Apa Yang Harus Kulakukan?

117 5 0
                                        

幸せな読書♡
.

Sakura pulang di antarkan Seijuuro. Tapi, bukan ke rumahnya, melainkan ke mansion Akashi.
Astaga!! 

Di mansion Akashi, terdapat Len, kakak perempuan tiri 3 Seijuuro. Riri, ibu tiri Seijuuro. Ren, kakak laki-laki tiri 1 Seijuuro. Rei, kakak laki-laki tiri 2. Juga Masaomi.

Alasan Sakura di ajak ke mansion Akashi adalah supaya lebih dekat dengan keluarga Akashi.

.

Setelah makan malam, Sakura berada di dalam kamar Seijuuro bersama pemiliknya.

"Mm, Sei-kun. Pakaian ku bagaimana?" tanya Sakura pada saat Sei baru keluar dari kamar mandi dan Sakura mengeringkan surai crimson nya.

"Hm. Ada di lemari," jawab Seijuuro.
"Baiklah. Setelah ini aku mandi, ya," ucap Sakura. Seijuuro mengangguk.

.

Sakura mandi dan memakai sleep dress yang diberikan Seijuuro.

Sakura mengambil HP nya yang ia letakkan di meja. Untungnya, Seijuuro tak tahu karena sibuk dengan laptopnya.
Nomor tidak di kenal masuk ke dalam notifications pertanda menelpon.
Agak curiga sih. Tapi diangkat sama Sakura.

"Moshi-moshi,"-Sakura.
" Hai!"-...
"Siapa?"-Sakura.
" Jika ingin tahu siapa aku, coba kau keluar dari kamar Seijuuro. Aku ada di depan kamarnya,"-...

Sambungan diputuskan.
Sakura sempat bingung. Tapi nggak mungkin yang menelpon tadi orang jahat.

Mana mungkin orang jahat mau di depan kamar Seijuuro. Cari mati namanya.
Sakura berjalan ke pintu. Saat akan membuka pintu itu..

"Mau kemana?" tanya Seijuuro.
"Keluar. Sebentar kok," jawab Sakura. Seijuuro mengangguk dan kembali fokus pada laptopnya.

Saat Sakura membuka pintu, ia dikejutkan dengan orang yang sangat ia kenal.

"S-S-Sa.. Sa-Sasori?!!" seru Sakura.
Ternyata orang itu adalah Sasori!!
Akasuna Sasori!!

Seijuuro menghampiri Sakura karena seruannya. Kan takut terjadi sesuatu pada gadisnya.

.

"Kau, Sasori? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakura terkejut.
"Mungkin membicarakan sesuatu denganmu," jawab Sasori sambil mengedipkan matanya pada Sakura.

"Kau ingin gunting ini melayang pada matamu?" tanya Seijuuro sambil menunjukkan gunting nya.
"Tentu tidak, Sei. Tenanglah sepupuku," jawab Sasori.
Sakura makin pusing dengan hal ini.

"Uh! Diamlah. Dan kau Sasori, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Sakura.
"Sesuatu. Tapi tidak disini. Sei, ku pinjam dulu kekasihmu," ucap Sasori.
"Awas kau jika menyakiti nya," Seijuuro kembali masuk ke dalam kamarnya.

.

Taman belakang mansion Akashi..

"Jadi?" tanya Sakura.
"Pertama, aku dikirim oleh Hokage untuk menemuimu di dunia ini. Kedua, aku menemuimu dengan alasan misimu. Kau lupa jika kau punya misi disini?" jawab + tanya Sasori.

Sakura terkejut.
"A-aku..," gumam Sakura. Bagaimana bisa ia lupa tentang misinya?
"Kau lebih memilih tinggal disini daripada desamu?"

"Tou-san, Ren-nii memanggilmu," ucap seorang anak yang tiba-tiba datang bersama kedua temannya.
Sasori dan Sakura menoleh.

