dengan perasaan ini. Aku harus memberitahukannya padamu," Sakura terdiam, menunggu kelanjutan ucapan Sasori.
"Sakura, aku mencintaimu!" ucap Sasori sambil mengeratkan pelukannya.
Sakura terkejut.
Sasori mencintai Sakura?
Mencintai Sakura?
Bagi Sakura, jika ini mimpi, ia tak ingin bangun secepatnya.
"Kau ingin menjadi kekasihku? Jika iya, balaslah pelukanku," perlahan tapi pasti, Sakura membalas pelukan Sasori.
"Aku juga mencintaimu, Sasori-kun!" ucap Sakura mengeratkan pelukannya.
Sasori tersenyum. Untuk pertama kalinya ia bahagia.
Ketukan pintu mengganggu kegiatan mereka.
"Ck! Mengganggu saja!" gumam Sasori. Sakura tertawa kecil.
Setelah pintu dibuka, ternyata Deidara yang mengetuk pintu kamar Sasori.
"Owh! Aku mengganggu kalian, ya?" goda Deidara.
"Ck! Sudahlah! Apa maumu?" tanya Sasori kesal karena kegiatannya telah diganggu.
"Ow! Tenanglah! Aku kesini karena Ketua memanggil kita semua ke ruang rapat," jawab Deidara.
"Aku duluan!" seru Deidara lalu pergi.
"Hehe, akan ku sebarkan berita ini," gumam Deidara.
Deidara tadi menguping pembicaraan Sasori dan Sakura daritadi.
Sesampainya diruang rapat, cuma ada Yahiko dan Konan.
"Hee! Kalian pacaran ya," goda Deidara. Nih orang hobi banget godain orang.
"Diam kau! Tutup mulutmu itu!" ucap Yahiko ketus.
"Sudahlah! Tak perlu begitu. Mereka saja sudah resmi menjadi sepasang kekasih," ucap Deidara.
"Hah? Sakura dan Sasori berpacaran?" Konan mengatakan itu tepat saat semua anggota masuk ke ruang rapat.
"Ha? Pantas saja kalian daritadi nempel terus!" seru Hidan.
"Deidara," gumam Sakura dan Sasori dengan seringai menakutkan sambil menatap Deidara.
"Eh? Hei, tenanglah! Ki-kita satu organisasi, bukan? Kita ha-harus tahu satu sa-sama lain, bukan?" ucap Deidara terbatas bata.
Terlambat Deidara sayang, mereka telah menghajarmu.
Rapat pun dimulai. Kasihan sih ama Deidara yang wajahnya banyak lebam gara gara Sakura dan Sasori.
"Kita akan menyerang Konoha 3 hari lagi untuk mengambil Kyuubi dari tubuh Uzumaki Naruto," Sakura terkejut. Walaupun ia masuk Akatsuki, tetap saja ia masih sayang mantan desa juga mantan temannya itu.
"Sakura! Kau bertanggung jawab atas tugas yang kau berikan pada kami. Besok, berikan tugas itu pada kami!" perintah Konan. Sakura mengangguk.
Semua anggota Akatsuki pun bubar.
Sakura dan Sasori telah berada dikamar Sakura.
Mereka berdua sangat sibuk.
Mungkin Sakura saja yang sibuk. Sasori cuma sibuk tiduran di paha Sakura.
"Astaga, Sasori-kun! Nanti saja manja manjaan nya ya. Aku sibuk," Sakura mengelus surai Sasori.
Sasori pun bangkit.
"Sini kubantu biar cepat!" Sasori merebut bolpoin Sakura.
Sakura hanya geleng geleng melihatnya.
~
KAMU SEDANG MEMBACA
Goddess Sakura and Hyuga
RomanceDimulai dari Sakura masuk organisasi gelap, terlarang, Akatsuki. Mimpi Hinata membuat Sakura keluar Akatsuki. Kisah mereka.. Kisah sang Dewi yang ada.. Kisah tanpa batas.. So, Hope You Like It🌸
