Perasaan Terbalas?

774 34 2
                                        

Move on? Tak terpikir sampai sana tuh!

.

"Hinata! Mm, apakah kita membuang cinta mereka?" tanya Sakura.
"Maksudnya?" tanya Hinata balik.
"Mm, gini, Deidara dan Hidan kan mempunyai perasaan kepada kita, kita tak memperdulikan mereka seakan mengabaikan perasaan yang ada. Entah mengapa aku merasa kejam," jawab Sakura.
"Ya, aku juga merasa kejam," ucap Hinata.

"Kita move on?" gumam Sakura.
"Kurasa memang sudah saatnya kita move on. Melupakan mereka dan menganggap seseorang yang memiliki perasaan pada kita," ucap Hinata.

"Ya, kurasa kau memang benar," gumam Sakura.
"Kita membalas perasaan mereka?" tanya Sakura.
"Bukan ide yang buruk. Tapi menurutku, biarkan mereka yang mengejar kita. Aku sudah mengatakan pada Deidara-san agar mengejarmu kemarin. Dan kau sudah mengatakannya pada Hidan-kun kan?" ucap Hinata, Sakura mengangguk.

"Dengan ini, kita bisa belajar mencintai mereka dalam waktu yang ada," ucap Sakura, Hinata tersenyum.

Keesokan harinya..

"Kau memanggil kami?" tanya Sakura saat ia dan Hinata di kantor Hokage.
"Iya. Kalian jalankan misi di Takigakure. Disana kalian akan menyelidiki kasus yang ada disana, sekalian obati orang orang yang terluka karena kasus itu," jawab Naruto.

"Apakah hanya kami?" tanya Hinata.
"Tidak. Kalian bersama Deidara, Hidan, Sasuke, dan Karin. Mereka sudah ku beritahu kemarin. Kalian berangkat jam 8 pagi. Mungkin misi ini memakan waktu beberapa hari," sekarang jam 07.50 pagi.

"Baka! Kenapa nggak kemarin bilangnya? Aku kan belum siap siap!" batin Sakura.
"Kenapa nggak daritadi sih bilangnya? Aku kan belum mempersiapkan kebutuhanku," batin Hinata.

"Kalau begitu, kami permisi," pamit Sakura. Dengan cepat, ia dan Hinata meninggalkan Naruto.

.

Mungkin, butuh waktu 10 menit bagi Sakura dan Hinata untuk bersiap.
Belum lagi untuk mencapai mansion mereka.

Tetapi pada akhirnya, mereka sampai di gerbang Konoha. Dan, ya, bertemu dengan yang lainnya.

.

"Bisakah kita istirahat dulu? Aku capek," tanya Sakura.
Mereka semua berhenti.
"Baiklah, kita istirahat sekitar 15 menit," jawab Deidara yang tak tega melihat Sakura kecapekan.

Sakura dan Hinata duduk dibawah pohon. Sedangkan Deidara dan Hidan, duduk di pohon yang tumbang. Tak jauh dari Sakura dan Hinata sih. Kalau Karin sama Sasuke sih lagi ambil minum di sungai.

Sakura dan Hinata.

"Kok aku merasa chakra ku terkuras ya?" tanya Sakura.
"Hum? Benarkah? Apakah kau merasa sakit di anggota tubuh tertentu?" tanya Hinata.
"Mm, tidak," jawab Sakura lemas.

"Waktu istirahat telah selesai. Kita ke mereka dan berangkat yuk!" ucap Sakura. Baru saja ia berdiri, tapi sudah hampir jatuh jika Hinata tak menangkapnya.
"Kau benar-benar tak apa?" tanya Hinata khawatir.
"Um," gumam Sakura.

Deidara dan Hidan.

"Bagaimana kalau kita naik burung tanah liat ku saja?" usul Deidara.
"Ide bagus. Tapi berapa?" tanya Hidan.
"Satu aja. Tapi agak besar dari biasanya," jawab Deidara.

.

"Kalian! Ayo berangkat!" ucap Sakura.
Deidara segera membuat burung tanah liatnya. Mereka semua menaikinya.

Hinata memang merasakan ada yang aneh dengan sahabat cherry nya ini.
Ia pun menggunakan byakugan untuk melihat chakra Sakura. Ia terkejut.

Hinata mengambil kunainya dan seperti ingin melakukan sesuatu pada tubuh Sakura.

"Hi-Hinata? Apa yang akan kau lakukan?" tanya Sakura terkejut. Yang lain pun menoleh dan terkejut.
"Diamlah Sakura-chan. Aku menemukan penyebab chakra mu terkuras," jawab Hinata.

Hinata memutuskan sesuatu yang ada di tangan dan kaki Sakura. Dan ada benang penyerap chakra terputus.
Saat ditubuh Sakura, benang itu tak terlihat.

"Ini, benang penyerap chakra. Inilah yang menyerap chakra mu," jelas Hinata.
Tubuh Sakura lemas seketika.

"Saku-chan! Kau tak apa?" tanya Hinata khawatir. Deidara pun sama khawatirnya.
"Um," gumaman Sakura menjadi jawabannya.

"Awas! Depan ada musuh!" seru Hidan.
Mereka pun menoleh.

"Tolong kalian hadapi musuh itu! Akan ku pulihkan chakra Saku-chan! Karin-chan! Bantu aku!" perintah Hinata. Deidara, Hidangan dan Sasuke mengangguk.

"Hohoho.., kalian telah masuk perangkap ku," ucap musuh.
"Cih! Siapa kau?" tanya Deidara.
"Aku? Oh, aku adalah Fuu. Ninja buronan dari Takigakure," jawab Fuu.

Sakura yang mendengar itu terkejut.

"Fuu?" gumam Sakura. Hinata dan Karin masih memulihkan chakra Sakura. Namun Sakura bangkit.

"Sa-Sakura-chan? Kenapa kau berdiri? Chakra mu belum pulih!" seru Hinata.
"Tolong biarkan aku, Hinata, Karin! Aku mengenalnya. Mengenal Fuu! Kau pasti tahu juga kan, Hinata? Dia Jinchuuriki yang ada di ujian chunin waktu itu. Aku pernah mengambil bijuu dari tubuhnya bersama Itachi," ucap Sakura. Ia berdiri dengan kaki yang masih kurang kuat menumpu.

"Kau benar-benar tak apa?" tanya Karin.
"Yah, kurasa," gumam Sakura.

Sakura melompat dari burung tanah liat Deidara dan turun didepan Hidan, Deidara dan Sasuke. Diikuti Hinata dan Karin yang berdiri disamping para pria itu.

Sakura memang sedikit lemas. Tapi mungkin, ia mampu untuk menghadapi Fuu.

"Ara? Lihat! Ternyata seorang Haruno Sakura. Eh, nona Hyuga juga disini. Kebetulan sekali 2 orang dari seratus temanku ada disini," ucap Fuu menatap Sakura dan Hinata bergantian.

~

Goddess Sakura and Hyuga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang