Tempat Sakura..
Ia pulang dengan perasaan kesal.
Saat hampir sampai Konoha, ia teringat sesuatu dan berhenti mendadak. Membuat orang yang dibelakangnya terjatuh. Tepatnya Karin.
"Sakura! Ada apa sih?! Sakit tahu!!" seru Karin. Baru saja Sakura ingin menolongnya, tapi tak jadi karena telinganya sakit. Semua itu karena seruan Karin.
"Karin no baka! Biasa saja! Aku bisa tuli, Uchiha Karin!" seru Sakura.
"Oh, jadi ini menantuku? Cantiknya," puji Mikoto. Karin merona.
"T-terimakasih, okaasan," ucap Karin gugup karena dibilang cantik.
"Kenapa berhenti, Sakura-chan?" tanya Hinata.
"Emm. Kita tak mungkin membawa mereka terang-terangan kan? Mereka harus ditutupi jubah gitu," jawab Sakura.
Sakura memeriksa tasnya. Begitupula Karin dan Hinata.
"Aku menemukan jubah Konoha sebanyak 2," ucap Hinata.
"Aku juga 2," ucap Karin.
"Kurang 5. Bagaimana Sakura? Kau punya? Aku tak membawa satu pun jubah," tanya Sasuke.
"Emm, sebentar!" ucap Sakura.
Hingga akhirnya, Sakura menemukan 3 jubah dan 2 jaket pink nya.
"Sudah! Kushina-kaasan dan Mikoto-kaasan pakai jaket pink Saku, ya," Sakura memberikan jaket pink yang panjang, seperti hoodie tapi lebih panjang hingga mata kaki. Kayak jubah Konoha gitu deh.
"Semua sudah kan? Ayo! Konoha tinggal beberapa meter lagi," Sakura dan yang lainnya pun ke Konoha.
Di gerbang Konoha, terdapat Naruto dan Shikamaru.
Sakura menjitak kepala Naruto.
"Ittai Sakura-chan!" ringis Naruto mengelus kepala durennya.
"Kau itu kalau memberikan tugas, yang benar! Aku hampir mati karena tugasmu, bodoh!" seru Sakura.
"Gomen gomen," ucap Naruto pelan.
"Ho-Hokage tak punya harga diri dihadapan seorang gadis?" batin para Edo Tensei yang menutupi kepala mereka dengan jubah dan jaket.
"Kau tak perlu meminta maaf, suamiku!" seru seseorang. Dia Uzumaki Nata. Orang paling menyebalkan menurut Sakura dan Hinata.
"Dia istri sang Hokage, Uzumaki Nata," bisik Hinata pada para Edo Tensei.
"I-itu menantuku? Huh. Kenapa dari wajahnya terlihat seperti sombong? Ya, walaupun wajahnya hampir mirip Hinata sih. Tapi wajah lembut terlihat pada Hinata," batin kushina.
.
"Dia hanya ingin menjatuhkan nama baikmu. Kau seorang Hokage! Tak ada yang bisa merendahkan dirimu!" ucap Nata lantang.
"Aku kan berbicara padanya sebagai sahabat. Kenapa kau sewot gitu? Lagipula ini kesalahannya. Naruto nya nggak protes aku marahin," ucap Sakura heran.
.
Nata geram sendiri.
"Tak peduli kau berbicara dengannya sebagai sahabat atau yang lain. Kau tetap tak boleh merendahkan Hokage!" seru Nata. Sakura tersenyum miring.
"Walaupun yang merendahkan nya adalah orangtua Naruto sendiri?" tanya Sakura. Naruto terkejut.
"Iya! Lalu kenapa? Bahkan orangtua sang Hokage tak boleh berbicara sepertimu. Apalagi memukul Naruto-kun," jawab Nata.
"Oke, dia gila," batin para perempuan.
"Ingin rasanya ku tampar wajahmu," ucap Sakura.
"Kau tak bisa menampar ku karena aku istri Hokage. Semua orang bahkan orangtua sekali pun tak boleh menyakitiku. Karena aku Istri Hokage!" ucap Nata.
Namun Kushina menamparnya.
"Sshh! Berani sekali kau menamparku! Kau ingin dibunuh suamiku hah?!" bentak Nata. Naruto mah diam aja. Ngedukung istrinya dia mah. Shikamaru? Bodoamat!
KAMU SEDANG MEMBACA
Goddess Sakura and Hyuga
RomanceDimulai dari Sakura masuk organisasi gelap, terlarang, Akatsuki. Mimpi Hinata membuat Sakura keluar Akatsuki. Kisah mereka.. Kisah sang Dewi yang ada.. Kisah tanpa batas.. So, Hope You Like It🌸