"Sora? Sarada? Boruto?" tanya Sakura tak percaya.
"Iya. Mereka ikut Sakura. Karena mereka adalah genin," jawab Sasori lalu meninggalkan mereka berempat.

.

"Huwaa!! Mama!!" seru Sarada sambil memeluk Sakura.
"Sakura-neesan!!!" seru Boruto dan Sora sambil ikut memeluk Sakura.
Sakura tersenyum membalas pelukan 3 anak itu.
"Sekarang usia kalian berapa?" tanya Sakura sambil melepas pelukan ketiganya.
"Tiga belas," jawab Boruto.

"Aku meninggalkan mereka selama 6 bulan. Ooh, jadi satu bulan aku disini sama dengan 1 tahun disana," batin Sakura.

.

Di kamarnya Sora, Boruto dan Sarada...
Jangan kira mereka tidur satu ranjang loh ya_-
Ada 3 ranjang disana.

"Neesan neesan! Sarada ingin jadi Hokage loh!" ucap Sora sambil menunjuk Sarada yang tersenyum bangga.

"Owh! Itu bagus sekali. Semoga kau cepat cepat menjadi Hokage menggantikan Hokage bodoh itu," ucap Sakura. Sarada cemberut.
"Jangan mengejeknya, ma!! Dia itu idola ku!" seru Sarada kesal.

"Kamu sih belum tahu siapa Naruto. Gini gini, Boruto, ayahmu itu orang yang bodoh, payah, menyebalkan dan kalau berkata tak pernah pikir panjang. Iya kan?" tanya Sakura.
"Neesan benar! Kau tak pernah tahu sikap asli Hokage bodoh itu," jawab Boruto.
Sarada benar benar cemberut.

Sakura teringat sesuatu.
"Eh, ini sudah malam. Kalian tidur ya. Aku ke kamar Seijuuro," Sakura membuka pintunya.
"Ciaa! Sakura neesan punya pacar!!" seru Sora. Sakura geleng-geleng sambil menutup pintu.

Ia berpikir bahwa, bagaimana bisa Sasori yang dingin itu memiliki anak yang..
Argh! Entahlah.

.

Kamar Seijuuro..
Sakura melihat Seijuuro telah tidur.
Karena merasa Sei benar-benar tidur, Sakura ke kamar mandi.

Sakura mencuci tangannya dan membasuh wajah nya dengan air.

Ia bersandar di dinding dan jatuh terduduk.
"Kenapa? Kenapa aku melupakan misiku? Tapi, aku punya tak tahu apa misiku..," batin Sakura.

Ia menangis.
Kakinya ditekuk dan wajahnya di sembunyikan di lipatan tangannya.

BRAK!
Pintu di dobrak Seijuuro. Sakura dengan cepat menghapus air matanya tapi tetap mengalir.
Seijuuro mengangkat Sakura menuju ranjangnya.

"Kau menangis? Apakah Sasori menyakiti mu?" tanya Sei.
"T-tidak! Aku tidak menangis!" jawab Sakura cepat.

Seijuuro memeluk Sakura.
"Kau tak bisa berbohong." Sakura menangis sejadi-jadinya di pelukan kekasihnya.

"Hiks.. Sei-kun.. hiks.. apa yang harus kulakukan? Apa?" tanya Sakura sambil terisak. Seijuuro mencium pucuk kepala Sakura berkali-kali.
"Apa aku harus tetap bersamamu atau meninggalkan mu?" tanya Sakura setelah sedikit tenang.
Ia melepaskan pelukan keduanya.

"Apa maksudmu?" tanya Seijuuro. Terlihat sekali bahwa ia sedang menahan marah.

"Maafkan aku, Sei. Tapi, sungguh aku tak berniat menyembunyikan apapun darimu. Setelah Winter Cup, ku beritahu yang sebenarnya," ucap Sakura lalu mencium Seijuuro.

~

Goddess Sakura and Hyuga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang